Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
Persahabatan


__ADS_3

"Lihat apa yang dia lakukan" Bisik Ismi kepada Tina.


"Hmm, mungkin dia merasa sedih, karena aku tidak mengundangnya" ujar Tina dengan ke PDannya sembari melipatkan ke dua tangannya di atas perut.


Kletok..Kletok... Kletok...


Terdengar suara langka kaki dari balik pintu kelas.


Selamat pagi anak-anak.


"Buka buku kalian, halaman 43," suru gurunya yang baru masuk kedalam kelas.


~Beberapa hari kemudian~


"Hei, teman-teman ada berita besar" teriak seorang siswa dengan terengah-ngah.


Semua orang yang penasaran, langsung berkumpul mendekati siswa itu.


"Ada apa, ada apa?" tanya orang-orang dengan penasarannya.


"Apa kalian belum dengar, kepala sekolah kita terkena kasus pengelapan dana sekolah" kata siswa itu dengan seriusnya.


"Hhhhh, benarkah?" ucap semua orang dengan kagetnya.


"Wah, gila"


Tidak berselang lamal semua orang tiba-tiba terdiam. Lalu, kembali ketempat duduk mereka masing-masing setelah Tina masuk ke dalam kelas.


Semua orang mulai menatap ke arah Tina, Tina yang hanya bisa diam saja sembari terus menundukan pandangannya, menuju ke tempat duduknya.


"Hmm, dasar tidak tahu malu, masih berani-beraninya ia menampakkan wajahnya di sini" ucap salah satu siswa.


"Dasar anak K*****r"


Tina mulai merasa sangat sedih, matanya mulai berkaca-kaca. Karena ia tidak tahan lagi dengan hina teman-temannya Tina langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu berlarian keluar kelas dengan cepat.


Indah yang melihat Tina pergi ia langsung berdiri dari tempat duduknya. dan berlarian keluar kelas untuk mengejarnya Tina.


"Hiks.. hiks.. hiks.."


Suara tangis Tina yang terdengar dari samping sekolah. Indah yang mendengar itu langsung menghampiri Tina dan berdiri tepat di sampingnya.


"Kenapa kau mau menghinaku juga, kau senang melihatku seperti ini " tanya Tina, dengan matanya yang melihat ke arah Indah, dan air matanya yang terus mengalir di pipinya."


"Hmm, tangisanmu bukan alasan untuk kebahagiaanku" ucap Indah.


"Bukankah kau senang melihat ku seperti ini" lanjut Tina.


"Tidak, aku justru kasihan kepadamu, karena kau merasakan apa yang tidak seharusnya kau rasakan" ucap Indah sembari melihat ke arah Tina.


"Ayo cepat bangun, ikutlah denganku, aku akan memperlihatkan mu sesuatu" Indah yang mengulurkan tangannya kepada Tina sembari tersenyum.

__ADS_1


Tina langsung meraih tangan Indah, mereka mulai berlarian menuju kehalaman belakang sekolah tempat di mana biasanya Indah bersembunyi. Mereka mulai menaiki pagar, lalu duduk di sana, dengan menikmati angin-angin yang berhembus.


"Waw ini sangat Indah, bahkan aku tidak tahu tempat ini" seru Tina dengan ke kagumannya.


"Iya ini sangat Indah, suasana hijau yang membuat hati menjadi damai" rutuk Indah sembari memandangi alam.


"Maaf" ujar Tina kepada Indah.


"Maaf untuk apa?" tanya Indah.


"Karena aku sudah bersikap jahat kepadamu dan selalu mengejekmu," ucap Tina dengan penyesalannya.


"Hmm, tidak ada manusia yang tidak memiliki ke salahan di dunia ini, aku sudah melupakannya," jawab Indah tersenyum ke arah Tina.


"Kenapa kau sangat baik kepadaku, padahal aku sudah sangat jahat kepadamu" lanjut tanya Tina.


"Aiys, kenapa kau tidak bisa diam dari tadi kau sangat berisik sekali" teriak Indah dengan ucapan dan candaannya.


Persahabatan mereka berdua mulai terjalin sejak saat ini.


~Beberapa pekan kemudian~


Akhirnya ayah Tina tidak terbukti bersalah, ayahnya hanya di fitnah oleh orang-orang yang tidak menyukainya.


Hari demi hari terus berlalu, tahun demi tahun sudah terlewati, persahabatan Indah dan Tina semakin erat.


~Beberapa tahun kemudia~



Saat ini indah mulai berkerja paruh waktu, ia sedang berusaha mengumpulkan uang untuk biaya tambahan kulianya. Indah tidak terlalu pintar, tetapi ia mendapatkan beasiswa karena bantuan dari ayah sahabatnya Tina.


