Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
waspada


__ADS_3

Di sebuah rumah besar di belahan bumi lainnya nampak seorang pria paruh baya yang masih nampak tampan dan segar terlihat sedang memutar mutar gelas diatas meja ketika seorang pria yang hampir seumuran dengannya datang dan mendekat padanya.


" tuan mahyong..." sapa pria itu sembari menundukkan kepalanya


" hmmm katakan puguh..."


" sepertinya nona katania akan segera kehilangan pria itu lagi.."


" ekmm !! "


Tuan Mahyong terdengar berdehem pelan sebelum akhirnya ia berdiri dari duduknya melangkah sedikit kedepan menatap hamparan bunga yang di tanam di taman teras belakang rumah besarnya itu.


" sudah kuduga, gadis menyedihkan itu pasti akan mengalami kegagalan yang sama " kata pria paruh baya itu


" menantu kedua aditya itu sungguh memiliki pesona yang tak terbantahkan. Bahkan pria sekelas kenan dan William pun di buat bertekuk lutut di hadapannya " sambungnya lagi


" membuat seorang pria dua kali jatuh hati padanya...sungguh lucu " cibirnya dengan tersenyum miring.


" bagaimana kabar Alan, puguh ?! " tanyanya kemudian


" kami masih kehilangannya tuan " puguh menjawab sembari menunduk dalam.


" kau cepat temukan dia puguh, atau dia akan menghancurkan rencana kita lagi "

__ADS_1


" baik tuan.." segera Puguh berlalu dari ruangan itu.


Beberapa saat kemudian nampak pria tampan mendekat kearah tuan Mahyong lagi, ia nampak memberi salam kemudian duduk di samping pria itu berdiri.


" bagaimana kabarmu Agustin ?! " sapanya pada pemuda tampan itu.


" aku baik baik saja ayah " jawab pria itu


" kita berhasil memasukkannya ayah...kali ini aku yakin mereka tidak akan mampu menduga langkah kita " jelas pria tampan itu dengan wajah tenang.


" kau dengar yang terjadi beberapa hari ini ?! " tanya tuan Mahyong pada Agustin dengan kening yang berkerut.


" ayah..wanita itu tidak lagi di Ar.co, dia sedikit mengendurkan pengawasannya di Ar.co karena pria tua itu sendiri yang kini mengambil alih kepemimpinan Ar.co " terang Agustin pada sang ayah angkat. Tuan Mahyong nampak mngernyitkan keningnya.


" ada apa ayah ?!"


" bagaimana keadaannya ?! "


" entahlah ayah, aku tak pernah lagi melihatnya, Kris pelaksana tugasnya " jawab Agustin lagi, membuat tuan Mahyong mengepal erat tangannya.


" temukan alan secepatnya Agustin, dia bisa menjadi bom waktu bagi kita " perintah pria paruh baya itu dengan suara sedikit terdengan bergetar.


Selepas kepergian putra angkatnya, Agustin..tuan Mahyong menghela nafas panjang dengan wajah penuh kebencian.

__ADS_1


" kenapa sulit sekali menghancurkanmu Aditya, kau sungguh harus bertanggung jawab pada kakakku " suaranya terdengar lirih namun penuh dengan penekanan dan dendam.


Puguh dan Agustin yang telah ia selipkan di Ar.co hampir enam tahun lamanya tak mampu melaksanakan tugas mereka dengan baik dan bahkan berakhir dengan segala rencana mereka yang selalu gagal oleh sepak terjang Nayra pada awalnya sebagai head of planning budgeting produck manager dan juga sang suami Yan Aditya Rachman selanjutnya.


Terakhir, kembali ia menelan pil pahit kegagalan ketika Nayra mampu mengendus gelagat pengkhianatan Alan Wirahadi pada Ar.co.


Ia sungguh tak menyangka wanita itu bahkan mampu melibas habis semua orang orangnya di Ar.co.


Kematian sang suami nyatanya tak serta merta membuatnya terpuruk dan hancur.


" akh....sepertinya kau yang seharusnya terlebih dulu aku singkirkan wanita sialan " umpatnya sembari menendang pot bunga tak berdosa di hadapannya. Mengingat semua rencananya kembali di ujung tanduk kegagalan membuat pria itu mengepalkan erat tangannya.


🌻🌻🌻


Di mansion keluarga Aditya Rachman


Tuan Aditya nampak duduk berhadapan dengan sang menantu dan Jefri sang asistan yang baru saja masuk menyerahkan beberapa berkas.


" mereka kembali beraksi papa.." ucap liam


" biarkan saja, kita ikuti umpan yang mereka lempar untuk menarik si pemilik umpan " jawab tuan Aditya dengan senyum hangat.


Meski ia belum tahu persis siapa dan apa motif dalang di balik kerusuhaan di Ar.co selama ini, namum pria tua yang masih terlihat tampan di usianya yang tak lagi muda itu tak menampakkan wajah khawatir sama sekali.

__ADS_1


" minta orang orangmu terus memgawasi Alan, liam ..aku yakin seseorang kinipun mati matian ingin menemukannya " terang tuan Aditya pada Liam dan di angguki oleh sang menantu.


__ADS_2