Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
sulit menerima


__ADS_3

Renald nampak menatap tak berkedip hamparan bintang gemintang diatas sana. Tiba tiba saja pikirannya melayang kepada sorot mata Nayra.


Ia bingung, kenapa kali ini ia seakan merasa sulit untuk mempercayai kata demi kata yang telah di sampaikan Katania dan pamannya tentang seorang Nayra Azzahwa Alzahrani dan keluarganya.


Ia melihat sejuta perih di mata wanita itu dalam pertemuan mereka yang kesekian kalinya. Meski ia tak mampu melihat wajah Nayra dengan sempurna karena ia yang memakai cadar, entah mengapa ia seakan mampu melihat kesedihan itu hanya dengan menatap matanya saja.


" wanita itu salah satu dari anggota keluarga yang harus bertanggung jawab atas hilangnya ingatanmu akan diriku sayang...." ucap Katania setelah pertemuan mereka yang pertama dengan sosok Nayra Azzahwa Alzahrani.


" jadi...ini adalah kesempatan kita menghancurkan keluarga itu melaluinya..." lanjut Katania waktu itu yang dijawabnya dengan kebungkaman.


Pertemuan kedua mereka digedung perkantoran Yara.Co membuatnya semakin sulit mempercayai kata kata Katania, hingga memutuskan menunda rencananya kembali ke Kanada untuk menikahi Katania.


Meski awalnya menolak keinginan Renald akhirnya Kataniapun tak mampu untuk tidak menerima keinginan Renald.


" aku tidak bisa membiarkan mereka mereka yang sudah menghancurkanku di masa lalu berbahagia seperti yang kulihat saat ini Katania, aku berjanji...aku akan segera menikahimu setidaknya setelah aku melihat salah satu dari mereka hancur " janjinya pada Katania waktu itu.


" nayra...dia sasaran utama ku, dia melihatku sebagai orang lain. Mungkin itu satu keuntungan bagiku.." sambungnya yang kemudian di setujui oleh Katania.


" selanjutnya...Ar.co.." lagi lagi Renald meyakinkan Katania.


Lagi lagi Renald terdengar menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan berat.


" nayra...." desisnya tertahan.


" siapa kau sebenarnya, kenapa seakan akan aku sangat mengenalmu. William Edgar...benarkah rumor yang kudengar kalau kau adalah miliknya ?! " Renald bicara pada dirinya sendiri dengan masih setia menatap bintang.


" william edgar...." desisnya lagi.


Beberapa hari ini ia yang kini tinggal di sebuah Villa yang cukup besar di kota itu, berusaha mencari tahu tentang sosok Nayra Azzahwa Alzahrani dan satu hal yang ia temukan dan juga ingin ia konfirmasi pada yang bersangkutan adalah tentang William Edgar.

__ADS_1


Beredar kabar yang ia dengar bahwa antara dirinya dan William Edgar ada hubungan. Namun pertemuannya tadi siang tidak memberinya kesempatan untuk bertanya langsung pada Nayra.


Akan tetapi keberadaan William Edgar tadi siang di sekitar Nayra cukup menjelaskan semua tentang keduanya di mata Renald. Namun entah mengapa ada rasa tak terima di lubuk hatinya yang paling dalam.


Sakit....ya, itu yang ia rasakan jauh di lubuk hatinya yang paling dalam melihat kebenaran rumor itu.


🌻🌻🌻


Nayra nampak memasuki gedung malam itu tempat diadakannya acara amal yang menjadikannya seorang tamu undangan spesial karena ia yang sebagai pemenang tender sang pemilik acara.


Ia masuk diikuti Kris dan Bunga serta Edo, faris dan juga Rexy.


Kehadirannya sungguh menarik perhatian semua hadirin dengan penampilannya yang memukau dan lain dari pada yang lain.


Pakaian syar'inya yang berwarna hitam berkibar indah tertiup angin, cadar hitam di wajahnya menambah kesan misterius pada dirinya.


Kedua telapak tangan yang bahkan juga tertutup sarung tangan berwarna hitam mengkilat dan beberapa orang pria tampan berjaz hitam dan berkaca mata hitam di sekitarnya turut pula meyakinkan setiap orang yang hadir di sana bahwa ia memanglah seseorang yang tak tersentuh.


