Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
memastikan


__ADS_3

" kau melihatnya Kris ?! " tanya Nayra membuat Kris menatapnya begitupun dengan Edo.


" Dia kehilangan seratus persen ingatannya Kris " lanjut Nayra kemudian,


" dia pernah pingsan hanya karena melihatku sebagai wanita yang selalu hadir dalam mimpinya " sambungnya lagi.


" seseorang merawatnya, namun obat yang dia konsumsi semakin memperparah hilangnya ingatannya " Nayra menoleh kearah Edward dan dokter itu mengangguk.


Renals diam dengan terus menatap intens kearah Nayra.


" saya dokter pribadi Renald, kami bertemu satu setengah tahun yang lalu. Saya memang tidak tahu apa yang sudah terjadi padanya, tapi yang jelas itu karena benturan yang sanga keras " Edward menimpali ucapan Nayra.


" apa maksudmu mungkinkah dia adalah suamimu ?" tanya Ashar membuat Renald menoleh kearahnya.


" apa maksud anda, aku memang suaminya " sergah Renald namun tak di jawab oleh Ashar.


" apalagi wanita itu mengingatkanku pada seseorang " atensi tatapan Nayra berpindah kearah Bunga, dan gadis itu seolah paham.


" maritha " desis Bunga


" ya..mata Katania mengingatkanku pada Maritha " tambah Bunga dan di angguki oleh Nayra.


" apa Maritha mempunyai saudara ?! " tanya Nayra kemudian pada Bunga, dan Bunga meggeleng


" Maritha anak tunggal, duku waktu sma dia tidaj tinggal di sini bersama orang tuanya, orang tuanya di luar negri " jelas Bunga


" kau yakin ?! " tanya Nayra memastikan


" tentu saja, aku berteman dekat dan cukup lama dengannya karena dia teman dekat Yandi waktu itu..." Bunga sedikit melirik kearah Kris ketika menjelaskan, jelas sorot mata jengkel di mata Kris yang kini menatapnya. Nayra turut sedikit melirik kearah Kris kemudian melipat bibirnya.


Ashar dan Baihaqi seolah paham dengan yang di bicarakan kedua wanita itu.

__ADS_1


" do..." panggil Kris pada Edo dan di angguki oleh pria itu.


" nona.." Edo menatap Nayra


" cari tahu tentang wanita itu Edo " Pinta Nayra kemudian dan di angguki oleh pria itu.


" Katania Yelensky, dia putri tunggal pengusaha besar asal Kanada " Renald terdengar bersuara menatap Nayra, dan Nayra pun kini beralih menatapnya.


" aku tak pernah bertemu dengan kedua orang tuanya meski ia selalu meyakinkan aku bahwa kami bertunangan " jelas Renald lagi, entah mengapa ia merasa nyaman untuk mengatakan apa yang ia pikirkan dan mengganggu pikirannya selama ini kepada orang orang itu.


" dia bilang seharusnya kami sudah menikah jika saja sesorang yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpaku bisa menerima keputusanku menikahinya " tambah Renald lagi membuat Nayra mengerutkan keningnya.


" apa maksudnya...?! " Nayra bertanya dengan wajah serius


" mereka menginginkan kehancuranku, kematianku..dan mereka adalah kalian " ucap Renald dengan wajah muram menatap tajam kearah Nayra. Nayra bergidik melihatnya, ia bingung dengan ucapan Renald barusan juga Kris dan yang lain.


" kalian adalah dalang di balik kecelakaan yang menimpaku tiga tahun lalu, kau...." Renald menatap sekali lagi dengan tatapan aneh kearah Nayra


" kau..." Renald berdiri dan menunjuk kearah Nayra, namun sejurus kemudian ia berteriak memegangi kepalanya.


" akh.....akh....edward, ini sangat sakit " teriaknya, dengan panik Nayra hendak memeluk Renald namun pria itu menepisnya membuat semua yang ada disana membelalakkan mata tak percaya.


Edward segera mendekat dan membantu Renald untuk duduk.


" pergilah kalian semua dari sini..." Katanya sejurus kemudian membuat Nayra bagai tersambar petir mendengarnya. Tak terasa air mata mengalir begitu saja melewati pipinya. Renald melangkah terhuyung meninggalkan mereka menuju lantai dua diikuti Edward dan Zack serta Lee, sedang Maria masih terdiam di sana.


" akan kubunuh sekarang juga pria brengsek itu " umpat Baihaqi dengan gusar melihat adik perempuan satu satunya menitikkan air mata.


" Nayra ayo..." ajak Ashar mendekat kearah Nayra.


Nayra terdiam mematung tak merespon, otaknya tiba tiba saja blank.

__ADS_1


" Nayra.." Bunga mendekat dan merengkuh bahunya, namun nihil..wanita itu terdiam bagai patung.


" kakak...pergilah, aku akan disini. Bagaimanapun pria itu telah menikahiku..dia suamiku. keadaannya sedang tidak baik baik saja saat ini " ucap Nayra kemudian melepas rengkuhan Bunga pada bahunya.


" Nay..." Bunga berucapa tak percaya


" entah mengapa aku merasa dia membutuhkan aku" bisik Nayra namun masih bisa di dengar oleh mereka.


Ashar terlihat menghela nafas


" baiklah..esok kami akan kemari lagi, tapi jika dia memperlakukanmu seperti tadi, pulang bersama kami " kata Ashar dan di angguki oleh Nayra.


Baihaqi mendekat kearah Nayra dan memeluk sang adik dengan sayang. Interaksi itu di lihat seseorang di atas sana dengan tatapan jengah.


" murahan " ringisnya dengan menahan sakit


" dia kakaknya.." terang Edward


" apa itu pasti ?! " katanya tak percaya kemudian ia memutuskan masuk kedalam kamar dan


" brakkk.."


" tuan.." teriak Zack melihat sang majikan jatuh tersungkur.


" kakak beri aku waktu beberapa hari, bisa ?! " pinta Nayra dan di angguki dengan berat oleh Ashar dan Baihaqi. Mereka hendak berlalu ketika Rexy mendekat kearahnya.


" nona aku akan tetap disini..." Izin Rexy, awalnya Nayra sedikit berat namun Kris dan yang lain memaksanya, ia pun akhirnya menerima.


" do...cari tahu secepatnya "perintah Nayra pada Edo dan di angguki oleh pria itu. Segera setelah itu Nayra berlari keatas mencari sumber suara keras tadi.


Ia yakin sesuatu terjadi pada Renald. Benar saja sesampainya di atas ia melihat Zack dan Lee serta Edward memapah Renald ke pembaringan.

__ADS_1


" astaghfirullah pingsan lagi ?! " pekik Nayra dan di angguki oleh Edward.


__ADS_2