Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
mengingat


__ADS_3

Kris dan yang lain tidak mendapat kesulitan sama sekali untuk sekedar melewati lobi dan masuk kedalam hotel Green House. Ya itu karena dirinya juga bunga dan tiga anak buahnya yang tak lagi asing di mata para petugas hotel.


Dirinya dikenal sebagai salah satu anggota di jajaran tertinggi para pemimpin the Green House hotel yang berada di bawah naungan Aditya Corp. Yang juga memiliki kewenangan besar di Ar.co.


Begitupun Bunga, siapa yang tak mengenalnya. Selain sebagai tangan kanan menantu sang penguasa Aditya Corp. Nayra Yan Aditya Rachman, Bunga juga diketahui sebagai putri pengusaha yang cukup ternama sekaligus istri dari seorang Kris Adrianto Gunawan keponakan sang penguasa Aditya Corp.


Kedelapan orang itu sedikit berlari menuju kamar yang di maksud dalam pesan singkat dismartphone Edo sekeluarnya mereka dari lift.


Sampai di depan kamar 317 Edo sedikit terkejut karena pintu yang tak terkunci. Beberapa kali dirinya mencoba mengetuk dan tak ada jawaban, akhirnya iapun memutuskan langsung membuka pintu.


Kris berlari mendekat manakala ia melihat sesosok tubuh tergeletak tengkurap di lanai.


" Rein..." pekiknya setelah membalik tubuh itu dan mengetahui siapa pria yang tergeletak tak berdaya di lantai itu.


Bunga menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena terkejut dengan apa yang dia lihat. Kris pu nampak memandang tak percaya kearah Bunga dan Edo bergantian.


Di tepuk tepuknya wajah Rein hingga beberapa menit kemudian Rein membuka matanya.


Rein segera terlonjak berdiri begitu melihat keadaan sekitarnya.


" Nayra...." panggil Rein


" Nayra...apa maksudmu Rein ?! " tanya Kris ikut berdiri.


" ada yang menculik Nayra Kris....aku tak tahu siapa, tiba tiba saja kepalaku pusing, pandanganku menggelap. Tapi samar samar aku melihat seseorang mengangkat tubuh Nayra dan membawanya keluar dari sini " Rein berkata dengan panik dan kebingungan.


" Rein..apa maksudmu, kau menculik Nayra begitu ?" bentak Kris menyadarkan Rein dari kebingunannya. Berhasil..Rein diam dan menatap Kris. Perlahan ia mengehela nafas dan duduk di sofa guna menenangkan dirinya.


" Katania menghubungiku dan memintaku membawa Nayra pergi jauh dari Renald atau dia akan membunuh Nayra. Dia menunjukkan foto Nayra yang ia sekap dalam keadaan tidak sadar dan terikat tak berdaya " Rein memulai penjelasannya.


" kupikir bagaimana bisa seorang Nayra bisa terikat dengan mudah seperti itu jika itu bukanlah hal sangat membahayakan baginya "


" aku memenuhi keinginannya. Aku berhasil membawanya pergi dan datang kesini. Aku berharap Edo cepat mengambil langkah. Tapi aku tak tahu lagi Kris, seseorang membawanya pergi dari sini " lanjut Rein


" mungkinkak nona Katania yang kembali menculiknya ?! " ucap Maria membuat atensi perhatian Rein teralih padanya. Cukup lama keduanya saling pandang hingga deheman Edo memutus tatapan keduanya.


" kita harus bergerak cepat...sinyal di jam tangan nona makin melemah " ucapnya seketika mereka segera meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Mereka keluar dari lift, melewati lobi hotel dan menuju bastment hotel dengan berombongan, sungguh menarik perhatian semua yang hadir disana. Decak kekaguman terdengar lepas begitu saja dari mulut orang orang itu.


Ketampanan mereka semua juga kecantikan seorang Bunga dan Maria membuat semua makhluk yang di sebut manusia berdecak iri sekaligus mengagumi mereka.


Sementara itu hampir dua jam telah berlalu ketika Renald tersadar dari pingsannya. Ia sendirian, Edward tidak sedang berada di sana, Ia bangkit dari tidurnya dan duduk di sisi pembaringannya.


Ingatannya dengan jelas merekam semua kejadian dalam hidupnya. Saat saat ia masih memakai abu abu putih, ketika ia kuliah di Australia. Ketika ia bertemu kembali dengan wanita yang telah diam diam begitu merajai hatinya.


Detik detik kecelakaan dimana ia mati matian melindungi perut sang istri karena yang entah mengapa ia merasa sang istri sedang hamil, justru membuatnya terpental jauh jatuh kejurang.


Setitik senyum simpul terukit di bibirnya.


" aku jatuh cinta dua kali pada satu orang yang sama " bisiknya dalam senyumnya. Wajah cantik sang istri tergambar jelas di pelupuk matanya.


