Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
Penasaran


__ADS_3

Indah terus melangkahkan kedua kakinya menuju ke dalam kelas, tanpa sedikit pun memperdulikan laki-laki tampan yang tepat berada di sampingnya itu, Ia tetap fokus dengan jalannya saja.



Laki-laki itu bernama Teo Pratama, biasa di panggil Teo, dia anak pewaris tunggal dari Pengusaha kaya raya, ayahnya termasuk salah satu orang terkaya di Negaranya dia sangat tampan dan juga baik hati.


Teo di juluki Playboy oleh teman-temannya, padahal Teo sendiri belum pernah pacaran dengan siapa pun sebelumnya. ia hanya suka tebar pesona saja kepada setiap wanita, dirinya pun tidak pernah merasakan apa itu yang namanya jatuh cinta.


Teo hanya ingin membuat para gadis jatuh cinta kepadanya, setelah itu dia akan meninggalkannya tanpa kepastian. Dirinya sangat senang mempermaikan perasaan setiap wanita yang menyukainnya.


Tidak ada satu pun wanita yang bisa luput dari pesonanya, semua gadis yang melihatnya akan terpesona oleh ketampanan dirinya. Tatap matanya yang tajam seakan-akan mengetarkan hati setiap wanita yang melihatnya.


Senyum manisnya yang bisa melulu lantakan hati setiap gadis yang melihatnya. Tetapi itu semua tidak berlaku untuk Indah, Indah sendiri pun tidak pernah perduli apa itu yang namanya cinta.


Dirinya hanya sibuk berkerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja, Indah tidak ada waktu untuk berkencan bahkan ia juga tidak ada waktu untuk mencintai siapa pun, kecuali kedua orang tuannya, saudaranya dan juga sahabatnya.


...~~~...


Sesaat setelah Indah melewati Teo dengan santainya, tanpa sedikit pun memperdulikan ketampanan Teo, bahkan Indah pun tidak tahu kalau Teo adalah lelaki tertampan di Kampusnya dan juga idola para gadis.


Di mata Indah, Teo sama seperti laki-laki lainnya tidak ada beda sedikit pun bagi Indah, bahkan Indah tidak merasa tertarik sedikit pun kepada Teo.


 


...~~~...


Tetapi di sisi lain Teo merasa sangat penasaran dengan Indah, yang sama sekali tidak terpesona oleh ketampanaannya, bahkan Teo melihatnya secara langsung di mana di saat Indah sedang memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Waa, kenapa gadis itu tidak melirikku sama sekali bahkan dia langsung mengalihkan pandangan matanya, apa dia buta, kenapa dia tidak terpesona oleh ketampananku" pikirnya dalam hati, sambil membayangkan kembali saat-saat di mana indah sedang memalingkan wajahnya.


Dengan rasa penasarannya Teo terus melangkahkan kakinya menujuh ke arah kelasnya, sambil menebarkan pesona-pesona ketampanan miliknya.


Tetapi sesaat setelah tiba di depan kelasnya, Teo melihat Indah yang sedang duduk di ujung kelas, Teo tidak menyangkah bahwa dirinya akan satu jurusan dengan Indah, perlahan ia melangkahkan kakinya.


Semua orang di kelas itu langsung memandangi Teo sambil mengagumi ketampannanya.


"Waaahh, dia tampan sekali."


"Waahhh, ternyata dia satu kelas dengan kita" bisik para gadis di kelasnya.


Indah pun masih tetap tidak perduli akan hal itu, Indah hanya melihatnya sekali lewat saja, itu pun karena ia terkaget mendegar teriak-teriakan dari teman-temannya yang sedang mengagumi ketampan Teo. Lalu, ia langsung memalingkan kembali wajahnya ke arah jendela.


Secara perlahan Teo langsung menghampiri Indah. Lalu, duduk di sampingnya. Semua orang sontak merasa iri kepada Indah yang bisa duduk di samping Teo, bahkan Indah sendiri pun tidak tahu jika Teo sedang berada di sampingnya.


"Waah aku iri sekali kepada gadis itu"

__ADS_1


"Kenapa dia harus duduk di samping gadis itu, padahal aku lebih cantik darinya."


 


Kemudian Teo memandang ke arah indah, dengan wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Indah dan tangannya yang di letakan di kedua pipi. Tiba-tiba di saat indah memalingkan wajahnya Ia langsung terkaget, dan dengan tangannya secara refleks Indah langsung mendorong wajah Teo.


"Wwwaaaww" Teriak Indah dengan kagetnya seperti melihat hantu.


"Siapa kamu, Kenapa kamu duduk di sampingku" tanya Indah sambil menempelkan tubuhnya ke dinding.


