Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
ini bukan ancaman ..


__ADS_3

Nayra menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan sembari tersenyum tipis dan miring dari balik cadarnya.


" rilex kakak ipar...." ucapnya kemudian terdengar santai dan pelan.


" kau tentu tahu, aku pernah menjadi bagian dari ar. Corporation sebagai orang lain, bukan sebagai bagian dari keluarga yandi. Sebagai head of budgeting accounting product manager yang di rekrut langsung tuan besar Wirahadi Aditya Rachman, kurang lebih hampir tiga tahun..." nayra masih terdengar tenang dengan suaranya namun terasa begitu menekan di setiap kata katanya, membuat siapa saja yang hadir disana cukup merinding di buatnya.


Wanita macam apa yang kini sedang duduk di hadapan mereka ini. Sungguh pikiran itu berkecamuk di kepala mereka, khususnya liam dan dua orang di sampingnya.


Tubuhnya yang kecil dan nampak ringkih dengan tinggi badan hanya sekitar kira kira 155 cm saja itu sungguh mampu mendominasi siapa saja yang ia hadapi sekarang ini.


" kau pun tentu paham dan tahu betapa besar wewenangku atas keuangan ar. Co waktu itu dan juga seberapa banyak pengetahuanku akan seluk beluk dan rahasia ar. Corporation ..." nayra sedikit menjeda kata katanya dan cukup membuat liam sedikit membulatkan matanya terkejut.


"Juga hampir dua tahun belakangan ini suamiku menjadikanku asisten pribadinya bersama kris dan membawaku kemana kemana dalam segala urusannya..." lanjutnya lagi


" oh ya...maaf aku lupa, pasti kau sangat tidak tahu itu karena kesibukanmu yang tidak akan memberimu kesempatan untuk sekedar tahu hal itu....maaf kakak ipar " nayra melipat menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada sebagai tanda permintaan maaf dengan sedikit menundukkan kepalanya.


" mereka juga orang orang yang cukup kompeten nay..dan juga pasti akan menolak dirimu.." kata liam kemudian sembari sedikit melempar pandangannya kearah lain.


" kita lihat saja nanti...apa yang bisa aku lakukan untuk ar.Corporation menggantikan posisi suamiku sampai...." nayra menegaskan sekali lagi tanpa melanjutkan kata katanya. Dan hal itu cukup membuat rasa ingin tahu liam dan yang lain namun mereka seakan segan untuk menanyakan lebih lanjut.


" baiklah nayra...terserah kau saja, aku harap kau akan berhasil seperti juga suami mu dulu..." kata liam kemudian sembari berdiri dengan diikuti dua temannya, namun belum sempat ia berbalik dan melangkah nayra bersuara lagi


" oh ya kakak ipar, boleh aku tahu, adakah urusan antara kau dan mister william hingga kalian mengadakan agenda pertemuan..?! " tanya nayra tanpa bangun dari duduknya sembari mengernyitkan keningnya.


Liam terlihat mengepalkan kedua tangannya


" kau memata matai aku...?! " tanya liam frontal


" oh..tidak kakak ipar tentu tidak hanya sedikit ingin tahu saja..." jawab nayra dengan cepat seaka akan panik

__ADS_1


" tidak ada...hanya kawan lama saja..." jawab yandi setenang mungkin.


Ia berusaha menyembunyikan kegugupan di wajahnya di hadapan nayra.


William adalah seorang pengusaha muda berusia kira kira 39 th warga negara asing dari Amerika, namun ia cukup banyak memiliki koneksi orang orang penting di negara ini karena memang usahanya yang menjangkau hampir segala bidang telah menggurita di negara ini.


" oh...begitu, bisakah aku sedikit meminta tolong padanya melaluimu ..?, ku dengar ia mempunyai cukup banyak koneksi orang orang penting di pemerintahan " kata nayra lagi


" hmm...katakan " sambut liam dengan wajah tenang kembali.


