Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
perlawanan


__ADS_3

Yandi mengepalkan tangannya erat dan rahangnya mengeras.


" tidak akan ada yang boleh mengendalikan diriku, bukan kau atau wanita lain. Jika ada wanita yang ingin aku nikahi kembali maka dia adalah Nayra Azzahwa " ucap yandi menghentikan langkah seorang Katania, wanita itu menoleh. ia sempat terhenyak menatap tatapan seorang pria di bawah sana.


Tak ada lagi tatapan hangat dan mengalah di sana, yang ada adalah tatapan tajam yang penuh intimidasi dan arrogant. Tatapan khas seorang Yan Aditya Rachman yang membuat siapa saja yang berhadapan dengannya akan merasa segan.


" persiapkan dirimu Katania...sebelum duapuluh empat jam yang kau janjikan jika kau tak benar benar mengendalikannya, maka aku pastikan kau yang akan di kendalikan olehnya.


Berbeda dari dirimu..Nayra bukanlah wanita lemah seperti yang kau kira. Dengan atau tanpa diriku itu tak menjadi masalah baginya...kau bukan tandingannya " kata Yandi sembari melangkah dengan tegas keluar rumah mewah itu.


Katania melipat bibirnya dengan sangat rapat, darah seakan mengalir lebih cepat di pembuluh darahnya. Tangannya mengepal erat.


" kau terlalu memuja dirinya Yan...kau akan lihat, aku berkali kali jauh lebih hebat darinya " umpat Katania sembari melangkah cepat kembali berbalik arah kebawah menuju ruang kerjanya. Dia ingin memastikan sesuatu, kata kata Yandi tentang Nayra cukup mempengaruhi kejiwaanya.


Bersamaan dengan itu handphone di tangannya berdering.


" ya...." Katania menjawab dan menghentikan langkahnya


" habisi dia sekarang...jangan gegabah lagi, kita hampir saja kehilangannya karena kebodohanmu " suara di seberang merutuknya dan terdengar geram.


" hmmm..." jawab Katania pelan kemudian menutup telponnya dan melanjutkan langkahnya mengecek cctv yang menghubungkannya ke sebuah ruangan dimana di sana sesosok tubuh masih terbaring tak bergerak. Katania menatapnya tajam sembari menghela nafas.


Sedang Yandi yang melangkah cepat kearah mobilnya segera masuk kedalam.


" hubungi Zack dan Lee, minta mereka mengawasi tempat ini duapuluh empat jam dari sekarang dan pastikan Katania tidak tahu itu " perintah Yandi pada seseorang di telponnya.


Edward menatapnya tak berkedip


" ada apa ?! " tanyanya kemudian


" mereka menculik Nayra..." jawab Yandi


" mereka....Nayra, maksudmu.." tanya Edward sedikit bingung. Siapa yang di maksud mereka oleh Pria di sampingnya itu.

__ADS_1


" Katania...aku yakin dia tidak sendiri, ada orang lain di belakangnya. Tidak mungkin dia mampu melakukannya sendiri terhadap Nayra, aku tahu persis kemampuan istriku "


" istri ?! " lagi lagi Edward memperjelas kalimat yang dia dengar dari Yandi yang masih ia tahu adalah Renald.


" ya...istriku, Nayra " Yandi menjawab dengan jengkel


" jalan..." lanjutnya pada Edward.


" oh...ya ya aku tahu istri yang baru kau nikahi itu maksudmu, so sweet "


" aku tidak bercanda Ed...Nayra istriku meski aku tak menikahinya dua minggu yang lalu " jawab Yandi serius. Edward menghentikan mobilnya tiba tiba, beruntung mereka belum memasuki jalan raya dan masih berada dijalan kompleks yang sepi.


" apa maksudmu Renald ?! " tanya Edward dengan kening berkerut


" aku bukan Renald, aku Yan Aditya Rachman...Nayra adalah istri sahku " jawab Yandi dengan tegas.


" kau...Ar.co ? " pekik Edward yang tahu tentang perusahaan besar itu.


" ya Ar.co milikku "


" aku ingat, sebelum kecelakaan itu aku dan Nayra sedang menyelidiki ketidakwajaran di dalam perusahaanku. Dan aku yakin, apa yang terjadi denganku waktu itu dan penculikan Nayra sekarang ada hubungannya "


" kita harus cepat Ed "


" ah iya...kemana kita ? "


" kembali dulu...aku meminta Maria menemuiku bersama Edo sementara Zack dan Lee mengawasi Katania "


" Edo...maksudmu pengawal Nayra itu ?! " tanya Edward yang merasa pria di sampingnya itu makin rumit.


