
Nayra naik keatas pembaringan dan memeluk erat Renald yang kini tidak sadarkan diri.
" kalau boleh saya tahu, siapakah anda nona ?! " tanya Edward tak mampu lagi menahan rasa ingin tahunya.
" aku Nayra yan aditya rachman pada awalnya, tapi pria ini menikahiku secara paksa tadi sore...entahlah, aku tidak tahu apakah aku sudah berganti nama atau belum " jawab Nayra galau dengan terus menatap Renald yang kini ia pangku kembali.
" baiklah nona...saya ada diluar jika anda membutuhkan saya, biasana ia akan tidak sadarkan diri hampir satu hari satu malam, karenanya saya akan menunggu diluar " pamit Edward dan di angguki oleh Nayra.
" terimakasih tuan..." jawab Nayra kemudian
" siapa yang memberikan dia obat itu sebelumnya maria ?! " tanya Nayra kepada Maria selepas kepergian Edward
" nona katania, nona..." jawab Maria
Nayra nampak menghela nafas sembari memejamkan matanya, kembali memeluk erat Renald dan mengikis jarak diantara keduanya.
" mungkinkah ini adalah kau yan....lagi pula, bagaimana ada dua wajah yang sama persis jika kalian bukan kembar..." bisiknya pelan, sembari menempelkan pipinya pada wajah di pangkuannya itu. Entah mengapa ia semakin yakin akan siapa pria ini sebenarnya. Ia tak sadar kata katanya membuat Maria mengernyitkan keningnya.
" nona silahkan berganti pakaian, tuan sudah menyiapkannya untuk anda " kata kata Maria kemudian mencoba mengabaikan apa yang dia dengar membuat Nayra menoleh kearahnya.
" untuk ku ?! " tanya Nayra tak percaya,
" iya nona "
__ADS_1
"baiklah..."
" saya pamit nona, saya ada di depan jika anda membutuhkan saya " pamit Maria dan Nayra mengangguk.
Selepas kepergian Maria, Nayra masih setia memangku dan sesekali memeluk tubuh Renald hingga kemudian ia memutuskan membersihkan diri.
Nayra baru saja selesai mengganti pakaiannya ketika ia melihat Reald membuka mata, Renald menatapnya tak berkedip. Sesaat keduanya saling menatap tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Melihat Renald masih memucat, ia memutuskan mendekat pada pria itu dan menyeka keringat di kening pria itu dengan ujung lengan bajunya.
Renald menarik lengan Nayra hingga ia menunduk dan wajahnya kian dekat pada wajah Renald.
Renald menatap sendu kerah Nayra dan bibir keduanya semakin dekat ketika tiba tiba terdengar teriakan dari luar kamar.
Nayra segera berdiri, dan menahan bahu Renald untuk tetap di tempat ketika melihat pria itu hendak berdiri dari pembaringan.
" Nayra.....keluar kau !! " terdengar teriakan itu lagi.
Renald seakan khawati, ia memegang lengan Nayra
" tak apa jangan khawatir, ada Maria dan yang lain di depan. Apa menurutmu mereka akan membiarkan aku dalam bahaya ? " Nayra mencoba menenangkan pria itu dan berhasil.
Renald menggeleng, wajahnya terlihat sedikit lega.
__ADS_1
Segera Nayra melepaskan pegangan tangan Renald pada pergelangan tangannya dan berjalan menuju pintu.
" cklek..." Nayra membuka dan menutup pintu kembali dengan cepat ketika Katania hendak menerobos masuk ke dalam kamar. Empat orang selain keduanya menatap tak berkedip kearah Nayra yang hanya memakai kerudung panjang kebawah warna dusty tanpa cadar.
sungguh wanita itu menggambarkan sosok wanita yang selalu di bicarakan Renald dalam mimpinya.
Cantik, lembut, berwibawa dan....dingin.
" plakk...." sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nayra membuat Maria, Zack serta lee hendak bertindak namun segera di hentikan Nayra dengan mengangkat satu telapak tangannya sembari tatapannya tajam kearah wanita di hadapannya itu.
" lancang...kau menutup pintu kamar calon suamiku untukku....?? " bentak Katania
" kau benar benar wanita murahan, tidak tahu malu. Kemaren kau bersamanya diluaran, dan sekarang...kau berani masuk kedalam kamarnya.."
Kembali Katania kembali membentak Nayra.
" nona.." Maria besuara khawatir di sisi Nayra namun sekali lagi Nayra menghentikannya.
" oh...kalian berada di pihaknya ? Kalian lupa siapa majikan kalian ? " kata Katania lagi sembari menatap satu persatu orang orang di sekitar Nayra bukan lagi orang orang yang selalu bersama wanita itu melainkan orang orang yang selalu bersama Reald satu tahun belakangan ini.
Tatapan matanya terhenti pa sosok pria tampan yang berdiri agak kebelakang di belakang Zack. Katania sedikit mengerutkan keningnya.
" minggir...." Katania hendak merangsek masuk namun tanpa ia duga Nayra justru menahan dadanya dan mendorongnya kebelakang hingga menabrak dinding membuat wanita itu membelalakkan matanya tak percaya.
__ADS_1
" kau..." Katania menggemeratakkan giginya dan mengepalkan jemari tangannya.
" siapa dia sebenarnya...?! " tanya Nayra kemudian dengan tatapan tajam setajam belati kearah Katania.