
Nayra dan william nampak duduk di satu maja yang sama dengan pembicaraan yang amat serius dan cukup lama, william benar benar mampu menahan wanita itu untuk bersamanaya. Kegaguman teramat besar dari pria berwajah asing itu tak dapat di sadari oleh nayra.
Nayra sungguh mendapat lawan yang tangguh kali ini, ia sama sekali tak mampu membaca gelagat maupun mimik wajah pria di hadapannya itu kini.
" jadi nona nayra..aku mempunyai sedikit masalah, aku ingin membangun sebuah realestate di kawasan ini, tapi aku terkendala perizinan juga lokasi " william nampak berbicara dengan serius sembari matanya tak lepas dari menatap mata nayra.
" mata yang indah...." bisiknya dalam hati memuji keindahan mata nayra.
" aku berharap anda sudi mengikuti tender yang kami adakan, sungguh aku ingin berkesempatan menjalin kerjasama dengan anda..." lanjutnya
" perusahaan anda adalah perusahaan yang amat besar tuan, bukan hal yang sulit bagi anda menemukan yang anda inginkan...." jawab nayra kemudian, namun ia berpikir tidak ada salahnya ia mengikuti tender itu dengan memakai nama * YARA. Co. * tentu juga masih dengan membawa bendera Ar.co untuk mengembalikan saham Ar.co yang kini mulai merangkak naik
Ya ....nayra telah mampu membuat Ar.co kembali menaikkan nilai sahamnya di pasaran saham meski belum setinggi semula, setidaknya ini baru dua minggu dari janjinya di rapat terakhir pembahasan saham, kurang sedikit lagi.
" perusahaanku sebelumnya tak ada yang berjalan di bidang ini nona, aku baru ingin memulainya.
Aku banyak mendengar tentang yara dari rekan rekan bisnisku yang pernah bekerjasama dengan yara yang masih ada di Australia...." william terus mencoba meyakinkan nayra, tepat di saat itu juga kenan tak mampu menahan perasaanya sendiri ia pun mendekat.
" nona nayra..." sapanya kemudian, nayra menoleh dengan cepat kearah sumber suara
" anda disini direktur kenan....?! " sedikit terperangah, ia bingung...ada apa dengan orang orang hari ini, kenapa mereka seakan senang mengejutkannya tiba tiba.
Desis nayra dalam hati
" iya nona...saya hanya ingin memberitahukan anda tentang sesuatu..." kenan menyambung kata katanya
" mungkin kita bisa bicara...?! " sekali lagi ia berkata berharap nayra mau mengikutinya.
" trik sampah...!!" decak william malas, namun sama sekali tak terdengar oleh nayra
" sepertinya anda salah membicarakan pekerjaan di sini tuan kenan..." william menyela kata kata kenan.
__ADS_1
William yang tahu persis siapa kenan budiman yang tak lain adalah presiden direktur * GAMA LAND PRODUCTIONS * sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang eksport import barang berasal dari luar negri. Kenan james warldburg. Sebuah nama yang cukup terkenal di dunia bisnis ekport dan import.
Ia tak suka dengan kenan yang seakan juga ingin mendominasi nayra, dan hal itu sangat kentara dari gelagat pria itu yang dapat dengan mudah terbaca oleh seorang william edgar.
" saya rasa hal ini hanya akan di..." kalimat kenan terputus oleh william lagi hingga membuat nayra mengernyitkan dahi pada pria di hadapannya ini yang masih saja menatapnya.
" ini yara...bukan ar.co tuan kenan....." william menekan dalam setiap kata katanya dengan tetap menatap natra tanpa menoleh sedikitpun kearah kenan
" lagi pula..ini adalah hari nona nayra, biarkan dia bebas sebentar saja....anda kurang setuju tuan kenan ?! " sekali lagi william menekan kata katanya pada kenan membuat pria tampan itu melihat kearahnya dengan jengah
" maaf nona...saya akan menunggu anda nanti...permisi.." jawabnya kemudian beralih melihat kearah nayra, ia merasa malas berdebat dengan william. Siapa yang tidak tahu dengan william edgar, seorang king of bussinesman yang sangat arrogant dan semaunya sendiri. Kenan cukup tahu dengan pria itu.
