Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
" koreksi langkahmu...


__ADS_3

Di satu sisi di acara peresmian itu, laura yang hendak kembali kemejanya setelah mengambil makanan. Langkahnya terhenti karena sesosok tubuh yang berdiri tak jauh di hadapannya.


Tampak kerinduan begitu dalam di mata pria yang kini menatap wanita yang terlihat cantik dan elegan dengan dres selutut warna peach yang ia kenakan kini. Rambutnya yang panjang tergerai ia tata dengan rapi. High hels menambah kesan feminim dan cantik seorang laura aditya rachman.


" laura..." desis liam pelan, pernikahan mereka memang karena perjodohan dan telah terjalin hampir empat tahun. Namun keduanya akhirnya memiliki perasaan yang sama pada satu sama lain.


Namun beberapa bulan ini, tepatnya enam bulan yang lalu laura pergi meninggalkan rumah sang suami setelah terjadi pertengkaran hebat di antara mereka.


Liam tak mengira laura akan pergi meninggalkannya, ia kelimpungan mencari sang istri namun tidak dapat menemukannya.


Laura sungguh pandai menyembunyikan dirinya. Dan setelah enam bulan ini, mereka baru bertemu saat ini. Laura hendak melangkah menghindar ketika liam dengan sengaja menghalangi langkahnya.


" laura...." sekali lagi liam menyebut nama wanita itu.


" ceraikan aku..." satu kata yang keluar dari mulut laura bagai palu godam yang menghantam kepala liam, pria tampan berdarah tionghoa itu segera merangsek maju mendekat kearah sang istri.


" jangan macam macam laura, kau tahu itu hanya omong kosong..." jawabnya dengan wajah kacau


" kau pikir aku akan bisa terus hidup dengan orang yang ingin menghancurkan keluargaku....aku bagian dari mereka, kau ingat itu..." laura berkata pelan dan sangat menekan


" laura aku...." liam terbata bata


" kau menikahiku karena dendammu pada keluargaku kan....kau sudah berhasil liam, setidaknya kau sudah menghancurkan diriku...." kata laura lagi


" koreksi langkahmu....cari tahu yang sebenarnya, jangan sampai kau salah melakukan balas dendam..dan akan kau sesali seumur hidupmu " kata laura lagi hendak berlalu namun liam mencekal lengan sang istri, merengkuh bahunya dan hendak membawanya pergi


" nona laura.." edo yang sedari tadi memperhatikan laura mengetahui yang terjadi segera mendekat.

__ADS_1


" ikut denganku..atau kalau tidak aku akan membuat keributan disini..." ancam liam di telinga laura. Laura segera menatap edo dan memberi kode tidak apa apa. ia tahu persis karakter suaminya itu.


" ada yang ingin aku bicarakan dengannya..." kata laura kemudian kepada edo sembari melepasn diri dari rengkuhan liam.


Edo segera minggir dan memberi jalan kepada keduanya ada tatapan sayu di mata edo demi melihat laura pergi bersama liam. Liam segera melangkah diikuti laura. Sesampainya di parkiran liam menggeret laura masuk ke mobilnya


" mau kemana...disini saja..." sentak laura namun liam seakan menulikan pendengarannya, pria dengan tubuh tinggi atletis dan kekar itu segera membawa mobilnya melaju meninggalkan area parkir setelah berhasil membuat laura duduk di dalam mobil.


Tidak berapa lama mobil mewah liam nampak memasuki sebuh halaman vila yang sangat cantik.


Liam nampak menggeret sang istri masuk meski wanita itu terus mengumpati dirinya.


beberapa pelayan memilih menghindar dari sana.


Sampai di kamar liam segera mengunci pintu kamar dan melempar kunci kesembarang arah.


" kau sudah tidak waras....biarkakan aku pergi" sentak laura namun sekali lagi liam tak menhiraukannya


Sekuat tenaga laura mencoba melepaskan diri namun gagal.


Liam terus menciumi laura kemudian setengah paksa ia membawanya ke tempat tidur, disana liam lebih agresif menyalurkan perasaannya.


" aku tidak ada disisimu...kenapa kau berdandan secantik ini, kau tahu aku paling tidak suka melihat kau ditatap pria lain laura....aku mencintaimu, aku mencintaimu..." racaunya sambil terus mencium laura,


ia merobek pakaian laura dengan paksa hingga terlihatlah kulit putih mulus laura. Sekali lagi dengan paksa liam melepas pakaian laura.


Liam menatap tubuh telanjang sang istri dengan tatapan tak berkedip. Ia sungguh mengagumi tubuh sang istri sejak dulu.

__ADS_1


" kau masih istriku laura...dosa bagimu menolakku.." katanya kemudian setelah puas menatap sang istri, laura membuang pandangannya ketempat lain.


Liam naik keatas ranjang setelah ia juga melepas seluruh pakainnya. Mencium bibir laura yang kini tak lagi memberinya perlawanan


Turun kebawah dan mencium area leher sang istri


" kau sangat wangi sayang...aku sangat merindukanmu..." bisik liam di telinga sang istri dengan terus melanjutkan aksinya.


Kini ia telah sampai di bukit kembar laura yang menjulang seakan menantangnya, ia membenamkan wajahnya disana, mencium bahkan menghisabnya bagai bayi yang kehausan.


Laura sedikit mendesis membuat liam semakin bersemangant.ia terus ke bawah menciumi perut rata sang istri


" seharusnya harus cepat ada...jadi kau tidak bisa pergi pergi lagi dariku..." kata liam sembari mengelus dan menciuminya membuat laura mendesah tertahan


Sampai di bawah, sekali lagi liam menatapnya dengan sangat takjub, mengelusya perlahan dan tiba tiba menenggelamkan wajahnya disana. Menjilat, mencium bahkan menghisab


" liam...." laura tak mampu menahan lagi, ia mendesah sembari menjambak rambut liam. Kelembutan yang di berikan liam membuat ia kehilangan kewarasannya.


Di bawah sana liam terus melakukan aksinya hingga ia merasa siap ia segera menghujam sang istri dengan kenikmatan yang sebenarnya. Liam sungguh merindukan laura, ia berkali kali melakukannya seakan tak akan ada lagi hari esok, hingga matahari tenggelam ia baru menyelesaikan ritualnya. Setelah sebelumnya ia menggeram sembari menutup matanya merasakan kenikmatan yang tiada banding baginya. Tubuh liam terjatuh di samping laura sedang wajahnya ia benamkan di ceruk leher wanita itu.


" kau sungguh ingin membunuhku...." sentak laura pada liam sambil hendak melepaskan diri dari pelukan liam, liam menggeleng dengan semakin mengeratkan pelukannya pada laura.


" aku sangat merindukannmu....kau pergi lama sekali.." rengeknya seperti anak kecil,


" kau lapar...kita makan dulu...." bujuk liam pada laura, namun tak di jawab oleh laura, ia sungguh lelah, meski liam melakukannya dengan sangat lembut namun tetap saja itu sangat lama dan membuatnya kelelahan.


Liam menarik tubuh sang istri semakin mendekat kearahnya. Menutupi tubuh telanjang keduanya dengan selimut.

__ADS_1


" tidurlah sayang..aku sangat mencintaimu...." bisiknya kemudian ia ikut memejamkan mata meski pikirannya terus melayang kepada kata demi kata yang diucapkan laura tadi.


" koreksi langkahmu....cari tahu yang sebenarnya, jangan sampai kau balas dendam pada orang yang salah yang akan kau sesali seumur hidup...".


__ADS_2