Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
mencoba memenuhi janji.....


__ADS_3

" maukah kau berjanji pada ku sayang...?! " tanya yandi lembut pada nayra sembari merangkul bahunya dan mencium pucuk kepalanya.


" hmmm..." jawab nayra pelan


" jika sesuatu terjadi padaku, tunggulah aku...aku berjanji padamu, aku akan segera kembali begitu urusanku selasai...." kata yandi dengan menatap mata nayra dengan sayang.


" aku akan menunggumu...insyaAllah.." jawab nayra meyakinkan yandi, kemudian yandi nampak turun dari pembaringan


" mau kemana...?! " tanya nayra panik, entah mengapa ia tiba tiba merasa takut dintinggalkan oleh yandi


" bertahanlah...tunggu aku, jaga dirimu baik baik, bantu aku mempertanggung jawabkan dirimu di hadapan-Nya..." pesan yandi dan kemudian tiba tiba nayra sayup sayup mendengar suara orang lain menyebut namanya.


" nona muda sadar...." kata salah satu orang dokter membuat yang lain bernafas lega hingga ada yang jatuh terduduk di lantai sangking leganya.


" nayra..sayang, nayra kau sadar nak...." ibu sofi memeluk nayra dengan erat begitupun mama yandi.


Nayra duduk sembari menyandarkan punggungnya pada bantal yang disusun bunga tadi. Di sampingnya bunga duduk dengan setia menemaninya.


Kedua orang tuanya juga baru pulang tadi pagi begitu ia memintanya untuk istirahata karena ia yang khawatir akan kesehatan sang ibu dan ayahnya dengan dalih dirinya sudah merasa lebih baik.


Sedang mertua perempuannya ngotot tak mau pulang, pasalnya ia mengatakan sudah pulang kemaren malam setelah melihat nayra tertidur karena efek obat dan baru kembali pagi tadi, juga karena di minta sang papa mertua yang tak bisa datang karena sedang berada di luar negri.

__ADS_1


Namum yang sebenarnya adalah karena papa yandi yang juga tak baik baik saja karena terkejut dengan berita kecelakaan yang menimpa anak laki lakinya itu juga cucunya yang harus tiada sebelum di lahirkan.


Kris duduk di sofa ruang perawatan itu bersama irfan dan mama yandi.


Edo berdiri di hadapan nayra dengan menundukkan kepalanya. Edo memang tak pernah berani menatap nayra secara langsung karena ia yang merasa sangat segan pada wanita berhijab yang selalu menutupi tubuhnya dengan pakaian pakaian syar' i itu, yang juga merupakan istri dari atasannya sekaligus sahabat terbaiknya tersebut.


" bagaimana perkembangannya...kau menemukan sesuatu do...?! " tanya nayra dengan nada tegas namun sopan.


" belum sama sekali nona....tak ada jejak sedikitpun disana mengenai keberadaan tuan muda yan...." jawab edo pelan. Nayra terdenganr menghela nafas.


" kau sudah tahu bagaimana mobil suamiku bisa remnya blong...?! " tanya nayra lagi


" kalau itu kami sudah mengetahuinya, ada orang yang sengaja menyamar sebagai salah satu pekerja proyek nona, kami sudah mendapatkan ciri cirinya, kami sedang dalam pencarian dan pengejaran..." terang edo


" jadi benar dugaan ku...ada yang mencoba menyelakai kami..." desisnya pelan.


Kemudian ia nampak menoleh kearah mertuanya dan hendak bangun untuk mendekat


" ada apa...jangan turun, mama yang akan datang.." segera wanita baya yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda itu berdiri dan mendekat padanya.


Nayra segera menggenggam jemari wanita baya itu, mencium telapak tangannya kemudian menjatuhkan wajahnya di perut wanita itu dan mendekapnya. Ada setitik ketenangan yang dapat ia rasakan.

__ADS_1


Tak terdengar isak tangis ataupun ratapan, namun pemandangan itu membuat beberapa pasang mata yang ada disana membuang pandangannya ketempat lain karena tak kuasa menahan trenyuh di hati dan panas di pelupuk mata mereka.


" boleh aku meminta sesuatu mama...?! " tanya nayra kemudian terdengar sangat pelan


" katakan..."


" jangan ada acara apapun selain doa untuk keselamatannya...." lanjutnya kemudian membuat beberapa pasang mata di sana kembali mengarah kepadanya,


benarkah seorang nayra yang mereka kenal dengan segala pengetahuannya dan ketenangannya itu kini berucap demikian, wanita yang tak pernah mampu tertebak dalam setiap ekspresinya dalam menghadapi setiap permasalahan yang ia hadapi kecuali sang suami tentunya setelah keluarganya yang pasti sudah sangat mengenal perangainya itu.....akan tetapi tidak mungkin wanita itu berbuat atau memutuskan sesuatu tanpa pemikiran lebih dahulu.


Setidaknya itulah yang mereka pikirkan kini tentang nayra, sungguh mereka tidak akan kehilangan keyakinan pada wanita yang terlihat ringkih namun sangat tegar itu.


" nay...!! " wanita paruh baya itu terdengar bersuara


" aku mohon ma..." sambungnya lagi sebelum mama yandi melanjutkan kata katanya,


Kemudian wanita baya itu sedikit mendorong kedua bahu nayra kebelakang, menangkup kedua pipi wanita cantik berhijab di hadapannya itu hingga ujung kedua telapak tangannya bersatu didagu sang menantu wanita satu satunya itu,


Mama yandi mencium kening nayra sesaat kemudian menatap wajahnya dengan sendu


" lakukan yang ingin kau lakukan...." katanya kemudian dan bersamaan dengan itu terdengar pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik dengan postur tubuh yang lumayan timggi bagi ukuran seorang wanita

__ADS_1


Dan sontak kehadiran wanita itu menarik perhatian juga mata seluruh penghuni ruangan perawatan nayra itu, khususnya edo yang membulatkan mata tak percaya dengan yang dia lihat.


__ADS_2