Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
siapa kau bagiku...


__ADS_3

Nayra nampak berjalan tergesa gesa memasuki sebuah masjid terbesar di kotanya itu, adzan maghrib telah terdengar hampir sepuluh menit yang lalu ketika ia baru datang dan memasuki pelataran masjid Jami'.


Nayra memang memutuskan berkendara sendiri keluar dari rumahnya tanpa Edo dan yang lain, ia berharap mampu sedikit menenangkan pikirannya.


Hampir setengah jam kemudian ia nampak baru keluar dari masjid itu. Namun sepertinya ia tak hendak segera menuju mobilnya, ia malah melangkahkan kakinya menuju alun alun kota di mana di depan alun alun ada taman dengan air mancur yang akan aktif di malam hari.


Semua gerak geriknya tak luput dari pandangan seorang pria yang terus mengawasinya sedari tadi dia keluar dari mobil menuju masjid.


Tak sengaja melihat Nayra menyetir sendiri entah mengapa ia ingin mengikuti wanita itu.


Dua minggu tak bertemu setelah pertemuan terakhir mereka dikantor tuan Abisek membuat rasa ingin tahunya sangat besar pada wanita itu.


Langkah kakinya terus mengikuti langkah kaki Nayra, matanya terus menatap setiap geraknya.


meski dari tempat yang berbeda namun searah.


Sesekali nampak wanita itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku bajunya, terkadang menyilang di dada sembari menggosok gosok bahunya berusaha mengusir dingin.


Nayra berhenti pada air mancur yang terletak di tengan tengah taman kota itu. Wanita itu nampak berbalik dan memunggunginya.


Pakainnya dan hijabnya nampak berkibar tertiup angin. Renald yang tak lain adalah pria itu kini nampak memicingkan matanya, keningnya mengkerut. Ia menatap tajam sosok tubuh yang membelakanginya dikejauhan itu.


Ia seakan tak asing dengan situasi ini, sekali lagi ia nampak mengerutkan keningnya mengingat sesuatu.


" wanita itu...dia...dia yang selalu hadir dalam mimpiku, wanita itu....nayra...dia nayra..." pekik Renald tertahan mengingat gambaran wanita di hadapannya itu seperti yang selalu menghiasi mimpinya.


Dengan langkah lebar ia segera mendekati Nayra yang kini nampak menatap air yang muncrat ke udara sembari tangannya ia angkat keatas seakan hendak menerima titik titik air di tangannya.


Sekali lagi, sungguh pemandangan itu tak asing bagi seorang Renald, ia sering melihat hal seperti ini dalam mimpinya yang sering datang berulang ulang

__ADS_1


Segera ia membalik tubuh Nayra kepadanya sesampainya ia pada wanita itu.


" siapa kau sebenarnya....katakan padaku, kenapa kau selalu hadir dalam mimpiku ?! " Renald memberondong Nayra dengan pertanyaan sembari mengguncang kedua bahu wanita itu.


" apa maksudmu ?! " Nayra menjawab dengan bingung


" kau...siapa kau dalam hidupku...akhhhh !!! " Renald berteriak dengan memegang kepalanya.


" ada apa, kenapa ?! " Nayra panik namun ia enggan mendekat pada pria itu.


Renald ambruk kebawah, lututnya tertekuk di tanah, kedua tangannya memegangi kepalanya.


Nayra bingung harus berbuat apa


" kau kenapa, katakan padaku...jangan membuatku khawatir.." teriak Nayra menarik perhatian orang orang disana.


" ada apa dengan suaminya ibu ...ia nampak kesakitan ?!" tanya seseorang padanya


" seseorang..tolong suami ibu ini, kita bawa kerumah sakit terdekat " salah satu orang nampak memberi perintah.


Dalam sekejap Nayra dan Renald menjadi pusat perhatian, ada yang mengambil gambar keduanya, dan sudah pasti semua tahu apa yang kan mereka lakukan pada gambar yang telah mereka dapat itu.


" saya bawa mobil, tolong kerumah sakit pakek mobil saya saja. Bapak tolong ikut dengan saya ya " pinta Nayra setelah ia mampu menguasai kesadarannya. Dan melihat Renald di papah dua orang


" lho ibu mau apa...biar saya yang menyetir, ibu masuk dulu pangku kepala suami ibu " perintah salah satu dari pemapah Renald ketika Nayra hendak masuk kedalam mobil dan duduk di depan setir.


" hahhh.." sekali lagi Nayra nampak bingung.


" jangan khawatir ibu...percaya pada saya, saya bukan orang jahat. Saya tidak akan mungkin mencuri kendaraan ibu...saya polisi " jelas orang itu

__ADS_1


" hah....bu bukan itu maksud saya, tapi tapi ini, dia.." Nayra tergagap gagap berbicara berusaha menjelaskan statusnya keduanya yang bukan suami istri seperti yang mereka sangka.


" ayo ibu masuk lebih dulu " pinta orang itu dan akhirnya di turuti juga oleh Nayra, ia pasrah sudah, rasanya percuma menjelaskan status keduanya.


Nayra duduk di jok belakang kemudian seseorang menidurkan kepala Renald di pangkuannya.


Beberapa menit kemudian mobil yang ia tumpangi melaju meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan Nayra diam membisu, ia bingung harus berbuat apa. Dahi Renald nampak di penuhi keringat sebesar biji jagung.


Tak tega melihatnya, Nayra mengelap keringat Renald dengan ujung hijabnya, bersamaan dengan itu Renald membuka matanya.


Mata keduanya bertemu dalam beberapa detik.


" ibu sudah sampai " kata pria yang mengendarai mobil itu membuat Nayra mendongak menatapnya dan memutus tatapan mata keduanya.


Setelah drama yang panjang tentang Renald yang akhirnya terbaring di atas kasur pemeriksaan, Nayra nampak menunggu di luar.


Beberapa saat kemudian nampak seorang wanita cantik diikuti dua orang pria asistennya nampak mendekat kearahnya.


" kau...kenapa kau bisa bersamanya ? Kau benar benar berniat menjadi seorang pelakor ? " Katania langsung berkata pedas pasa Nayra. Katani serasa hilang akal begitu mengetahui ada video tentang Renald dan dirinya yang ada pada tempat dan waktu yang sama bahkan nampak tengah bersama.


" kau salah paham nona...kami tidak sengaja bertemu.." Nayra mencoba menjelaskan


" aku tidak percaya, ini pasti rencanamu untuk memdapatkan dia...sungguh murahan " umpat Katania hendak menampar Nayra namun keburu di tangkis oleh Nayra.


" terserah padamu nona..aku tidak tertarik, urus urusanmu sendiri " jawab Nayra jengah, kemudia menghempas lengan Katania dengan kasar lalu berlalu pergi.


Katania menatap penuh kebencian pada kepergian Nayra

__ADS_1


" aku bersumpah kali ini aku tidak akan kehilangannya lagi, tak perduli meski aku harus membunuhmu..." Katania berkata pelan penuh amarah.


" dasar wanita munafik...."


__ADS_2