Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
Jatung Berdetak Kencang


__ADS_3

Sambil melangkahkan kakinya, Indah dan Tina pergi menuju ke kantin bersama, karena semua meja kantin di bagian depan sudah penuh, jadi dengan terpaksa mereka harus duduk di bagian yang paling belakang.


"Apa kau ingin makan sesuatu" tanya Indah kepada Tina.


"Aku Ingin makan mie" jawab Tina sambil menatap ke layar ponselnya.


"Baik, tunggulah aku akan memesankannya sekarang" ucap Indah sambil pergi melangkahkan kakinya.


"Iya" lanjut jawab Tina.


~Beberapa menit kemudian~


"Ini miemu" sambil meletakan mienya dia atas meja.


"Terima kasih, Muah" ucap Tina.


Mereka segera melahap mienya, tetapi di saat mereka sedang asik melahap mienya.


Tiba-tiba Teo muncul, semua wanita mulai menjerit dan mendekati Teo, Kantin mulai menjadi sangat ramai dan sangat berisik dari sebelumnya.


Suasana menjadi semakin tidak nyaman dari sebelumnya. Bahkan gadis-gadis itu rela meninggalkan makan mereka masing-masing, lalu pergi menghampiri Teo.


Terlihat semua wanita telah mendekatin Teo, kecuali indah yang hanya sibuk sendiri dengan mienya. Indah tidak perduli dengan hal itu, bahkan dia hanya melirik Teo sekali lewat saja, lalu ia Kembali fokus dengan makanannya.


"Indah, Indah, lihatlah pacarmu datang, waah, dia sangat tampan sekali" puji Tina sambil beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi menghampiri Teo.


"Diamlah, dia bukan pacarku" jawab Indah sambil melahap mienya.


Teo yang melihat indah sedang duduk di ujung sendirian, ia langsung datang menghampirinya.


Lalu, ia duduk di hadapan Indah, bahkan indah sendiri pun tidak tahu kalau Teo sedang duduk di hadapannya.


"Wah kenapa dia pergi ke sana"


"Waah kenapa dia menghapiri gadis jelek itu" ujar salah satu gadis di sana.


"Hei, mauku pukul kau" ancam Tina kepada siswi di sana yang menghina Indah.


"Apa itu enak" tanya Teo penasaran sambil duduk menghadap Indah.


"Kenapa suaramu berubah menjadi seperti suara laki-laki'' ujar Indah sambil memasukan mienya ke dalam mulutnya, yang ia pikir itu suara Tina.


"Ya, kau pikir aku perempuan" teriak Teo dengan kerasnya.


Perlahan indah langsung mengangkat kepalannya, dengan mie yang masih mengulur panjang di mulutnya, dia hanya bisa terdiam dan perlahan menelan mienya.

__ADS_1


Matanya mencari Tina ke sana kemari.


"Ya, kenapa kau berdiri di sana, duduklah habiskan segera makananmu" panggil indah kepada Tina.


Tina pun langsung menghampiri indah lalu duduk kembali di sampingnya.


Indah tetap melanjutkan makannya karena ia takut mienya akan segera mengembang, bahkan dia tidak memperdulikan teo yang ada di hadapannya.


Teo dengan kesalnya lalu mengambil mie Indah secara tiba-tiba dan langsung memakannya.


"Ya, kenapa kau mengambil mieku" teriak indah dengan kesal.


"Aku sangat lapar" ujar Teo dengan lahap memakan mienya.


"Aiys" dengan kesalnya memandang ke arah Teo.


Perlahan Tina mengeserkan kursinya mendekat kepada Indah.


"Sepertinya dia sangat menyukaimu" bisik Tina sambil tersenyum lebar.


"Berhenti bicara omong kosong" balas bisik Indah kepada Tina dengan tegas.


Tina tersenyum bahagia karena akhirnya ada lelaki yang benar-benar sangat menyukai sahabatnya itu, Tina merasa tidak perlu khawatir lagi tentang kisah cinta sahabatnya itu. Karena Tina tau bahwa Teo memang benar-benar sangat menyukai Indah.


"Waahh, ini sangat enak" ucap Teo setelah menghabiskan mienya.


"Hahahhha" Indah tertawa sendiri sambil membayakannya.


Tina dan Teo pun merasa heran sambil melihat ke arah Indah.