Sehingga membuat dirinya tidak diwajibkan untuk membayar uang setiap persemesternya. Dia hanya di peruntukkan untuk membeli buku saja.


Indah memang sangat beruntung kali ini karena ia memiliki sahabat yang sangat baik kepada dirinya, yang sudah merekomendasikan Indah agar mendapatkan beasiswa di Universitas yang sangat bagus dan populer.


Tina dan Indah sudah menjalin persahabatan selama 13 tahun lamanya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama, persahabatan mereka sangat terlihat tulus, bahkan mereka saling menyayangi satu sama lain dan saling membantu satu sama lainnya.


"Hei wanita jelek, aku ingin memesan minum" Tina yang tiba-tiba datang ke tempat indah berkerja.


"Aku tidak melayani wanita gila sepertimu" lanjut ucap Indah yang sedang menggelap meja.


"Hei, beraninya kau bilang aku gila" teriak Tina dengan kerasnya.


"Ah baiklah-baiklah tua putri aku akan mengambilkan mu minum, lalu memasukan racun di dalamnya." Candaan Indah dengan tawanya.


Indah memutarkan tubuhnya, tetapi tiba-tiba ia melihat ke arah pengunjung, yang sedang makan bersama dengan keluarga mereka. Indah merasa sangat Iri karena melihat kebersamaan keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia itu, wajah Indah mulai berubah menjadi murung.


Tina yang melihat hal itu ia langsung menepuk-nepuk bahu Indah, Tina tahu kalau sahabatnya Indah saat ini sedang bersedih. Lalu, Indah pun pergi meninggalkan Tina, perlahan ia melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambilkan Tina minuman.


Dia terus saja memandangi keluarga bahagia itu, secara perlahan air matanya mulai mengalir.

__ADS_1


"Ibu ayah,aku sangat merindukan kalian, apa kabar kalian, apa kalian baik-baik saja sekarang, kenapa kalian belum juga datang untuk menemuiku, apa kalia sudah melupakan aku" pikir Tina dalam hati dengan air mata yang mengalir secara perlahan.


"Ini minumanmu" meletakan minumanya di atas meja Tina.


"Apa kau ada waktu sepulang kerja nanti, ayo kita pergi karaoke bersama," ujar Tina menghibur Indah.


"Hmm, baiklah ayo kita pergi" jawab Indah.


"Bang toyib, bang toyib, kenapa tak pulang-pulang, anakmu-anakmu, pangil-pangil namamu." Dengan suara keras dan cemperengnya.


"Wwwaahhh, Suaramu luar biasa. Jeleknya" ucap Indah.


"Aysss" jawab Tina sembari memadang Indah.


Lalu, mereka bernyanyi bersama berjoget-joget dengan lincahnya, sembari meloncat-loncat seakan-akan rumah mereka sendiri.


~Keesokan harinya~


Hari ini hari pertama Indah berkulia di Universitas terbaik di kotanya. Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya menuju ke dalam kelasnya.


...******...


"Waaahhh, lihat, dia tampan sekali," ucap semua siswi" sambil berteriak-teriak. Lalu, melompat-lompar di pingir jalan dengan kagumnya.


"Waahhh"


"Waahhh"


"Tampan sekali"


Brreeeemm.. brreeeemm..


Bunyi suara mobil yang berwarna hitam berkilau, sedang menuju ke arah parkiran. Terlihat sosok laki-laki yang sangat tampan di dalam mobil itu, yang sedang menyetir mobilnya dengan mengenakan kaca mata hitam.


Ia mulai membuka pintu mobil dan mengeluarkan satu kakinya, yang lalu di lanjutkan oleh satu kakinya lagi. Semua orang tertuju ke arah laki-laki itu.


Semua mata terpesona melihat ketampanannya, dengan tubuhnya yang terlihat sangat tinggi dan atletis, berhidung mancung dan beralis tebal, serta kulit putihnya yang bersinar bak cahaya lampu yang berkilau.


Dia terus berjalan dengan gagahnya, sambil menebarkan pesona-pesona ketampanannya.


"Wahh dia tampan sekali"


"Siapa dia?."


"Wahh, aku ingin memilikinya"


"Lihat bahunya lebar sekali aku ingin memeluknya"


Laki-laki itu terus melangkahkan kakinya menuju ke dalam kelas, semua orang yang melintasinya akan berhenti sejenak untuk mengagumi ketampanan dirinya.


Tetapi tidak untuk indah dengan santainya indah hanya melewati laki-laki tampan itu. Lalu, memalingkan wajahnya seakan-akan tidak ada yang sedang terjadi, bahkan Indah tidak perduli akan hal itu.

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼🌼...


__ADS_2