Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
curiga


__ADS_3

Bunga berjalan mendekat kearah Nayra berdiri terpaku dengan tatapan mata yang tampak syok.


" apa barusan dia mengancamku nga...dia mengancam akan membunuh ku kalau ada orang lain yang melihat wajahku ? Apa aku tidak salah dengar ?!! " tanya Nayra sedikit menekan pada Bunga dan di jawab dengan ringisan kecil wanita itu


" memangnya siapa dia bagiku...beraninya dia memperlakukan aku seperti itu, dia sudah tidak waras..." lanjut Nayra menggerutu mengingat perlakuan Renald padanya tadi


" nay...sabarlah, mungkin.." Bunga tidak melanjutkan kata katana karena di potong Nayra


" mungkin dia sudah gila...itu sebabnya dia bahkan tidak tahu bagaimana seharusnya dia harus bersikap " potong Nayra membuat Bunga sekali lagi meringis. Selama ini ia sangat jarang melihat wanita di hadapannya itu kehilangam kesabaran bahkan kata kata.


Sepertinya kali ini pria itu menjadi pria kedua yang mampu menghilangkan kesabarannya bahkan mampu membuat wanita itu tak bisa berkata kata setelah Yandi pikir Bunga


" the next yandi and the real ?! " bisik Bunga pelan yang mendapat pelototan dari Nayra.


🌻🌻🌻


Renald berdri dihadapan dua orang anak buahnya yang sengaja ia panggil dari Kanada beberapa hari lalu di ruang kerja rumah besar yang ia sewa.


" bagaimana..apa kalian menemukan sesuatu ? " tanya Renald


" sedikit tuan... Ini mengenai tuan mahyong. tuan mahyong mempunyai nama lain yakni Hendra Kurniawan, dia seorang pengusaha besar asal Malaisya yang selalu bekerja di balik layar tuan. Tapi anehnya...dia justru lebih memilih bekerja sebagai salah satu eksekutif direktur di Aditya Rachman Corporation sedang perusahaannya jelas membutuhkan dirinya " terang josh pada Renald memulai laporannya.

__ADS_1


" paman mahyong memiliki dua identitas yang berbeda...? " ucap Renald seolah mempertegas bahwa ia tak salah dengar.


" benar tuan...dan satu lagi, tidak ada silsilah keluarga yang sama antara tuan mahyong dengan nona katania " tambah josh membuat Renald semakin mengerutkan keningnya.


" nona katania terhitung baru bersama dengan tuan mahyong dalam kerjasama bisnis mereka,sebelumnya tuan mahyong melakukan kerjasama bisnis dengan seorang wanita berkebangsaan Indonesia yang membangun bisnisnya di Australia bernama Maritha Yalensky putri pengusaha garment, tuan David Yalensky yang mendirikan usahanya di Kanada " tambah Josh lagi.


" lalu ?! " kembali Renald semakin ingin tahu


" entah bagaimana, dalam tiga tahun belakangan ini nona Maritha tak pernah lagi terlihat bersama dengan tuan mahyong dan justru nona Katania yang kini terlihat akftif bekerjasama dengannya " Josh memperjelas laporannya.


" kalian tidak mengambil gambar satupun dari mereka ?! " tanya Renald


" maaf tuan Renald, kami sangat sulit melakukan itu, seakan mereka benar benar membentengi diri dengan pasukan bayangan yang sulit kami tembus " jawab josh lagi yang di perkuat dengan anggukan lee.


Renald terdengar menghela nafas sepeninggal Josh dan lee, ada sesuatu yang seakan menghimpit jiwanya.


" katania...apa kau menyembunyikan sesuatu


dariku " Renald bertanya pada dirinya sendiri. Ia duduk di teras depan rumahnya. Matanya menerawang jauh ke depan.


Ia ingat, beberapa kali Katania mempertemukan dirinya dengan pria yang ia panggil dengan nama paman Mahyong dan memperkenalkan pria itu sebagai pamannya.

__ADS_1


Beberapa kali juga ia merasa tak asing dengan wajah pria itu.


" nayra...kenapa aku begitu merasa sangat memilikimu " ucap Renald pelan sembari memejamkan mata sejenak ketika tiba tiba wajah wanita itu menghampiri ingatannya.


" siapa sebenarnya kau bagiku.." bisiknya lagi.


Pikirannya kembali kepada kejadian beberapa waktu yang lalu ketika ia melihat siluet bayang bayang Nayra sebagai wanita yang selalu hadir men.ghiasi mimpinya.


" benarkah itu kamu nayra..." seulas senyum tersungging di bibir pria tampan itu, namun sejenak kemudian senyum itu berubah masam mengingat kejadian tadi pagi, bagaimana hangatnya seorang William Edgar memperlakukan Nayra.


Sedangkan di sebuah rumah tua yang cukup jauh dari pemukiman warga, nampak seorang pria tampan berkulit putih terikat tak berdaya di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yang terikat tali dan juga mulut yang tertutup lakban.


Keadaannya sungguh kacau, rambutnya tak lagi seperti biasanya, begitupun pakaiannya yang terlihat nampak lusuh.


Ia sungguh merutuki kebodohannya sendiri yang tetap memutuskan keluar dari apartemen Agustin meski ia telah di larang oleh Agustin.


Sekarang disinilah dirinya berada, niat hati ingin melampiaskan hasrat yang lama ia tahan karena persembunyiannya, kini justru dirinya meringkuk tak berdaya terikat tali dengan kuat.


" siapa kalian..lepaskan aku, aku tidak pernah memiliki masalah dengan kalian....lepaskan aku !!!" teriak pria itu ketika salah satu dari tiga pria berbadan tegap yang membuka lakban di mulutnya dengan kasar sembari menatapnya dengan menyeringai dan bibir yang tersenyum miring.


" menjijikkan..." umpat pria itu

__ADS_1


" kauuuuu...." pekik pria yang terikat tali itu.


__ADS_2