
Nayra sedang menghadap kearah laptopnya dan Bunga duduk di sofa memeriksa berkas berkas, tak ada suara apapun di antara mereka. Keduanya nampak serius mengerjakan pekerjaannya masing masing.
Hingga kemudian pintu terdengar di ketuk dan seorang pria tampan dengan tubuh proposional melangkah masuk kearah meja Nayra.
0ia duduk di hadapan Nayra tanpa menyapa Bunga yang juga hadir di sana.
Bunga pun nampak jengah di buatnya, pria satu ini memang berbeda. Dia sangat menjengkelkan menurut bunga. Ia tak pernah sekalipun bertegur sapa dengan dirinya meski mereka ada di dalam satu lift. Ia menganggap seakan akan dirinya tak ada, sungguh menjengkelkan sungut Bunga dalam hati
" ah baiklah..sepertinya aku tidak perlu mempersilahkan anda lagi..." beberapa kalimat nampak meluncur dari mulut Nayra begitu saja.
Kemudian Nayra nampak mengambil sesuatu dari laci mejanya.
" sepertinya kita langsung pada intinya saja..bisa anda jelaskan pada saya tuannnnn kenan james waldburg tentang kepentingan anda selama ini di Ar.co..?! " Nayra bertanya dengan menekankan pada namanya sembari menaruh sebuah berkas di hadapan Kenan.
Untuk sesaat pria tampan berdarah asing itu terperanjat namun itu hanya sekejap, karena di detik kemudian ia nampak tersenyum hangat pada nayra sembari mengambil dan memeriksa berkas di hadapannya.
Bunga yang tak tahu apa apa sempat mengintip sesaat namun tetap tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
" sungguh tak kusangka, anda benar benar wanita hebat nona..." kata Kenan sembari tetap tersenyum.
Nayra menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan kemudian.
" aku tak tahu seberapa istimewakah Ar.co hingga mampu menarik perhatian anda sedemikian rupa.
Soerang ceo perusahaan besar seperti anda mau repot repot bekerja sebagai direktur di perusahaan orang lain..." Nayra kembali berucap dan kali ini ucapannya cukup membuat Bunya mendelik mengetahui identitas Kenan yang sebenarnya.
Kenan masih tersenyum sembari memegang berkas yang di berikan nayra
" anda sungguh menakjubkan nona...secepat ini anda mengetahui identitas saya...sesuatu yang sangat saya sembunyikan selama ini " Kenan masih terlihat tenang dan santai.
" ini tidak cepat tuan kenan...sudah hampir empat tahun anda berada disini.." jawab Nayra
__ADS_1
" jadi...boleh saya tahu kepentingan anda di sini..." tanya Nayra lagi.
" tidak mungkin anda membutuhkan kerjasama....kita mempunyai bisnis yang berbeda..." lanjut Nayra kemudian.
" anda serius ingin tahu..?! " Kenan balik bertanya
" hmmm....." jawab Nayra.
" kamu....kamu lah alasanku.." jawab Kenan kini dengan wajah yang berubah serius. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang ia duduki dan menatap wajah di hadapannya lekat lekat.
Nayra yang hendak berkata kata seketika terdiam, begitupun dengan Bunga yang dapat dengan jelas mendengar ucapan Kenan barusan.
lagi...lagi seorang pria terang terangan mengungkapkan perasaannya pada atasan sekaligus sahabatnya itu...
" kau memang sesuatu Nayra..." bisik hati Bunga.
" apa maksud anda...." kini nayra kembali bertanya
" anda melamarku tuan Kenan...tidakkah aku salah dengar..?! " tanya nayra lagi seakan tak percaya dengan pendengarannya.
" ya...aku melamarmu, aku ingin menikahimu, aku mencintaimu...sejak lama, sejak pertemuan pertama kita ..."
" gila ni orang...." omel Bunga dengan sedikit melirik kearah Kenan
Flass on
Sebyah mobil mewah warna hitam sedang melaju dengan kecepatan sedang dan berhenti tepat di rambu rambu lalu lintas yang baru saja berwarna merah.
Di dalam mobil nampak seorang sopir dengan perawakan atletis dan wajah yang juga tampan duduk di balik kemudi, dan di bangku belakang seorang pria tampan dengan stelan jaz lengkap warna navy dengan kacamata hitamnya pula tengah duduk dengan santai. Keduanya nampak bukanlah pria pribumi.
Beberapa saat kemudian matanya menangkap pemandangan yang menarik perhatiannya.
__ADS_1
Seorang gadis berhijab dengan kerudungnya yang juga menjuntai kebawah hingga menutupi dada nampak memegangi tangan seorang wanita tua dan tengah menyeberangi jalan dengan pelan. Kerudungnya berkibar tertiup angin semakin menambah kesan mempesona gadus itu. Saat mereka tiba tepat di hadapan mobilnya, pria itu sedikit memajukan tubuhnya dan melepas kacamata hitamnya, ia menatap sang wanita lekat lekat.
Sungguh ia sangat terpesona dengan wajah itu, hatinya berdebar, seulas senyum tersungging di bibirnya. Ia nampak turun dari kendaraannya
" tuan..." sang sopir tak mampu berbuat apa apa lagi.
Pria berdarah asing itu mendekat dan turut membantu wanita tua itu, ia memegangi tangan satunya lagi namun matanya terus menatap wanita yang memegang tangan wanita tua itu di bagian yang lain dengan senyum yang terus tersungging di bibirnya.
" terimaksih tuan...." ucap wanita tua itu, ia yang sering berada di Indonesia dengan waktu yang lumayan lama karena urusan pekerjaan sungguh telah mampu dan mengerti dengan bahasa Indonnesia. Ia kemudian tersenyum mengangguk.
" dia nenek anda nona...?! " pria itu mencoba membuka percakapan pada gadis di hadapannya yang nampak masih membantu nenek itu untuk naik ke trotoar.
" tidak...saya melihatnya di sana hendak menyeberang...." jawabnya kemudian tanpa menoleh kearahnya
" baiklah nek...hati hati ya, aku pergi dulu.."
" kau bekerja nak...di mana, siapa namamu ?! " tanya nenek itu
" aku nayra nek...aku bekerja di Ar.co, semoga nenek sehat sehat saja. Aku permisi.." pamitnya kemudian lekas berlalu meninggalkan mereka.
Pria tampan itu terus menatap gadis itu yang kian menjauh dengan cepat karena ia yang sedikit berlari ketika kembali menyeberangi jalan.
" tuan....mari kita kembali " teriak sang sopir dengan bahasa mereka.
" namanya nayra, ia bekerja di Ar.co cari tahu tentangnya " perintahnya kemudian pada sang sopir yang tak lain adalah aasisten pribadinya setelah ia sampai di mobil.
Sejak hari itu ia tak bisa melupakan kejadian itu.
Flass off
" anda melamar wanita bersuami tuan kenan......"
__ADS_1