" Nayra...kau benar, aku adalah Yandimu....sayang " ucapnya pelan sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.


" katania...." desisnya mengingat sebuah wajah wanita lain dalam ingantannya. Ia merogoh sesuatu di saku celananya kemudian berdiri melangkah kearah nakas. Di sana ia menemukan gantungan kunci yang sama seperti yang ada di tangannya saat ini.


Keningnya berkerut, gantungan kunci itu berpasangan dan tidak mungkin di miliki oleh orang lain karena itu mereka memesan dulu pada pengrajin dengan mereka sendiri yang menentukan desainnya. Gantungan itu di buat untuknya dan untuk Katania. Jika miliknya ada berarti gantungan yang ia temukan adalah milik Katania.


Renald melangkah kearah almari pakaian, ia mengganti pakaiannya dengan stelan yang lebih santai.


Celana jeans, kaos santai warna putih dan dilengkapi dengan jacket bomber. Sepatu sport warna putih juga.


Sungguh penampilan yang casual khas dirinya dahulu. penampilan yang selalu membuat sang istri menatapnya terpana.


Renald melangkah cepat ke bawah, tanpa memperdulikan sakit yang masih terasa di kepalanya.


" Renald....kau mau kemana ?! " teriak Edward setengah berlari mendekatinya.


" kau baru saja siuman..jangan memaksakan diri, kau butuh istirahat lebih dulu " omel Edward


" istriku di culik ed..bagaimana aku bisa tenang beristarahat. Ada yang harus aku lakukan secepatnya " jawab Renald sembari membuka pintu mobil.


" aku yang menyetir.." Edward menarik tubuh Renald yang hendak masuk kedepan kemudian menggantikan dengan dirinya.


" ck..." Renald berdecak namun menurut saja.

__ADS_1


Setelah satu jam perjalanan keduanya nampak masuk pelataran rumah besar yang begitu mewah setelah penjaga membukakan pagar terlebih dahulu.


" selesaikan urusanmu sendiri, aku tunggu di sini " Edward berkata setelah Renald terlihat hendak keluar mobil. Renald mengangguk.


Ia melangkah dengan pasti kedalam rumah itu, seorang wanita cantik nampak menyongsong kedatangannya dengan wajah bahagia.


" akhirnya kau datang sayang, andai kau tahu betapa aku sangat merindukannmu..." ucap wanita cantik itu yang tak lain adalah Katania sembari memeluk Renald dan hendak mencium bibir pria itu.


Renald sedikit mengelak dengan memundurkan kepalanya dan melepaskan ke dua tangan Katania yang melingkar di lehernya.


Katania terdiam, ia memindai penampilan Renald yang tak seperti biasa, ia mengerutkan keningnya. Penampilan pria di hadapannya itu mengingatkannya pada sesorang.


" Yandi...mungkinkah, tidak ...tidak mungkin " bisik Katania dalam hati.


" mari kita bicara Katania..." Renald melangkah kearah sofa besar melingkar yang ada di tengah ruangan itu. Katania menurut dan mengikutinya meski hatinya mulai geram dan tak terima dengan sikap Renald yang ia rasa dingin padanya.


" kau melakukan sesuatu pada Nayra ?! " Renald bicara langsung pada pokoknya. Katania melotot di buatnya.


" setelah hampir dua minggu kita tak bertemu, kau menanyakan tentang orang lain padaku ? " sergah Katania


" dimana dia...?! " kembali Renald bertanya


" aku tidak tahu " jawab Katania ketus. Renald menatapna dalam.


" aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita Katania, maafkan aku " suara Renald terdengar pelan namun tegas. Katania seketika menoleh kearahnya. Dunianya serasa tiba tiba menimpanya, dadanya sesak


" kau tidak bisa melakukan ini padaku Renald " kata Katania.


" maafkan aku Katania, aku bukanlah orang yang kau kira selama ini, aku adalah orang lain " Renald sedikit lembut. ada sedikit rasa bersalah dihatinya pada wanita itu.


Sekali lagi Katania menatap tak berkedip kearah Renald, seakan mencari sebuah fakta di mata pria itu. Perlahan ia mulai menyadari ada perubahan di mata Renald.


" kuserahkan semua kewenangan Alt. Co kembali padamu. Maafkan aku sekali lagi " pinta Renald dengan halus dan lembut.


Katania terdiam membisu. Bibirnya tiba tiba terasa kelu untuk sekedar berdehem. Hingga Renald yang berdiri dan hendak melangkah keluar dari tempat itu wanita itu baru mampu bersuara.


" nikahi aku terlebih dahulu jika kau ingin wanita sialan itu selamat..." kata Katania dengan tenang dan tanpa ekspresi, Renald menghentikan langakahnya dan menoleh dengan cepat kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2