Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
penyesalan


__ADS_3

Hendra Kurniawan berdiri di sisi jendela menghadap pemandangan luar dari jendela kaca apartemennya.


Sesekali ia terdengar menghela nafas.


" apa yang sudah aku lakukan....apa yang harus aku lakukan sekarang ? " bisiknya pelan sembari memejamkan mata sejenak.


Gambaran demi gambaran perlakuan dan tindakan tidak baiknya terhadap keluarga Wirhahadi Aditya Rachman terus berputar di otaknya bagai kaset rusak.


Menyesalkah pria itu kini, tentu....ia sangat menyesal,ia telah salah menghukum orang lain atas kesalahan yang di buat oleh keluarganya sendiri.


Sementara itu di sebuah rumah besar berlantai dua yang bergaya minimalis namun nampak elegan.


Di sebuah kamar utama, terjadi drama yang memang selalu akan terjadi hampir disetiap harinya.


Seorang pria jangkung nampak terus menempel bagai cicak pada seorang wanita yang tingginya hanya sebatas dadanya itu.


" sayang...taruh ih, kau menduakan aku dengannya " Yandi merengek seperti anak kecil merebut majalah ditangan Nayra.


Nayra menggelengkan kepalanya.


Yandi tiduran di pangkuan sang istri yang tengah duduk di pinggiran tempat tidur sembari kedua tangannya melingkar di perut Nayra juga wajahnya yang ia tenggelamkan disana.


" anaknya dedy lagi apa ?! " tanyanya sembari mencium perut Nayra.


Semenjak di nyatakan hamil satu bulan yang lalu Yandi cenderung lebih manja sekaligus posesif dengan sang istri.


Hampir ia tak pernah membiarka Nayra beraktifitas sendirian. Dimana ada Nayra di pastikan ada Yandi begitupun sebaliknya.


Yandi seakan ketakutan jika tidak membawa Nayra turut bersamanya atau ia yang tak membersamai sang istri.


dia lebih memilih menjalankan perusahaanya di rumah saja.


" kamu gak ngantor lagi yan ?! " tanya Nayra sembari mengelus kepala Yandi.


Yandi menggeleng dengan tetap menelusupkan wajahnya keperut sang istri.


" dia udah umur berapa bulan yang ?! " tanyanya


" dua bulanan kan...emang kenapa ?! "


" gak papa...gak sabar aja pengen liat dia " jawab Yandi


" kamu..." jawab Nayra tersenyum sambil mencium pipi Yandi

__ADS_1


" jangan mancing mancing sayang...."


" ha ha ha....kamu ada ada aja, mana ada mancing mancing, kamu aja kali yang gampang kepancing. Dasar mesum, sarapan yuk...laper nih anak kamu " pinta Nayra dengan memakai anaknya sebagai alasan karena jika tidak, bisa bisa Yandi akan melarangnya keluar kamar seharian.


" Bentar aja ya...habis sarapan kita balik lagi kesini, aku gak mau ada apa apa sama kamu kalau kebanyakan aktifitas "


Nayra mencebikkan bibirnya


 " bosen kali Yan di kamar melulu sepanjang hari..."


" kok bosen si sayang...kan ada aku, kamu jangan bilang ya bosen sama aku " Yandi mulai merajuk.


Nayra kembali mencebik


" mulai lagi deh...!! omel Nayra


" kamu gak lagi bosen kan sama aku sayang, sayang...." panggil Yandi yang melihat Nayra mulai berdiri


" enggaklah....ngapain bosen bosen segala sama kamu, kamu nya aja tuh yang kayak anak kecil. Yang hamil itu kan aku harusnya aku yang manja sama kamu tapi ini malah apa....kebalik tahu nggak " jawab Nayra sewot mengingat perubahan sikap Yandi yang semakin manja padanya sejak dia hamil.


Makan selalu minta di suapi, kemana mana nempel kayak perangko dan gak tahu tempat hingga terkadang membuat Nayra tidak enak sendiri pada para penghuni rumah yang lain.


" bukan kebalik sayang...tapi karena aku yang memang cinta banget sama kamu. Ini itu bukti cinta aku ke kamu. Kamu mah apa....gak ada bukti sedikitpun kamu tunjukin cinta kamu ke aku "


" iyalah...mana cobak, manggil aku aja selalu pakek nama...Yan Yan...apa cobak. Mana pernah kamu manggil aku sayang..." kata Yandi sembari mengerucutkan bibirnya.


