
" kau istriku sekarang..." ucap Renald tegas pada Nayra
" hah..." Mata Nayra membulat sempurna mendengar kata kata yang keluar dari mulut pria di hadapannya itu
" omong kosong...." Nayra berkata dengan ketus
" ini bukan omong kosong, kemarilah.." Renald menggeret tangan Nayra kearah sofa kemudian menarik tubuh mungil itu kearah pangkuannya, dimana ia yang telah duduk lebih dulu.
Memeluk erat perut datar Nayra dan menahan tubuh yang terus memberontak itu, Renald menghidupkan televisi yang menempel pada dinding di hadapan keduanya.
Nayra terasa membeku melihat apa yang di tampilkan di layar persegi panjang itu.
sebuah acara akad nikah pernikahan, dimana beberapa orang duduk dengan hikmat di sana dan seorang pria yang nampak tampan dan gagah dengan koko putihnya nampak menjabat tangan seorang pemuka agama.
" saya terima nikah dan kawinnya nayra azzahwa alzahrani binti wiranto al zahro dengan mas kawin di bayar tunai..." ucap pria itu dengan sekali tarikan nafas
" sah...?! "
" sah.."
" sah..."
" alhamdulillah "
Sekali lagi wanita itu sangat terkejut dan terpukul, Nayra melompat dari pangkuan Renald dengan cepat.
" lancang.. beraninya kau menikahiku, kau tahu siapa aku...aku adalah wanita bersuami " bentak Nayra penuh kemarahan
" kau bukan wanita bersuami, suamimu sudah mati " balas Renald ikut berdiri.
" tidak...aku tidak pernah menganggap dia mati selama aku belum menemukan mayatnya, dia masih hidup bagiku " teriak Nayra lagi
" kau sungguh lancang dan sudah merendahkan diriku sebagai seorang wanita, kubunuh kau !!!"
" bunuh aku nayra, bunuh aku...itu lebih baik bagiku, mati ditanganmu itu lebih baik bagiku dari pada aku melihat kau bersama pria lain, persetan dengan orang yang kau sebut suami itu..yang jelas kau milikku, jadi jika kau tidak mau menjadi milikku bunuh aku sekarang juga..." Renald tak kalah bersuara keras, sembari tangannya menyerahkan sebuah pistol dari saku celananya kepada Nayra,
Nayra merebut dengan cepat pistol itu dan mengarahkan pistol itu kearah kepala Renald, pria itu memejamkan matanya pasrah.
"akhhhhh....." Nayra menjerit dan membanting pistol kelantai dengan kasar, Renald menyeringai tipis kemudian menarik lengan Nayra dan mendekap tubuh kecil itu ke dalam dekapannya.
__ADS_1
Nayra meronta dengan kuat namun Renald semakin erat memeluknya. Bahunya naik turun dalam dekapan pria itu.
" lepaskan aku sialan...." bentak Nayra namun seolah tak mendengar apapun Renald malah semakin mengeratkan pelukannya dan menciumi puncak kepala Nayra.
Untuk sesaat Nayra membatu, ciuman Renald sungguh mengingatkannya pada Yandi.
" jangan berani berani kau menyentuhku...aku tidak menerima pernikahan ini " ancam Nayra ketika Renald sedikit mendorong tubuhnga kebelakang dan menatapnya dengan sendu.
Sebagai seorang wanita dewasa Nayra tentu paham tatapan pria itu.
" aku berhak memintanya darimu nayra...kau istriku sekarang " Renald berkata dengan lembut sembari mengusap pipi wanita dihadapannya itu dengan sayang.
" jika kau melakukannya tanpa izinku....aku pastikan kau akan menemukan mayatku di hadapan mu ehmmmm ...." Nayra tak mampu meneruskan kata katanya karena Renald lebih dulu membekap bibirnya dengan ciuman.
" auww...." rintih Renald saat bibirnya terasa sakit karena di gigit Nayra, dan mengeluarkan darah segar.
Renald sengaja membiarkan darah dari bibirnya mengalir, tanpa berkata apapun ia melepaskan Nayra dan duduk di sofa sembari menatap Nayra penuh arti.
Melihat Renald membiarkan saja bibirnya yang berdarah, Nayra sedikit salah tingkah.
Berusaha abai, ia kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur membelakangi Renald.