" Edo dan dua orang temannya itu adalah orang orangku Ed, aku menugaskan mereka mengikuti Nayra kemanapun khususnya Edo " terang Yandi.


Edward mengangguk angguk.

__ADS_1


Di sebuah kamar yang terlihat sangat luas, seseorang yang tengah berbaring diatas pembaringan cukup lama nampk mulai menggerakkan tubuhnya.


" ahh..." Nayra mengerang perlahan, ia merasa tulang tulang di tubuhnya terasa luluh lantak. Seluruh persendiannya seakan terlepas dari tulangnya. Tubuhnya begitu terasa lemas dan seakan tak mampu untuk sekedar digerakkan.


" apa yang mereka suntikkan padaku...Ya Allah, ini sangat sakit, mudahkan urusanku " keluh Nayra memaksa mengangkat tubuhnya.


Bersamaan dengan itu pintu terbuka


" cklek..." daun pintu yang terbuka menampilkan sesosok tubuh tinggi nan seksi dengan balutan pakaian seksinya berwarna merah maroon yang semakin menampilkan kemolekan tubuhnya, aroma wangi parfum yang excotis menguar dari tubuh seksinya.


Tentu bukan parfum kaleng kaleng yang di kenakan wanita seksi itu


" wow....mengejutkan, kau sudah tersadar di waktu yang jauh dari perkiraan nona.....Nayra...." kata Katania sembari sedikit bertepuk tangan.


" kau..." kaget Nayra sembari menengok kesana kemari. Bukankah dirinya telah di bawa Rein tadi, tapi mengapa ia masih bersama wanita ini. Pikir Nayra yang kini telah mampu mendudukkan tubuhnya dan bersandar pada sandaran tempat tidur meski dengan perjuangan keras karena tubuhnya yang sangat terasa lemas.


" siapa yang kau harapan Nayra...Rein ? Apa kau pikir aku bodoh percaya begitu saja dengan tingkah penggemar setiamu itu ?! " lontar Katania membuat Nayra menyipitkan matanya.


Darimana wanita ini tahu akan hal itu. Pasalnya tidak ada interaksi berarti antara dirinya dan Rein selama ini yang mampu membuat seseorang yang baru mengenal mereka akan mengetahui cerita lama itu. Atau jangan jangan...


Katania tersenyum smirk melihat tatapan Nayra padanya.


" kenapa...? kau terkejut bagaimana aku tahu kisah lalu kalian hah..." cibir Katania sembari menyilangkan kedua tangannya di dada


" aku akan memberitahukan sesuatu yang rahasia padamu, jadi kau tidak akan mati penasaran karenanya... " Katania berbicara sambil mencondongkan wajahnya kearah Nayra. Sangat menjengkelkan memang, tapi Nayra tak mampu berbuat banyak..tubuhnya amatlah sangat lemas. Untuk sekedar mengusap wajahnya saja tangannya terasa sangat sulit digerakkan.


" dengarkan baik baik Nayra...aku memang Maritha Maurelia Yelenksy. Dugaanmu selama ini benar nona sialan...aku cukup bangga padamu, entah bagaimana kau sangat mengagumiku hingga meski aku telah merubah seluruh wajahku kau masih saja mengenaliku. Menyebalkan sekali kau " rutuk Katania.


Nayra hanya terdiam tak berkedip menatap wanita itu. Selama ia tahu akan wanita itu, meski sejak sekolah dulupun dirinya tak pernah tahu nama belakangnya.


" apa maumu ?! " tanya Nayra dengan tatapan tajam.


" kematianmu...setelah pernikahan kami esok hari, aku pastikan kaupun akan meninggalkan dunia ini, jadi nikmati waktu waktu terakhirmu. Tapi sebelum itu aku pastikan kau akan menjadi saksi kebahagiannku berasama Yandi " sekali lagi Katania mencibir Nayra dan berusaha menghancurkan kejiwaan wanita itu dengan ucapannya.

__ADS_1


Nayra mengehela nafas tertahan. Pernikahan.....tentu itu adalah pernikahan Renald dan wanita itu yang memang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Tanpa ia ketahui bahwa pria yang ia sangkakan itu telah mengingat segalanya.


__ADS_2