"Kau kenapa, apa kau sudah menjadi gila sekarang" tanya Tina kepada Indah.


"Tidak" jawab indah dengan singkat.


Teo pun tersenyum ke arah Indah, entah kenapa hatinya mulai merasakan getaran-getaran aneh, jantungnya mulai berdetak kencang.


Tetapi Teo tidak tahu apa-apa soal itu, karena dia belum pernah merasakan sebelumnya, Teo langsung memegang dadanya, dan berfikir bahwa dirinya sedang terkena serangan jantung. Lalu ia beranjak dari tempat duduknya, dan langsung pergi meninggalkan Indah, karena dia syok dengan keadaan jantungnya.


"Mau kemana dia" tanya Tina dengan heran.


"Entahlah aku tidak perduli" ujar Indah.


Teo pun memutuskan untuk pergi ke Dokter ia ingin memeriksakan kesehatan jantungnya, yang di pikir olehnya bahwa dia sedang terserang penyakit jantung.


"Apa yang kau rasakan" tanya Dokter kepada Teo sambil memeriksa jantungnya.

__ADS_1


"Jantungku tadi berdetak sangat kencang dua kali lipat dari biasanya" kata Teo dengan polosnya.


Lalu, Dokter memeriksanya, bahkan Dokter sudah memeriksannya lebih dari satu kali.


"Apa aku terkena serangan jantung Dok" tanya Teo dengan takutnya kepada Dokter.


"Tidak, jantungmu baik-baik saja, tidak ada masalah sedikit pun di jantungmu, bahkan tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap Dokter.


"Benarkah Dok, tapi kenapa jantungku tadi berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya" ucapnya Teo.


"Mungkin kau hanya panik saja" ucap Dokter.


Teo pun merasa lega karena dirinya tidak terkena serang jantung, dan akhirnya ia mulai merasah tenang kembali, rasa takutnya perlahan mulai menghilang. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kampusnya lagi.


...🌼🌼🌼...


Dengan perlahan Teo mulai melangkahkan kakinya menuju ke dalam kelas, di saat ia tepat di depan kelas matanya langsung tertuju kepada indah, yang sedang menghadap keluar jendela kaca.


Tetapi kali ini yang di rasakannya sangat berbeda, Teo merasa sangat senang saat melihat indah, hatinya seakan-akan merasa sangat nyaman saat berada di samping Indah.


Rasa yang di rasakan olehnya sangat berbeda dari biasanya, tetapi ia masih belum mengetahui rasa apa yang di rasakannya saat ini. Teo pun tidak tahu kalau dirinya saat ini sedang jatuh cinta, karena sebelumnya Teo tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.


Perlahan ia mulai melangkahkan kakinya, menuju ke arah kursinya. Lalu, secara tiba-tiba Indah menoleh ke arah dirinya, Teo pun merasa kaget, jantungnya mulai kembali berdetak lebih kencang, Teo langsung memegangi dadanya.


Indah yang melihat hal itu langsung bertanya kepadanya.


"Kamu kenapa" tanya indah sambil memegang bahu Teo.


Jantung Teo pun berdetak lebih kencang lagi di saat Indah menyentuh bahunya. Kemudia Teo langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu pergi keluar kelasnya, dengan langka kakinya yang lebar dan cepat, untuk menemui Jim.


"Hm, Ada apa dengan dirinya" indah pun penasaran sambil melihat ke arah Teo yang melangkahkan kakinya dengan cepat.


"Mungkin dia mau BAB" pikir Indah dalam hati.


...🌼🌼🌼...


lalu ia menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kepada Jim.


"Benarkah aku sedang jatuh cinta" tanya Teo kepada Jim.


"Iya, kau sedang jatuh cinta saat ini, tapi wanita hebat mana itu yang bisa melulukan hatimu" tanya Jim kepada Teo.


Teo langsung tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa jatuh cinta, tapi dia sendiri tidak tahu sedang jatuh cinta kepada siapa.


"Aku pun tidak tahu wanita mana yang mebuatku jatuh cinta" ucapnya.

__ADS_1


"Apa aku sedang jatuh cinta kepada gadis aneh itu, ahh tidak mungkin" teriak Teo.


...🌼🌼🌼🌼🌼...


__ADS_2