Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
mencari yang berkhianat 2


__ADS_3

Nayra berdiri diam mematung menatap layar komputer yang beroperasi sejak tadi di hadapannya.


Beberapa orang tenaga ahli miliknya tengah bekerja keras memastikan sesuatu.


" adakah yang mereka ambil kali ini..." liam yang ada di belakangnya berdiri bersama Laura mulai bertanya.


Ya ...setelah ia mengetahui bahwa dirinya hanya di manfaatkan, ia memutuskan mencari tahu yang sebenarnya tentang titik terang kematian orang tuanya. Dan meski belum seterang yang ia inginkan, namun ia telah dapat menarik kesimpulan bukan Wirahadi Aditya Rachman penyebab kematian sang ayah.


Nayra masih terdiam, matanya masih terus tajam menatap layar berkedip yang dioperasikan di hadapannya.


Hingga beberapa jam kemudian ia nampak memghela nafas lega.


" tidak ada yang berhasil di ambil nona...mereka gagal.." ucapan salah seorang orang kepercayaannya yang mengopersaikan benda kotak itu, dan disusul beberapa yang lain juga memberikan laporan yang sama membuatnya sedikit bernafas lega.


" hmmmm....." Nayra bernafas lega, ia kemudian nampak sedikit menunduk memeriksa satu persatu sendiri hasil kerja mereka.


" kunci kembali..." perintahnya kemudian, ia berlalu meninggalkan tempat itu di ikuti yang dan meninggalka Faris untuk melanjutkan pengamanan.


Sesampainya diruangan, Nayra duduk di sofa bersama yang lain.


" ini yang kesekian kali nayra....apa yang mereka cari sebenarnya, tentu mereka paham kita tidak akan sebodoh itu tidak memindahkan dan memberikan pengamanan lebih setelah percobaan peretasan waktu itu..." Kris bicara dengan wajah dongkol


" ya....apa yang sebenarnya mereka inginkan, masihkah kehancuran Ar.co ?! " tanya Liam


" tidak kakak ipar....kepercayaan rekan bisnis kita, mereka ingin menjatuhkan kita di hadapan para partner Ar.co " jawab Nayra dan di angguki Kenan


" maksudnya...? " tanya Laura juga Bunga.


" sasarannya adalah nona muda kalian, mereka ingin melemahkan Ar.co dengan jalan memutus kerjasama Ar.co dengan mitra lain. Setelahnya mereka akan menyasar Nayra, dialah sasaran sebenarnya.." Kenan bicara dengan menatap Nayra


" mereka orang yang berbeda..?! " tanya Liam lagi


" entahlah...tapi yang jelas dia bukan orang sembarangan, dia mempunyai pengaruh yang besar..." jawab Nayra


" kali ini...dia hanya sengaja mengancamku.."

__ADS_1


" williamkah....?! " Bunga da Laura sekali lagi berucap sama


" entahlah..." jawab Nayra sendu. Ia sadar, jika memang William di balik semua ini. Sungguh dirinya bukanlah musuh yang sepadan dan Nayra sadar betul apa yang diinginkan pria itu darinya.


" berhati hatilah......kemungkinan apa saja bisa saja terjadi..." Kenan memperingatkan


" hmmm aku mengerti..." Jawab Nayra sembari menyeka keringat di dahinya, tatapan trenyuh diarahkan padanya oleh seorang Kenan.


Apalagi yang bisa dia lakukan untuk meringankan beban wanita ini, jika memang William pelakunya, ia pun tak kan sanggup terang terangan menghadapinya. Kenan menghela nafas berat.


William Edgar, selain dia seorang pengusaha handal dia juga seorang pemimpin pergerakan bawah tanah, dia juga memiliki banyak koneksi di pemerintahan dari berbagai negara. Karenanya siapa yang tak akan mengenal seorang William Edgar, dan siapa yang tak akan enggan berurusan dengannya.


Liam terdiam membisu, ingatannya melayang kepada kerjasama yang pernah coba ia lakukan dengan pria itu, tak ia sadari dulu....bagaimana pria itu sangat berantusias bertanya tentang sosok presdir baru Ar. Co yang tak lain adalah adik iparnya. Nayra Azzahwa Alzahrani.


Masih ia ingat dengan jelas bagaimana wajah bahagia seorang William Edgar membicarakan sosok seoarang Nayra.