Hampir sepuluh menit tak mendengar dan tak merasakan pergerakan ia membalikkan tubuhnya kearah Renald yang masih setia dengan posisinya semula.
Nayra menghela nafas, akhirnya ia mengalah. Ia berdiri dari tidurnya dan mencari sesuatu disana namun tak ada, Renald mengikuti pergerakan wanita yang telah menjadi istrinya itu dengan matanya.
Tak menemukan apapun Nayra kembali mendekat kearah renald, dengan ujung kain di lengannya ia membersihkan bibir Renald, tak ia hiraukan mata pria itu yang menatapnya dengan tajam.
Tersungging senyum dibibir pria tampan itu, kemudian Renald berdiri dan menarik lengan Nayra untuk mengikuti langkahnya ke arah tempat tidur.
Ia duduk bersandar pada sandaran tempat tidur dan menarik tubuh Nayra mendekat kepadanya.
" telpon assisten mu itu..katakan kau baik baik saja" bisiknya di telinga Nayra dengan menyerahkan hp milik Nayra sendiri yang tadi dia sembunyikan.
Nayra menoleh menatap pria itu dengan mengerutkan keningnya dan di jawab pria itu dengan menaik turunkan alisnya.
" hmm...atau aku saja yang menelponnya..." ucap pria itu kemudian.
Nayra nampak menyahut hp nya itu dengan cepat.
__ADS_1
Nayra : " hai nga...."
Bunga : " nay...dimana kau, ada yang meretas cctv di sekitar toilet. Edo dan Kris kesulitan melacakmu"
Nayra : " tak apa aku baik baik saja...aku butuh waktu sendiri..aku...aku butuh sendiri dulu nga...kau mengertikan ?! "
Nayra nampak kebingungan mengartikan kode dari Renald dan kini ia membekap mulut pria itu dengan tangannya ketika pria itu hendak ikut berbicara di telpon karena dirinya yang tak memahami kode dari pria itu.
Bunga : " bagaimana maksudmu nay..."
Nayra : " tolong kau handle dulu masalah perusahaan, aku butuh waktu sendiri beberapa waktu. Nanti aku hubungi lagi, aku sangat lelah bunga...tolong aku, ok "
Bunga : " ok...jangan khawatir, beristirahatlah...relaxlah sebentar " jawab Bunga
"klik " Nayra terdengar mematikan telponnya,
Renald masih setia memeluk erat perut datarnya dan dagunya di pundak Nayra meski wanita itu berkali kali berusaha menolaknya.
" thok thok...permisi tuan " terdengar suara mengetuk pintu
" masuklah maria.." jawab Renald dan nampak pintu terbuka , seorang wanita cantik bertubuh atletis berdarah asing yang nampak kentara dari warna kulit dan rambutnya masuk dengan nampan berisi makanan.
" saya letakkan di meja tuan " izin wanita cantik itu, ia nampak melirik sebentar kearah Nayra sembari tersenyum dan mengangguk sopan, membuat Nayra tersenyum tidak enak karena Renald sama sekali tak merubah posisinya, malah sesekali pria itu menciumi pundak dan rambutnya.
" maria..minta anak anak untuk berjaga diluar, jangan ada yang berani masuk kedalam tanpa perintah dariku.
Ada istriku sekarang disini, dan dia tak boleh dilihat siapapun pria selain aku, apa kau mengerti...?! " kata Renald tanpa menatap kearah wanita yang hendak berlalu dari kamar itu.
" baik tuan..." jawab wanita yang bernama Maria itu kemudian berlalu dari sana setelah sebelumnya ia mengangguk hormat sekali lagi pada Nayra.
" aku lapar nay..." ucap Renald turun dari tempat tidur dan mengambil piring lalu menyerahkannya pada Nayra.
Nayra mengerutkan keningnya bingung dengan tindakan pria itu.
" aku lapar ra...suapi aku "
Nayra membelalakkan matanya mendengar panggilan Renald kepadanya.
" siapa yang kau maksud ?! " tanya Nayra mastikan pendengarannya tidak keliru.
__ADS_1
" ra...namamu nayrakan, aku ingin memanggilmu rara....agar berbeda, cantikkan panggilanku untukmu ?! " Renal berkata dengan wajah yang tersenyum manis sekali kearah Nayra.
" siapa kau sebenarnya...!? " tanya Nayra dengan menatap tajam kearah Renald.