
"Apa yang sudah kulakukan, Itu sangat memalukan," ujar Indah, sambil melangkahkan kakinya dengan cepat dan menepuk-nepuk kepalanya.
...🌼🌼🌼...
Waktu sudah menunjukkan Pukul sepuluh malam, Indah harus segera bergegas pulang jika ia tidak Ingin tertinggal bus. Dengan cepatnya Indah melangkahkan kakinya menuju ke halte bus.
"Ahh, syukurlah" Dengan menghela nafasnya.
Tiba-tiba dari kejauhan terlihat ada satu mobil yang sedang menuju ke arah Indah, mobil itu berhenti tepat di hadapannya, dengan perlahan kaca mobilnya mulai terbuka.
"Bos!" ucap Indah dengan kagetnya.
"Masuklah aku akan mengantarmu pulang," tawar Yogi kepada Indah.
"Ahh, tidak perlu aku naik bus saja" tolak Indah dengan sifat dinginnya.
"Tidak apa-apa , ayo aku akan mengantarmu" lanjut tawar Yogi dengan tersenyum.
"Tidak usah" tolak Indah.
Yogi yang melihat Indah tidak ingin masuk, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari mobilnya lalu menghampiri indah, dan membukakan pintu mobil untuknya.
"Masuklah." Yogi memegang pintu mobilnya.
Indah yang tidak bisa menolak lagi akhirnya masuk ke dalam mobil.
Yogi yang tiba-tiba saja memasangkan sabuk pengaman kepada Indah, sontak membuat Indah merasa kaget, lalu dengan refleksnya Indah langsung memejamkan matanya, Yogi yang melihat Indah memejamkan matanya tiba-tiba langsung tersenyum memandagi wajah Indah yang berada sangat dekat dari wajahnya.
"Apa kau ingin langsung pulang?" tanya Yogi kepada Indah.
Indah dengan perlahan mulai membuka matanya, dan hanya menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Yogi. Dengan perlahan Yogi mulai melirik ke arah Indah.
"Kapan kau akan mengembalikan bajuku" Tanya Yogi.
"Besok aku akan mengembalikannya" jawab Indah.
"Maaf, telah membuat bajumu menjadi kotor" ucap Indah.
"Tidak Apa-apa" jawab Yogi sambil tersenyum ke arah Indah.
"Wah, lampu-lampunya sangat cantik" ucap Yogi sambil menghentikan mobilnya.
"Iya, sangat cantik" jawab Indah, sambil tersenyum.
"Apa kau ingin melihatnya dari dekat" tanya Yogi.
Yogi pun langsung turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Indah.
"Ayo" ajak Yogi sambil tersenyum menatap ke arah Indah.
Dengan perlahan Indah mulai melangkahkan kaki mendekati lampu-lampunya. Indah pun terlihat sangat bahagia dengan senyum manis yang terukir Indah di bibirnya yang tipis dan berwarna merah muda.
Yogi pun tidak bisa memalingkan wajahnya saat ia melihat senyuman Indah, matanya yang terus tertuju ke arah Indah.
"Lihatlah itu sangat cantik" seru Indah memandangi lampunya.
"Iya sangat cantik" puji Yogi kepada Indah, sambil menatap wajahnya.
"Terima kasih" ucap Indah kepada Yogi.
"Untuk apa" tanya Yogi.
"Karena telah mengajakku ke sini" Indah dengan senyum manisnya.
"Apa kau sangat menyukainya??" tanya Yogi kepada Indah.
__ADS_1
"Iya aku sangat menyukainya, aku menyukai semuanya, lampunya, bintang, langit, bulan dan angin malam yang bertiup," Indah dengan bahagianya.
Mereka terus memandangi lampu-lampunya.
~Keesokan harinya~
"Indahh!?" Teriak Tina sambil berlarian.
"Ada apa?" jawab Indah sambil tersenyum.
Tina mulai merasa heran melihat senyuman Indah yang sangat berbeda dari biasanya.
"Ada apa denganmu? kau terlihat sangat bahagia" tanya Tina.
"Apa aku terlihat bahagia?" tanya Indah.
"Iya, raut wajahmu sangat berbeda dari biasanya" ucap Tina dengan rasa penasarannya.
"Benarkah" tanya Indah sambil tersenyum ke arah Tina.
"Iya" jawab Tina.
"Daa, aku masuk duluan" Tina sambil melambaikan tangannya kepada Indah, menuju ke dalam kelasnya.
"Iya" jawab Indah.
Indah dengan perlahan melangkahkan kakinya ke dalam kelas, matanya yang langsung tertuju ke arah Teo dan dengan perlahan mulai mendekatinya.