" ah...bodohnya aku, ternyata pria itu hanya memanfaatkan ku saja. Lagi lagi..." liam nampak memyugar rambutnya frustasi.


" lupakan kakak ipar, itu bukan salahmu..." kata Nayra terdengan pelan dan seolah mengerti dengan yang sedang dipikirkan oleh Liam.


Liam menoleh dengan cepat kearahnya.


Nayra berdiri di balkon kamarnya menatap lampu lampu perkotaan yang berkerlap kerlip.


Ia memeluk tubuhnya sendiri.


" apa yang harus aku lakukan...Ya Tuhan, " desisnya tertahan. Kembali ia menarik nafas dan meraup wajahnya pelan.


" cklekkk..." suara pintu terbuka dan ia cukup tahu siapa berani masuk kedalam kamarnya.


" apa mereka sudah menemukan sesuatu ? " tanya bunga padanya setelah menutup pintu kamar kembali.


" hmmm...temani aku.." jawab Nayra sembari melangakah kedalam kamar dan menuju walk in closet, begitupun dengan bunga. Sekeluarnya mereka dari sana keduanya telah memakai pakaian serba hitam lengap dengan penutup wajahnya.


Dengan cepat keduanya nampak melompat dari jendela kamar itu, tak akan ada yang percaya jika tak melihatnya sendiri. Kedua wanita cantik itu melompat dari lantai dua kemudian merayap kebawah.

__ADS_1


Keduanya sengaja melakukannya sendiri kali ini, Nayra tak ingin membawa anak buah sang suami kali ini.


Sampai pada pagar di samping rumah besar itu, keduanya nampak sekali lagi melompati pagar kemudian menuju mobil yang sudah disediakan oleh Bunga sebelumnya.


Hampir satu jam perjalanan keduanya sampai pada sebuah rumah besar. bagai pencuri keduanya kembali melompati pagar dengan mudahnya.


Sedikit sulit namun akhirnya berhasil, keduanya memasuki rumah besar itu, seakan telah tahu tata letak rumah itu Nayra dan Bunga langsung menuju kamar utama di lantai dua. Dan tanpa banyak kata Bunga menendang pintu kamar itu hingga terbuka dan membuat penghuni kamar yang sedang beraktifitas panas terkejut bukan main.


" siapa kalian ...? " tanya pria tampan itu.


" bunga...!! " pekik pria itu ketika bunga membuka penutup wajahnya. Dan tanpa bertanya lagi ia tahu siapa yang kini berada di hadapannya.


" Nayra.....!! " desisnya.


" menjijikkan...suruh dia pergi alan " perintah Nayra pada seorang pria kemayu yang menemani pria tampan itu.


Dengan sekali mengkode Alan mengusir pria itu.


Ya Alan memiliki orientasi seksual yang menyimpang.


" katakan padaku...siapa yang sudah berada di belakangmu, hingga kau berani menggelapkan dana perusahaan ?! " tanya Nayra mengintimidasi seorang Alan Wirahadi di rumahnya sendiri. Setelah pria itu berpakaian lengakap.


" nayra aku...."


" duduklah dengan tenang alan....kau tahu, aku sudah tahu semua tentang mu....apa perlu ada banyak orang lain lagi yang harus tahu akan siapa dirimu sebenarnya....?! " Nayra kembali mengancam pria itu.


" siapa mahyong...kau akan mengirim semua uang itu padanya bukan, tapi sayang...kau terlambat alan, aku sudah mengetahuinya lebih dulu " kata Nayra sembari mendudukkan dirinya pada sofa di kamar itu.


" Nayra...aku, aku..." kata alan terbata namun kemudian dengan cepat ia berlari kearah balkon dan melompat kebawah dari sana, pria itu terus berlari dengan kaki terpincang pincang,


Nayra hanya menatap kepergian Alan yang dengan kaki pincangnya memaksa melompati pagar.


" ikuti..." terdengar suara Bunga menelpon seseorang.


Beberapa saat kemudian keduanya nampak menuruni anak tangga tanpa menghiraukan para pelayan yang menatap terkejut kearah mereka.

__ADS_1


Nayra melirik sejenak dengan ekor matanya kearah pria paruh baya yang nampak bersembunyi di antara para pelayan


" paman puguh..." desisnya pelan lalu kembali melanjutkan langkahnya. Ada gurat gurat kecewa di matanya.


__ADS_2