
Nayra menghentikan langkahnya ketika ia telah sampai dihadapan Wiliam.
" tuan William...terimakasih aku ucapakn " katanya sangat lembut dan sopan sembari sedikit menundukkan kepalanya tanda ia menghormati dan berterimakasih.
William melangkah maju namun Nayra dengan reflek segera mundur beberapa langkah, dan bersamaan dengan itu Edo dan Faris berdiri menghadang di hadapan Nayra, membuat jarak antara William dan Nayra.
Melihat hal itu sontak William tertawa terbahak bahak.
" apa kalian pikir aku akan menyakiti calon istriku sendiri....ha ha ha, lucu sekali kalian " ucapnya di sela sela tawanya.
Edo dan Faris tak merespon kata kata pria itu, mereka baru saja kecolongan dan persetan dengan ucapan William, keselamatan Nayra jauh lebih penting bagi mereka, itu yang dulu di tekankan sang tuan muda kepada kesepuluh pengawal pribadinya. Khususnya Edo, Rexy dan Faris yang memang sebelumnya mereka telah menjadi pengawal pribadi Nayra tanpa sepengetahuan wanita itu sebelum terjadi tragedi kecelakaan merenggut nyawa sang pewaris Ar.co
" aku hanya ingin mengingatkannya akan sesuatu..." William kembali berkata sembari memiringkan kepalanya untuk memudahkannya melihat kearah Nayra, karena kini penglihatannya akan wanita itu terhalang Edo dan Faris.
" ingat janjimu padaku nona...dan juga terimakasih karena sudah menjaga milikku agar tidak di nikmati dia yang tidak berhak menikmati..." lanjutnya berkata kata sembari melirik kearah Kenan.
__ADS_1
kenan yang merasa tersindir balik menatap dengan tajam pria bermulut pedas itu dengan tatapan permusuhan.
" permisi tuan william...sekali lagi aku ucapkan terimakasih..." jawab Nayra tegas dengan segera berlalu menuju kendaraannya tanpa menunggu jawaban dari William lagi.
Bukan bermaksud tidak sopan atau tidak tahu terimakasih, ia tahu jika berlama lama disana bukan tidak mungkin itu akan menyebabkan tragedi baru.
Drama perkelahian antara William dan Kenan yang sudah pasti akan menyeret namanya.
kejadian itu juga di saksikan serang wanita cantik yang sedari tadi berdiri di balik pilar memperhatikan peristiwa itu terjadi.
" menyebalkan...hampir saja, cihh...mereka berebut wanita sok alim itu, memalukan..." umpatnya lalu berlalu pergi dari sana.
" kau tampak sangat bekerja keras melindunginya..." kata pria itu ketika William kian mendekat kepadanya.
" tentu saja...dia calon istriku, dia dunia ku..." jawabnya dengan rilex, jacob yang kini telah berdiri di sampingnya menarik nafas pendek di buatnya.
__ADS_1
" ha ha ha...kau lupa dia siapa, dia menantu keluarga orang lain...keluarga Aditya " jawab pria tua itu lagi.
" terserah padamu tuan Kurniawan....tapi aku berjanji, jika dalam kurun waktu satu tahun ini pria itu tidak kembali, maka aku sendiri yang akan melepas statusnya sebagai seorang menantu keluarga Aditya Rachman. Aku bersumpah..aku akan segera memakaikan kembali pakaian berwarna padanya...." ucap William sangat percaya diri.
" ha ha ha..aku sangat suka semangatmu anak muda..." pria tua itu kembali tertawa.
William nampak meninggalkan pria itu dengan segera dan di ikuti oleh Jacob.
" kau terlalu percaya diri anak muda..." ucapnya lagi dengan pelan sepeninggal William.
Sementara itu di dalam mobil menuju gedung perkantotan Ar.co, sepanjang perjalanan Nayra terdiam membisu menatap kearah luar jendela, sesekali terdengar ia menghela nafas dan menghembuskannya dengan berat.
Bunga merasa serba salah, tak ada yang bisa ia lakukan. Begitupun dengan Edo yang tengah menyetir dan Rexy yang ada di sampingnya. Keduanya hampir memiliki pemikiran yang sama.
" andai mereka bisa lebih cepat, mungkin nonanya tidak akan mendapat bantuan dari orang lain " pikir keduanya.
__ADS_1
Nayra selalu menjaga jarak dengan semua pria, apalagi setelah kepergian sang suami. Ia bahkan telah berubah hampir 100%. Sikapnya semakin dingin, tidak banyak berkata kata.
Dan mereka yang kini berada di sekitarnya mengerti itu.