Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
menjelang hari pernikahan...


__ADS_3

Yandi membawa Nayra ke rumahnya setelah meminta izin pada ayah dan ibu Nayra.


Sesampainya di rumah Yandi, Nayra disuguhkan dengan pemandangan rumah berlantai dua dengan gaya dan arsitektur modern, halaman luas yang dilengkapi taman bonsai yang sangat asri, garasi mobil yang mampu menampung lima hingga enam mobil, belum lagi halaman berpagar tinggi yang luas. Sungguh, Nayra dibuat berdecak karenanya.


Memasuki rumah, mereka disambut lima orang wanita setengah baya dan lima orang laki-laki, yaitu tiga satpam dan dua sopir merangkap tukang kebun.


Bi Surti, yang merupakan kepala asisten rumah tangga Yandi, mengambil inisiatif memperkenalkan diri dan yang lain.


Respon Nayra terhadap mereka membuat semua yang hadir tercengang karena dirinya yang sopan, halus, dan lemah lembut. Itulah yang mereka tangkap dari calon istri majikannya itu.


"Bi Surti yang juga merawatku sejak kecil, Nay, ketika aku ditinggal oleh Mama dan Papa ke luar negeri," kata Yandi pada Nayra sambil memperkenalkan Bi Surti.


Nayra tersenyum lembut kemudian mendekat dan memeluk wanita baya itu. "Terima kasih, Bi, semoga bibi bisa memperlakukan aku seperti bibi memperlakukan Yandi," katanya kemudian, membuat Bi Surti dan yang lain menitikkan air mata terharu.


"Pasti, non, pasti," jawab wanita baya itu kemudian.


"Mari saya tunjukkan rumah ini pada anda, non..."


"Terima kasih, Bi...mari..." keduanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Setelah itu, Yandi masuk ke ruang kerjanya dan semua orang yang ada di sana kembali pada kesibukannya masing-masing.


"Saya sangat bahagia akhirnya den Yandi bisa mendapatkanmu, Nona Nayra," kata Bi Surti ketika mereka berada di gazebo taman belakang sambil memberi makan ikan.


Nayra menoleh ke arah wanita baya itu.


"Bibi mengenalku...?!" tanya Nayra.


"Kita memang tidak pernah bertemu, Nona, tapi saya sudah sangat banyak mendengar tentang anda, juga melihat foto-foto anda di kamar den Yandi," jelas Bi Surti, membuat Nayra terbelalak.


"Anda jauh lebih cantik dari foto Anda, Anda juga sangat baik. Pantas den Yandi serta Tuan dan Nyonya Besar menyukai Anda bahkan sebelum mereka bertemu dengan Anda..."


"Sungguh, Nona...saya bicara apa adanya. Mari saya tunjukkan kamar den Yandi, di mana disana ada banyak foto-foto anda..." Bi Surti mengajak Nayra masuk kembali ke dalam rumah,


naik ke lantai dua menuju kamar utama, kemudian membukanya.


Mata Nayra terbelalak lebar begitu pintu kamar dibuka. Ruangan itu begitu luas, hampir tiga kali lebih luas daripada kamar Nayra, lengkap dengan kamar mandi dan walk-in closet, dan yang semakin membuatnya tercengang adalah foto-foto dirinya semasa SMA yang diambil dalam berbagai pose.


Ia sungguh tak tahu dan tak menyadari kapan Yandi mengambil gambar dirinya.

__ADS_1


"Kau terkejut..." suara Yandi tiba-tiba mengejutkan Nayra.


"Ahh, kau, kapan kau di sini...?!"


"Sejak kau masuk tadi..." jawab Yandi sambil duduk di sofa yang tersedia di kamar itu.


"Kau terkejut bagaimana aku bisa memiliki gambarmu sebegitu banyaknya...?!" tanya Yandi, dan dijawab Nayra dengan lirikan matanya saja, membuat Bi Surti yang masih ada di sana tersenyum.


"Tentu saja aku mengambilnya diam-diam. Kalau kau tahu, kau pasti akan sangat marah padaku bahkan mungkin kau akan melaporkan aku ke polisi...betul?!" kata Yandi sambil tertawa.


"Narsis kamu...."


"Baru tahu dia, bik ha ha...." Yandi tertawa lepas melihat ekspresi Nayra.


"Dasar penguntit..." Nayra melempar bantal ke arah Yandi yang dihindari oleh pria itu sambil terus tertawa dan berlari. Jadilah keduanya berkejar-kejaran dengan disaksikan Bi Surti yang tertawa melihatnya.


Nayra baru saja melepas mukenanya setelah mengaji, ketika handphone-nya berkedip tanda menerima pesan.


( " Aku hamil anak Yandi...Masihkah kau akan menikah dengannya?") Bunyi pesan yang diterima Nayra.

__ADS_1


Nayra terdiam seribu bahasa, tubuhnya seakan membeku.


__ADS_2