
Nayra segera masuk dan menghampiri Renald yang kini nampak terbaring dengan mata terpejam, keringat dingin terus mengalir di keningnya.
" apa ini tidak berbahaya untuknya dokter...pingsan berkali kali " tanya Nayra dengan terus menatap Renald dengan raut wajah khawatir.
" tentu berbahaya nona...jika ia sering pingsan dengan durasi yang lama, itu bisa melemahkan kinerja syaraf dan otot otot pada otaknya dan akan memperparah amnesia yang dia alami, aku sudah pernah katakan ini padanya.." jelas Edward
" aku sudah memberinya obat, semoga dia segera sadar dalam beberapa jam lagi.....nona aku di luar jika anda membutuhkan saya " pamit Edward
" terimakasih dokter..." jawab Nayra.
Sepeninggal Dokter Edward seorang pria muda nampak masih berdiri di sana dengan sedikit kebingungan, Nayra menoleh kearahnya dan paham akan hal itu, pria tampan berdarah asing itu mendekat.
" zack...nama saya zack nona " pria itu memprkenalkan diri kepada Nayra dengan sopan, dan Nayra mengangguk tersenyum meski bisa dipastikan pria itu tidak akan bisa melihat senyumnya karena wajahnya yang tertutup cadar.
" nona...mohon jangan tersinggung dengan ucapan tuan Renald tadi, saya yakin dia hanya sedang bingung..." pinta Zack kemudian dengan sopan
" sepertinya anda sangat mengenalnya...." jawab Nayra.
" sungguh nona... meski kami baru bersama setahun ini, kami sungguh mengabdikan diri kami sepenuhnya kepadanya karena itu kami berusaha mengetahui apapun tentangnya, sebagai tanda terima kasih kami karena dia telah menolong mengangkat kami dari lembah kesengsaraan kami dengan tulus. Kami sadari dia mencoba melepaskan diri dari genggaman nona Katania secara halus dengan membangun kerajaan bisnisnya sendiri secara diam diam bersama kami " Zack memulai ceritanya dengan menghela nafas.
" tuan Renald memegang bisnis nona Katania hampir seratus persen karena dia di perkenalkan sebagai calon suami nona Katania....akan tetapi entah kenapa kami melihat itu sebagai penjara yang segaja di bangun nona Katania untuk membatasi ruang gerak tuan Renald " Zack melanjutkan kata katanya
" seringkali tuan Renald menggambarkan sosok seorang wanita yang datang dalam mimpinya kepada kami, tapi itu tidak kami temukan pada sosok nona Katania. Kami justru melihatnya pada diri anda nona.." Zack menundukkan kepalanya merasa sungkan pada wanita bercadar itu.
__ADS_1
" tolong jangan salah paham nona...."
" tidak Zack...lanjutkan " Nayra mencoba mencerna kata kata Zack
" beberapa hari yang lalu, tuan meminta kami menyelidiki seseorang bernama Mahyong.."
Kalimat Zack terpotong oleh Nayra
" Mahyong ?! " Nayra mengulang kalimat Zack dengan dahi yang berkerut dan mata yang memicing.
" iya nona...anda mengenalnya ?! "
" tidak..hanya mendengar namanya saja " jawab Nayra dengan masih mengerutkan keningnya.
" maksudnya bagaimana ? " Nayra mengerutkan keningnya
" sebelumnya tuan Mahyong bekerjasama dengan seorang wanita berkebangsaan Indonesia, namun ketika keberadaan nona Katania bersamanya wanita itu tak lagi terlihat. Yang lebih anehnya lagi...mereka melanjutkan kerjasama yang pernah di garap tuan Mahyong dan wanita berdarah Indonesia itu " Zack nampak serius menjelaskan
Nayra nampak berpikir dengan keras
" tuang Mahyong.." suara Nayra terdengar pelan
" tuan Mahyong memiliki dua identitas nona...jika anda ingin tahu, selain nama Mahyong ia beridentitas sebagai Hendra Kurniawan nona " jelas Zack seketika membuat Nayra membelalakkan matanya.
__ADS_1
" apa kau yakin Zack..?"
" tentu nona...kami bahkan sudah melaporkannya pada tuan Renald "
" nona...tolong jangan tersinggung dengan ucapan tuan tadi " sorot mata Zack penuh pengharapan.
" dapatkah aku mempercayai semua yang kau katakan padaku Zack...bisa saja kau sedang bekerjasama dengan bosmu dan Katania untuk memanipulasi diriku " ucap Nayra
" nona...tidak ada maksud dan tujuan lain dari saya mengatakan ini semua selain ketakutan saya anda akan meninggalkan tuan Renald karena kata katanya tadi.." Zack terdengar menghela nafas
" saya tidak pernah melihat tatapan cinta dari tuan Renald kepada nona Katania seperti dia menatap anda nona....dan satu lagi, kami tidak ada kepentingan sama sekali terhadap nona Katania " Zack berkata dengan sangat tegas dan menunduk sebentar hendak berlalu, namun langkahnya terhenti karena panggilan Nayra.
" zack..." panggil Nayra
" ya nona..."
" ada satu saudara ku di bawah, bisakah kau dan teman temanmu memperlakukannya seperti kalian memperlakukanku ?! "
" baik nona..." jawab Zack kemudian beranjak pergi, keluar dari kamar itu.
Sepeninggal Zack, Nayra menatap tajam kearah luar jendela kamar itu.
" om Hendra...tuan Mahyong, siapa sebenarnya dirimu, apa kepentinganmu yang sebenarnya di Ar.co ?! " bisiknya pelan.
__ADS_1