Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
sedikit terbuka


__ADS_3

Di sebuah kamar yang indah, jam di dinding menunjuk angka sebelas malam.


Seorang wanita yang membungkus tubuhnya dengan selimut tebal nampak bergerak gerak hingga membangunkan seorang pria yang tidur sembari mendekapnya di sisinya.


" kau bangun..kau lapar, mau makan ?! " tanya liam setelah ia lebih dulu bangkit dari tidurnya yang hanya dengan memakai boxer saja.


Laura menatapnya sejenak, ia masih saja terpesona setiap kali menatap tubuh atletis yang telah mengungkungnya sejak sore tadi seperti dulu sebelum ia pergi meninggalkan laki laki itu.


" hmmm..." jawabnya kemudian. Liam nampak mendekat sedikit menaikkan tubuh laura kemudian membungkus tubuh itu dengan sempurna dengan menggunakan selimut yang telah lebih dulu di pakai laura.


" biar aku hangatkan dulu...ini sudah dingin " liam hendak berlalu dari kamar sembari membawa piring


" tidak usah itu saja..." cegah laura


" tapi ini dingin.."


" tak apa, aku akan tetap memakannya...kau sudah tidak memberiku makan sejak siang tadi, bahkan di acara nayra kau bahkan tidak mengizinkan aku makan..." laura merajuk, keduanya memang selalu seperti itu.

__ADS_1


Laura akan selalu merajuk setiap kali pada liam dan liam akan selalu sabar dan telaten memenuhi keinginan sang istri.


" siapa suruh kau berdandan secantik itu.....lain kali jangan berdandan secantik itu jika tak bersamaku..." jawab liam sembari menyendokkan makanan pada laura


" biar aku makan sendiri...." pinta laura dan di jawab gelengan oleh liam


" biar aku menyuapimu...biasanya juga begini " jawab liam dan di jawab cebikkan oleh laura. Sejak menikah liam memang lebih sering merawatnya.


" makan yang banyak...kau akan membutuhkan banyak stamina malam ini " liam mengedipkan sebelah matanya menggoda sang istri.


" ckkk....kau tak makan....?! " tanya laura setelah berdecak dengan kelakuan sang suami.


" dasar mesum...." jawab ketus laura dan liam tertawa lebar mendengarnya.


Laura telah menghabiskan satu piring dengan di suapai liam, ia benar benar merasa lapar dan kelelahan, kemudian liam mengambil satu pil dan langsung menyuapkan pada sang istri. Dan tanpa sempat bertanya laura pun menurut.


" obat apa itu..?! " tanya laura kemudian. Liam menaruh gelas di meja kemudian mendudukkan tubuhnya disamping laura sambil menyenderkan kepalanya pada sandaran tempat tidur, tangannya merengkuh tubuh laura kemudian mencium keningnya agak lama.

__ADS_1


" aku mencintaimu..sangat, semoga akan cepat ada dia di sini agar kau tak sembarangan lagi bicara padaku..." bisiknya di telinga laura sambil menggosok gosok pelan perut datar sang istri, kemudian menyibak pelan selimut itu dan mencium perut laura membuat wanita itu spontan menutupi area dadanya yang terbuka karena liam yang menyibak selimut tiba tiba.


" dasar...modus..." cebik laura menarik kembali selimutnya dan liam tertawa lebar


" pakai bajumu....kau tak dingin ?! " tanya laura kemudian


" hmmmm....." liam menggeleng tanda ia menolak permintaan laura


" kalau begitu, aku saja...minggir aku mau mandi dan pakai baju...." kata layra hendak berdiri namun di tahan oleh liam.


" begini saja biar gampang dan lebih cepat kalau aku mau..." goda liam lagi pada laura dan wanita itu diam saja karena bingung harus menjawab apa.


Tak ada suara apapun dari keduanya dalam beberapa menit, hanya liam yang semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri. Dan menjatukan wajahnya pada ceruk leher jenjang laura.


" katakan padaku..kenapa kau ingin menghancurkan keluargaku..." laura bertanya dengan serius


" laura....ayolah, jangan merusak momen kita ini...pliass " liam masih menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istrinya

__ADS_1


" liam...kumohon..." laura sekali lagi berucap tegas, liam menarik wajahnya dari leher laura dan mengusapnya dengan kasar, ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan berat.


__ADS_2