
Hendra menatap tak berkedip putra angkatnya itu.
" apa maksudmu Agustin....?! " tanyanya
" dia tidak mati ayah...dia bahkan tidak tidak lumpuh " Agustin menundukkan kepalanya
" bagaimana bisa...bukankah kau berhasil menyutikkan obat itu ?! "
" aku berhasil ayah...tapi entah apa yang sudahb erjadi, dia mendatangiku tadi dan berhasil membawa Nayra bersamanya "
" sialan...seharusnya kubunuh saja anak itu waktu itu " rutuk Hendra.
" temukan orang yang kau perintahkan menyuntiknya Agustin "
" aku kehilangannya ayah " jawab Agustin semakin menundukkan kepalanya
" Agustinnnnnmn " Hendra berteriak kencang, tak pernah ia semarah ini pada sang putra.
" kau benar benar sudah mengecewakan ayah Agustin. Kembali ke Rusia sekarang juga....selesaikan urusanku disana, jangan kembali sebelum aku memintamu kembali " perintah Hendra, Agustin langsung berlutut di hadapan sang ayah.
" tidak ayah...kumohon, biarkan aku bersamamu disini "
" kau turuti kata kataku atau aku sendiri yang memulangkanmu secara paksa "
" aku sungguh mencintainya ayah..." kata Agustin kemudian pelan dengan bertekuk lutut di hadapan sang ayah sembari menundukkan kepalanya semakin dalam.
" kau jatuh cinta tidak pada tempatnya Agustin, kau sudah salah mencintai seseorang. Percaya padaku cintamu hanya akan menghancurkanmu "
" ayah..aku berjanji aku tidak akan melakukan apapun tanpa perintahmu. Aku tidak akan mengulanginya lagi ayah. Izinkan aku tetap disini kumohon " Agustin menangkup kedua tangannya memohon kepada sang ayah.
Hendra menatap tak berkedip Agustin, hatinya sungguh perih dan trenyuh. Ia terlambat menyadari cinta yang tumbuh di hati putranya untuk wanita yang bernama Nayra Azzahwa Alzahrani itu.
Putranya yang tak pernah menunduk di hadapan orang lain, putranya yang ia didik sedemikian rupa. Dia yang selalu tampak perfeksionis dan sempurna di matanya tiba tiba terlihat begitu rapuh dan tak berdaya di hadapannya hanya karena seorang wanita yang telah bersuami.
Ia kira wanita itu adalah wanita biasa ketika pertama kali melihatnya. Tak pernah ia sangka jika di kemudian hari wanita yang terlihat dingin dan setenang karang di lautan itu mempunyai sejuta pesona dan kharisma yang mampu menundukkan apapun meski menjulang di hadapannya. Ia tak perlu melakukan apapun hanya untuk merebut perhatian seseorang.
Pria sedingin Yan Aditya Rachman, yang bahkan ia kesulitan mendekatinya bila menggunakan seorang wanita mampu di buat bertekuk lutut di hadapannya.
William Edgar, pria cassanova itu sungguh di buat meninggalkan kebiasaan buruknya bermain wanita hanya karena wanita berhijab itu. Dan masih banyak pria lain yang telah ia kantongi informasinya.
Dan sekarang putranya sendiri.
Meski tak ada satupun dari mereka yang mampu menarik perhatian wanita itu. Selain tuan muda Aditya.
Bahkan wanita yang sama sekali tak pernah ia perhitungkan itu mampu memporak porandakan semua rencananya menghancurkan Ar.co juga mampu membuatnya meninggalkan Ar. Co karean kedoknya yang hampir saja terbongkar.
__ADS_1
Hendra menarik bahu Agustin untuk berdiri dari sujudnya, ditatap pria di hadapanna itu dengan tetap kedua tangannya memegang kedua bahu putranya.
jauh di lubuk hatinya ia tak menyalahkan sang putra yang jatuh hati pada seorang Nayra Azzahwa Alzahrani.
Sungguh pria mana yang akan mampu menolak pesona penuh kharisma wanita dingin itu meski ia menutupi seluruh tubuhnya dengan hijab sekalipun.
Ia menatap miris sang putra, pemandangan ini tak asing baginya. Dahulu...ia pernah menyaksikan pemandangan seperti ini. Wajah yang begitu menyedihkan karena cinta yang tak pernah tersampaikan apalagi berbalas.
" Albert, chicko, herry......." panggilnya pada anak buahnya dengan segera ketiga orang itu mendekat.
" bawa tuan muda Agustin kekamar, jangan biarkan dia keluar tanpa perintahku. urus keberangkatannya ke Rusia " usai berkata demikian Hendra berlalu meninggalkan tempat itu.
Bayang bayang wajah sang kakak penuh permohonan pada ayahnya untuk di perbolehkan mencintai seorang wanita sebelum ia temukan mengakhiri nyawanya sungguh kentara ia lihat pada diri Agustin.
Hendra nampak mengepalkan kedua tangannya dengan erat sembari menatap keluar pintu rumah besar itu.
Sementara Agustin tak lagi bersuara ketika ketiga anak buah kepercayaan sang ayah membawanya kelantai atas.
Mobil yang di tumpangi Yandi dan Nayra nampak memasuki pelataran dan rumah besar bergaya minimalis. Di tatapnya rumah itu dengan penuh kerinduan.