"Selamat pagi"
"Apa kau tidur nyenyak semalam
"Apa kau sudah makan"
"apa kau merindukan ku"
"kau sudah mandi" tanya Teo kepada Indah dengan cepatnya.
Teo yang terus melontarkan pertanyaan-pertanyaannya membuat Indah merasa sangat kesal, dan dengan Refleksnya Indah langsung memukul kepala Teo dengan buku yang di pegang olehnya.
Pakkkkk...
Bunyi pukulan Indah ke kepala Teo dengan kerasnya. Yang membuat semua orang langsung menoleh ke arah mereka berdua.
"Aaaaahhhhh, Sakitttttt" teriak Teo dengan kuatnya kepada Indah.
"Kenapa kau memukulku" tanya Teo dengan kerasnya.
"Sebenarnya aku ingin membunuhmu, tapi aku takut di penjara, jadi aku putuskan memukul kepala besarmu itu saja" ucap indah yang sedang duduk di kursi sambil menatap buku yang di pegang olehnya.
"Berkencanlah denganku" tanya Teo secara tiba-tiba.
"Tidak!" jawab indah dengan tegasnya.
"Aiissss" ujar Teo.
Perlahan Teo mulai memejamkan matanya, indah yang melihat Teo memejamkan matanya, langsung memandangi wajah Teo.
"Dia sangat tampan" ucap Indah yang tanpa sengaja dan langsung menutup mulutnya.
Teo yang mendengar ucapan Indah langsung tersenyum bahagia, dengan tetap memejamkan matanya dan berpura-pura tertidur.
...🌼🌼🌼...
"Indah?" pangil Tina sambil berlarian menuju ke arah Indah.
__ADS_1
"Ayo Ke kantin, aku sangat lapar" ajak Tina.
"Boleh aku ikut" tanya Teo dengan tiba-tiba kepada Tina.
"Boleh, boleh, boleh!" jawab Tina dengan senangnya.
"Tidak boleh" lanjut jawab Indah, sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Wa dia tampan sekali"
"Wa tampannya"
"Waa"Ucap para gadis.
"Aiys kenapa kau mengajaknya, dia hanya merepotkan saja" bisik Indah kepada Tina.
"Tidak apa-apa, Supaya tidak Kelihatan jomblonya" ujar Tina.
"Aiys, aku tidak peduli akan hal itu" ucap Indah.
Disepanjang jalan, Teo yang berada di belakang terus menebarkan pesonanya, berjalan bak model, dengan tangannya yang di masukkan ke dalam saku celana miliknya dan tatapan tajam matanya kepada setiap gadis.
Mereka terus melangkahkan kakinya menuju ke arah kantin. Teo yang berada di belakang tiba-tiba maju ke depan dengan cepatnya.
"Silakan duduk" ucap Teo sambil menyiapkan kursi untuk Indah dan Tina.
"Terima kasih" ucap Tina kepada Teo.
Indah yang terlihat masih belum duduk di kursinya, dengan tiba-tiba Teo langsung memegang kedua bahu Indah.
"Duduklah, kenapa kau berdiri saja, apa pantatmu bisulan" suru Teo kepada Indah.
"Apa kalian ingin makan sesuatu?" tanya Teo kepada Indah dan Tina.
"Aku ingin makan bakso" jawab Tina.
"Kau" tanya Teo kepada Indah dengan mendekatkan wajahnya.
"Ays, jauhkan wajahmu" ucap Indah.
"Baiklah, aku akan memesankan makanan kesukaanku untukmu" ujar Teo kepada Indah.
"Ya kenapa aku harus memakan-makanan kesukaanmu" ucap Indah dengan kesalnya.
Teo yang hanya tersenyum, lalu pergi melangkahkan kakinya untuk memesan makan.
Tina yang tiba-tiba saja mendekatkan kurasinya kepada Indah.
"Sepertinya dia benar-benar menyukaimu" bisik Tina.
"Diamlah"jawab Indah.
"Ini makanannya" kata Teo sambil meletakkan makanannya.
"Waah, terima kasih" ucap Tina.
"Ini Untukmu" Teo sambil meletakan makanannya di atas meja.
Indah yang dengan kagetnya melihat makanan yang di pesan oleh Teo, ternyata adalah makanan kesukaan Indah juga, Indah hanya diam dan tidak bicara sekata apa pun dia tidak ingin Teo tau kalau ia menyukai makanan yang sama dengannya.
"Apa kau tidak suka" tanya Teo kepada Indah.
"memang apa yang kau pesan" tanya Tina sambil melihat ke arah makanannya.
...🌼🌼🌼🌼🌼...
__ADS_1