" ah iya direktur kenan...saya akan segera menemui anda nanti..." jawab nayra
" baik nona..." kemudian kenan berlalu tanpa melihat lagi kearah william dan hal itu membuat pria itu tersenyum miring.
" jadi nona...bagaimana menurut anda tentang tawaran saya..." william mengalihkan perhatian nayra dari kenan yang melangkah menjauh kepadanya, ia benar benar tak suka melihat nayra menatap pria lain.
" saya sangat senang anda mau memperhitungkan perusahaan kami yang terhitung baru, sebenarnya saya tak pernah berkecimpung dengan bisnis suami saya yang satu ini. Jadi...saya sedikit takut untuk menerima tawaran anda. Tolong jangan tersinggung..." nayra berucap panjang
William tertawa perlahan
" anda menolak secara halus nona...?! " tanyanya kemudian dengan frontal.
" tidak tuan...hanya sedikit khawatir " jawab nayra sedikit terkejut dengan perangai pria itu.
" begini saja...kirimkan proposal anda setelah saya mengirimkan hal hal yang saya inginkan mengenai realestate saya kepada anda, saya akan mempelajari proposal anda...bagaimana ?! " william semakin mendominasi nayra
" baiklah saya akan tunggu pengajuan anda, kemudian kami akan ajukan proposal kami..." jawab nayra kemudian mengalah, ia merasa percuma menolak pria ini, apa lagi iapun merasa perlu untuk ikut tender ini.
" oh ya nona...ada satu yang mengganjal di pikiran saya selama ini, boleh saya bertanya..?! " tanya william kemudian setelah suasana terasa sedikit rilex
__ADS_1
" silahkan tuan..."
" saya sangat penasaran kenapa yara memakai corporation dan bukan construktion...apa benar karena pemiliknya ingin menegaskan keterikatan antara yara dan ar.co....?! " tanya william lagi
" anda benar tuan...!! " nayra menjawab singkat
" lalu apa yara..?! " tanya william lagi, namun kali iki ada kernyitan di dahinya seakan mempersiapkan sesutau.
" yan aditya nayra....suamiku menggabungkan nama kami berdua tuan..." nayra pun menjawabnya dengan tegas dan jelas.
William nampak terdiam dengan jawaban itu, seakan ada sesuatu yang menghantam jiwanya.
" maaf tuan willian saya permisi...saya harus menyapa tamu undangan yang lain..." pamit nayra sambil menangkup kedua tangannya di depan dada, dan tanpa menunggu jawaban dari william yang tiba tiba terdiam tanpa alasan, nayra berlalu meninggalkan william.
Seakan tersadar dari lamunannya william menatap kepergian nayra dengan senyum yang tak terbaca
" nayra yan aditya rachman...??? " tanyanya pada diri sendiri sambil menggeleng gelengkan kepalanya
" nayra william edgar...itu nama yang cocok untuk mu nona " katanya lagi lagi pada dirinya sendiri sembari tersenyum membuat sang assisten yang telah berdiri di sisinya menatap bingung kearahnya.
" wanita yang luar biasa..." desisnya kemudian sembari tersenyum.
Namun segera senyum yang tersungging di bibirnya itu memudar dari wajahnya ketika ia melihat nayra berbincang dengan kenan, meski tak hanya berdua seperti dengan dirinya tadi karena ada sekitar lima enam orang disana, tapi itu cukup membuat suasana hatinya menjadi sangat buruk.
" suatu hari nanti...aku pastikan kau hanya akan memperdulikan aku, hanya aku nayra..." ucapnya pelan sambil mencengkeram pinggiran meja dengan kuat
" tuan...saya harap anda memperhatikan dimana kita sekarang ..." luwis sang assiten merasa khawatir
" hmmm...." jawabnya william kemudian pelan.
Selama ini william memang kerap mendengar tentang istri seorang presiden direktur Ar.co yang terkenal dengan pembawaannya yang setenang karang di lautan, ekspresinya sedingin salju namun mampu mengimbangi sang suami di medan bisnis.
__ADS_1
Sungguh william sangat penasaran dengan wanita satu ini. Hingga hari ini ia menyempatkan waktu untuk hadir begitu mendapat undangan dari yara.co atas nama nayra yan aditya rachman.