" iya ya....harusnya tiga tahun kemaren itu kesempatan aku nglupain kamu ya emptm..." Nayra tak mampu melanjutkan kata katanya karena keburu Yandi membungkam mulutnya dengan bibirya.


" awas ya kalau kamu ngomong gitu lagi..." omel Yandi


" kamu sih...kalau aku gak cinta sama kamu, aku gak akan yakin kamu masih hidup dan nunggu kamu"


" iya iya aku percaya....aku tuh cuma pengen kamu manja sama aku aja gitu lo yang...."


" mau manja gimana ? Orang udah kamu duluin manjanya " kembali Nayra mengomel.


Dan lagi lagi Yandi memeluknya dari belakang dan mencium pucuk kepala wanita itu.


" coba liat...badan kamu yang segede gambreng gini kok bisa bisanya manja sama aku yang badan aja udah mini kayak gini " cebik Nayra membuat Yandi tertawa lebar.


" aku suka kamu yang tingginya segini....bikin aku makin sayang sama kamu. Kamu tahu gak sih yang ? Dulu tiap liat kamu aku tuh kayak yang amazing aja gitu "


" kok " Nayra mengerutkan keningnya

__ADS_1


" iya...kamu yang tingginya cuman segini aja tuh, bisa ngelakuin apa apa sendiri. emang apa yang bisa di lakuin sama kamu...buat cowok berlomba dapetin kamu aja kamu sukses "


" ih....mana ada seperti itu, kok kesannya aku tebar pesona gitu sih " Nayra cemberut, membuat Yandi langsung mengecup bibir itu.


" kamu gak tebar pesona aja udah pada terpesona sama kamu gimana kalau kamu tebar pesona bisa mampus aku karena cemburu yang..." omel Yandi lagi.


" aku gak sabar pengen liat perut kamu besar yang....tapi aku juga kayak gak tega gitu "


" kenapa gak tega ?!" tanya Nayra bingung dengan ucapan sang suami


" badan kamu segini terus perut kamu besar...pasti kamu kalau mau apa apa bakal kesulitan "


" ya itu yang namanya sedang berjuang Yan.....kamu doa in aja aku biar aku ikhlas ngejalaninya dan gak sia sia lelah yang kurasakan "


" cup....tentu saja, aku pasti akan selalu ada sama kamu, jadi kamu yang semangat ya buat anak kita " jawab Yandi sambil lagi lagi mencium Nayra


" hemmmm ...." Nayra mengangguk dan gantian dirinya yang memeluk sang suami.


" tiga tahun perpisahan kita, ada banyak yang telah kita lewati. Sejak pertama aku melihatmu hingga akhirnya aku mampu memilikimu...seakan semua di bayar dengan lunas ketika aku mendengar kau hamil sayang, maaf jika selama ini aku kurang mampu menjaga mu " ucap Yandi di sela sela pekukannya pada Nayra.


Nayra semakin mengeratkan pelukannya.


" Ayo kita sarapan...katanya anakku lapar hemmm " ajak Yandi


" hmmm " Nayra menuruti ajakan sang suami.


" pagi...." sesampainya Yandi dan Nayra turun keduanya telah di sambut Kris dan Bunga yang kini tengah hamil besar juga, usia kehamilannya telah enam bulan. Keduanya telah ada di meja makan.


" hei...kapan datang ?! " tanya Nayra segera melerai pelukan sang suami padanya dan berhambur memeluk Bunga.


" awas sayang...kau membuat jantungku copot saja sayang. Hati hati lah...." omel Yandi melihat Nayra yang sedikit berlari mendekat kearah Bunga.


Maria yang kebetulan hendak masuk juga ikut tertawa melihat kepanikan Yandi.


" ada apa Maria...kau mentertawakan aku hah...?! "


" tidak tuan Renald....hanya sedikit ingin tertawa " jawab Maria, ya Maria, Zack dan Lee juga Edward tetap memanggil Renald kepada Yandi


" awas kau ya...aku akan memotong gajimu bulan ini plus tanpa bonus karena telah mentertawakan aku" ancam Yandi pada Maria membuat wanita cantik itu melotot sambil menutup mulutnya


" hei....apa kau bilang sayang...... ?! Memotong gaji Maria dan tidak memberinya bonus bulan ini ? " tanya Nayra


" tidak...kau hanya salah dengar sayang...ya kan Maria ?! " Yandi segera menjawab dan di angguki oleh Maria dengan wajah menahan tawa sehingga membuat seisi ruang makan itu tertawa di buatnya.

__ADS_1


__ADS_2