Ternyata rumah yang ia kunjungi waktu itu adalah rumahnya sendiri, itulah sebabnya ia merasa tak asing dengan rumah itu.
Nayra menyentuh pergelangan tangannya dan membuyarkan lamuanannya. Tersenyum hangat Nayra mengajak sang suami masuk.
Sepi tak ada siapapun di sana.
" hmmm..." jawab Yandi
" baguslah...kita naik, kau butuh istirahat " ajak Nayra
" dokter Edward jangan canggung anggap rumah mu sendiri. Edo akan menunjukkan kamarmu " kata Nayra dengan sopan.
" jangan khawatir nona " jawab Edward.
Nayra merasa tidak enak pada dokter Edward karena pria itu yang lebih memilih meninggalkan pekerjaannya di Kanada demi untuk mengikuti dan memastikan kesehatan Yandi.
Hari semakin malam ketika Yandi keluar dari kamar mandi dan telah memakai pakaian lengkap.
Matanya berkeliaran mencari sosok sang istri dan menemukannya di balkon kamarnya.
Dengan lembut dan perlahan Yandi memeluk Nayra dari belakang dan menjatuhkan dagunya di bahu istrinya itu.
" aku sangat cemburu sayang...bagaimana bisa pria itu dengan mudahnya menyampaikan perasaannya padamu dan ingin melamarmu. " ucap Yandi sengit.
" bagaimana kau bisa sembuh secepat ini Yan...bukannya dokter bilang akan sedikit lama ?! " tanya Nayra
__ADS_1
" entahlah...mungkin cemburu ku yang mempercepat proses penyembuhanku " jawab Yandi enteng.
" aku akan segera membebas tugaskan dirimu dari segala tuga agar kau tidak lagi bertemu Agusti Agustin yang lain atau William William yang lain lagi Ra..." bisik Yandi di telinga Nayra kemudian mengendua leher jenjang sang istri yang terekspos karena kali ini Nayta tak memakai pakaian syar' i apalagi kerudung.
Ia memakai pakaian tanpa lengan meski tetap panjang. Hanya ada tali selebar jari telunjuk yang terikat di pundaknya.
" Yan...." suara Nayra tertahan ketika ia merasakan bibir Yandi mencium dan sedikit menghisap pundaknya
" hmmmm....." jawab Yandi tanpa terganggu sedikitpun dan terus melanjutkan aktifitasnya menjelajahi ceruk leher dan pundak terbuka Nayra, meninggalkan bekas merah di sana.
Tangannya telah bergerilya kemana mana dan berhenti pada gundukan sintal dan lembut sang istri.
Yandi membalik tubuh Nayra menghadap kepadanya, kemudian ia mencium lembut bibir Nayra.
" aku sangat merindukanmu sayang....kau percaya aku bahkan tak pernah melakukannya sekalipun tiga tahun ini. Bisa kau bayangkan keadaanku sekarang melihat kau yang seperti ini hmmm " kata Yandi dengan terus mel**** bibir Nayra denagan lembut.
Perlahan ia membawa tubuh Nayra melangkah kearah pembaringan dengan tanpa melepaskan ciuman mereka.
Dengan sangat pelan Yandi menidurkan tubuh Nayra, kemudian ia kembali melanjutkan aksinya.
Mengabsen leher jenjang sang istri dengan kecupan dan belaian tangannya pada gundukan kembar Nayra.
Nayra mendesis tertahan kala Yandi menghisab dan bermain di dua bukit kembarnya dengan bibirnya.
Bagai bayi yang kelaparan ia terus menghisap dan sesekali menggigi kecil benda bulat itu dan semakin membuat Nayra mendesah.
" jangan ditahan sayang...aku sunggub merindukan suaramu di bawahku " kata Yandi di sela sela kegiatannya.
" Yan...." Nayra tak mampu lagi menahan desahannya ketika jemari Yandi telah sampai di bawah sana.
" aku mulai ya " pinta Yandi ketika ia merasa sang istri telah siap.
Nayra mengangguk dengan tatapan sendu.
Yandi memulai percintaannya dengan tak lupa melakuakan ritual doanya.
Perlahan pada awalanya dan terlihat lebih cepat dan cepat Yandi terus bergerak maju mundur, dengan sesekali mencium bibir Nayra sebagai selingan.
Sungguh kagiatan panas pasangan halal itu terlihat begitu mesra dan hangat.
" akhhh..." Yandi mengerang perlahan begitu ia mencapai pelepasannya, ia ambruk di samping sang istri setelah sebelumnya mencium kening wanita itu. Kemudian ia memeluk tubuh polos Nayra kedalam dekapannya dan menjatuhkan wajahnya pada ceruk leher sang istri menghirup aroma wangi Nayra yang memabukkan baginya.
" tak kusangka aku bisa jatuh cinta dua kali padamu sayang " ucap Yandi dan di sambut senyuman oleh Nayra karena ia yang telah kelelahan menghadapi serangan Yandi.
Perlahan Yandi menyelimuti tubuh keduanya dengan selimut. Setelah tadi sama sama membersihkan diri setelah drama percintaan keduanya berakhir.
__ADS_1
" terimakasih sayang...tidurlah, maaf membuatmu kelelahan karena melayaniku " bisiknya melihat sang istri telah terlelap.