" nona nayra..selamat datang, senang melihat anda bisa hadir.." sapa pria tampan itu pada Nayra juga pada semua yang hadir bersamanya malam ini tanpa terkecuali.


Nayra nampak langsung di terima tuan Abisek yang kala itu tengah berbincang dengan William Edgar dengan ramah dan sangat antusias. Pasalnya yang Abisek tahu Nayra jarang sekali datang sendiri menghadiri acara acara seperti ini, biasanya ia hanya akan di wakilkan oleh seorang Bunga dan suaminya Kris. Bahkan tidak jarang sang sekretaris...Friska.


William menatap tak berkedip seorang Nayra Azzahwa Alzahrani, ia nampak segera mendekat dan berdiri disisi wanita itu, seakan menegaskan dialah pemilik sang wanita. Hal yang selalu ia lakukan setiap kali hadir di acara yang sama.


Diujung sana nampak seorang pria berjaz navi menatap tak berkedip Nayra.


" nayra...lama tak bertemu, tahukah kau betapa merindunya aku padamu selama ini.." bisiknya pelan. Tanpa mendekat pria itu menatap san mengawasi Nayra hingga ia nampak mengerutkan kening ketika matanya melihat seseorang.


" Yandi....dia masih hidup, lalu siapa yang bersamanya ?! " tanyanya pada diri sendiri hingga sebuah kegaduhan terjadi.

__ADS_1


Nayra sedang berbincang dengan tuan Abisek dan William ketika kemudian ia nampak pamit mengambil air minum.


Tanpa dia sadari seseorang menginjak jubah bagian bawahnya hingga ia jatuh kesamping dan seseorang di sampingnya segera menangkap tubuhnya. Nayra memegang erat leher pria itu yang tak lain adalah Renald dan Renald yang memegang erat pinggangnya membuat keduanya seperti orang yang sengaja berpelukan.


Nayra dan Renald saling menatap beberapa menit hingga suara deheman mengembalikan kesadarannya.


" ekhemmm.." Katania berdehem dengan keras, Nayra segera menarik diri dari Renald.


" apa yang anda lakukan nona, tidakkah anda tau pria yang berusaha anda goda saat ini bukanlah pria yang masih sendiri..." tambah Katania


" dia pria beristri nona, apakah anda bercita cita ingin menjadi seorang pelakor nona Nayra ?! " kembali Katania bersuara,


Sungguh kata kata yang keluar dari mulut Katania membuat Nayra serasa tidak bernyawa. Tubuhnya terhuyung beberapa langkah dan hendak roboh kebelakang kalau saja seseorang tidak menangkapnya dari belakang.


" Nayra..." panggil pria itu. Nayra yang sejak tadi menunduk dengan tubuh yang terasa tak bernyawa mendongakkan wajahnya.


Seulas senyum hangat tersungging dari wajah yang ia kenali.


" rein..." Nayra


" hmmm.." rein


" kau mengenaliku ?! " tanya Nayra seperih itu dengan bulir bulir air mata yang seakan siap untuk menetes. Berusaha mengingat bahwa dirinya tadi tidak lupa mengenakan cadar.


" meski kau menutup seluruh tubuh dan wajahmu, aku pasti akan mengenalimu.." jawab rein menatap sendu mata Nayra seakan paham dengan pemikiran wanita itu.


Namun tiba tiba seseorang merebut tubuh Nayra darinya dan menepis kedua tangannya yang menopang tubuh Nayra hingga kini Nayra berpindah padanya, dia menatap tajam dan penuh permusuhan pada Rein.


" William..." panggil Nayra ketika tahu pria yang kini memeluknya itu. Demi Tuhan William seperti melayang layang diudara mendengar panggilan Nayra untuk dirinya.

__ADS_1


Baru kali ini ia mendengar Nayra memanggilnya hanya dengan menyebut nama saja tanpa embel embel tuan. Sungguh itu terdengar mesra di telinga seorang William Edgar, rasanya ia tidak ingin moment ini berakhir.


Nayra mencoba menarik dirinya dari pelukan William, menatap sejenak pada Renald yang juga kini tengah menatapnya dan tangannya nampak memeluk posesiv Katania.


__ADS_2