"Aku adalah Takdirmu," gombal Teo dengan senyum manisnya sambil mendekatkan wajahnya.


"Berhenti bicara omong kosong" ucap Indah dengan tegasnya.


"Pergi dari sampingku duduklah di tempat lain" Indah dengan suaranya yang keras.


"Tidak mau, aku suka duduk disini" tolak Teo dengan senyuman-senyuman manisnya.


"Baiklah, tapi jauhkan sedikit tempat dudukmu dari tempat dudukku" suru indah dengan kesalnya


"Baiklah" mengeserkan tempat duduknya.


Lalu, Teo mengeserkan sedikit tempat duduknya. Teo pun semakin penasaran dengan sikapnya Indah yang terlihat sangat dingin, bahkan tidak tertarik sama sekali kepada dirinya. Teo terus memandangi Indah, sambil meletakan tangannya di atas dagu.


Teo hanya tersenyum mendengar ancaman dari Indah, dan membuat Indah semakin menarik di mata Teo.


"Wahh, kau sangat manis, maukah kau berkencan denganku," dengan spontan Teo mengatakan hal itu sambil memandang ke arah Indah.


"TIDAK MAU !" dengan tegasnya jawab Indah.


"Kenapa kau langsung mencampahkanku begitu saja" teriak Teo kepada Indah dengan kuatnya. Hingga membuat semua orang-orang menoleh ke arah mereka berdua.


"Tutup mulut mu, aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapa pun" kata indah sambil memandang ke arah jendela dan meletakan tanganya di pipi.


Tiba-tiba Indah meneteskan air matanya ia kembali merindukan kedua orang tuanya, dengan tidak sengaja Teo melihat indah yang sedang menangis.


"Ya, ya kenapa kau menangis?" tanya Teo kepada Indah.


"Bukan urusanmu" beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan kelas.


"Ada apa dengannya, apa dia marah kepadaku, seharusnya yang marah itu aku bukan dirinya, karena dia telah mencampakan aku begitu saja, bahkan dia gadis pertama yang mencampahkanku begitu saja, aahh, dasar gadis yang sangat aneh" rutukan-rutukannya.


...~~~...


Tiba-tiba datang seorang gadis yang berjalan bak model, dengan rok yang sangat pendek, dengan ke dua teman-temannya yang datang secara tiba-tiba ke kelas Teo. Semua laki-laki memandangi gadis itu dan terpesona akan ke cantikannya.

__ADS_1


"Wahh, dia sangat cantik,"


"Wahh, kakinya sangat panjang, dan tubuhnya yang sangat langsing." Gosip para lelaki hidung belang.


Gadis itu bernama Eliza, ia gadis yang sangat cantik, bertubuh tinggi dan berdada besar, wajahnya yang full makeup, ia gadis yang sangat populer dan juga centil.


Eliza gadis yang di idola-idolakan, para lelaki di kampusnya. Semua laki-laki mengagumi ke cantikannya dan berharap bisa menjadi kekasihnya.


Perlahan eliza menghampiri Teo dengan PDnya, bejalan berlangak lengok bak model papan atas.


"Apa kau Teo, perkenalkan aku Eliza" eliza dan ke PDannya.


"Ada apa?" tanya Teo.


"Apa kau ada waktu malam ini, mau pergi bersamaku," tanya Eliza sembari meletakan tangannya di atas meja Teo.


"Aku tidak ada waktu untuk pergi bersamamu," Sambil berdiri dari kursinya lalu pergi meninggalkan Eliza.


Eliza pun merasa sangat kesal, sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Cup-cup," ucap temannya, menenangkan Eliza.


"Eliza keluar denganku saja."


"Eliza aku ada waktu malam ini."


"Eliza aku siap menemanimu ke mana pun kau mau pergi." Teriak para lelaki hidung belang.


...~~~...


"Darrr, sedang apa kau di sini" Tanya Tina kepada Indah.


"Apa kau menangis lagi?" lanjut tanya Tina.


"Hiks, hiks, hiks, aku sangat merindukan ibuku saat ini" memeluk Tina.


Tina langsung menepuk-nepuk bahunnya Indah sambil memeluknya, Tina tidak tahu lagi harus bicara apa, ia pun ikut merasa sedih melihat sahabanya menangis.


"Tina bagaimana rasanya punya kedua orang tua yang selalu berada di sampingmu," tanya Indah kepada Tina.


Tina hanya bisa terdiam mendengar perkataan Indah sambil memeluknya, Tina pun tidak tahu harus menjawab apa.


"Tenanglah, suatu saat orang tuamu pasti akan kembali untuk menemuimu" berusaha menghibur Indah.


...🌼🌼🌼🌼🌼...

__ADS_1


__ADS_2