" kau tahu ayah ku sedikit terlibat masalah, yang di tuduhkan padanya sudah pasti tidak benar bukan.." nayra melanjutkan kata katanya lagi.


" Sebenarnya aku bisa saja membebaskannya dari segala tuduhan, akan tetapi pastinya dengan bukti itu aku tidak bisa menjamin tidak akan banyak yang akan terlibat..." kembali nayra bersuara, namun kali ini ia mulai bangkit dari duduknya di ikuti kris juga irfan dan bunga.


Liam menarik nafas dalam dalam


" tidak kakak ipar, ini bukan ancaman....kau tahu apa yang sebenarnya terjadi, jadi..jangan libatkan keluaragaku sedikitpun " nayra sungguh menekankan kata katanya, dan pada saat itu liam melirik kearah salah satu pria di sampingnya.


Pria itu dengan cepat hendak menyentuh pundak nayra dan berniat mengancamnya, namun pria itu sungguh salah perhitungan begitupun liam.


Dengan cepat nayra mencekal pergelangan tangan pria itu dengan tangannya yang pasti juga telah mengenakan kaos tangan.


Sungguh nayra hampir menutup seluruh tubuhnya dengan sempurna.


Ia kemudian memlintir tangan itu,menghempaskannya dengan cepat kelantai dan menendangnya dengan kuat hingga pria itu tersungkur semakin dalam kelantai.


Sungguh pemandangan itu membuat mereka yang ada di sana terbelalak terkejut dan untuk sejenak seakan kehilangan kesadaran, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Benarkah wanita itu adalah seorang Nayra Azzahwa Alzahrani, tidak ada satupun dari mereka yang tahu bahwa yandi sungguh telah mengajari istrinya banyak hal, termasuk bela diri. Dan nayra pun mampu dengan mudah dan cepat menerimanya dalam dua tahun belakangan ini mengolah bela dirinya. Karena pada dasarnya nayra memang telah memiliki tehnik dasar beladiri, menembak, memanah bahkan berkuda. Itu yang di ajarkan oleh ayahnya. Dan hanya yandi , suaminya yang tahu akan hal itu.

__ADS_1


Nayra nampak mengibas ngibaskan tangannya ke arah bahunya sembari menatap liam dan dua orang pria yang bersamanya dengan tajam dan dingin.


" jangan lupa untuk kau besok datang di perusahaan kakak ipar, aku akan mengadakan rapat penting pengukuhan diriku sebagai pengganti suamiku..." katanya kemudian


" tentu....!! " jawab liam kemudian segera beranjak pergi di ikuti dua orang lainnya.


" juga sampaikan salamku pada tuan william..." nayra sedikit berteriak namun tak lagi di jawab oleh liam karena ia yang terus melangkah keluar dengan cepat menuju kendaraannya.


" anda tidak apa apa nona...maaf kami.." edo tak sempat melanjutkan kata katanya


" tidak apa apa...jangan khawatir.." jawab nayra pelan dan sopan, kemudian duduk di sofa di ikuti kris, bunga dan irfan yang masih menatapnya dengan ngeri.


Sejak kapan gadis ini bisa bela diri, ah sungguh dirinya tak mengenal sama sekali sosok di depannya itu kini.


Kembali ingatannya mengarah kepada ia yang menyampirkan jaket di bahu nayra, sekali lagi irfan bergidik ngeri


" untung tadi dia tidak membantingku juga...." bisiknya pelan sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" apa menurutmu dia ada hubungannya dengan yang menimpa dirimu juga yandi nay..." tanya bunga dan di amini oleh kris


" tidak aku rasa...dia datang kemari juga ingin membuktikan kebenaran tentang yandi pula...." jawab nayra sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.


" siapkan semua bukti yang ada tentang keterlibatannya dalam kasus ayah ku do..." kata nayra kemudian pada edo


" baik nona...kami sudah menjadikannya beberapa kopian..." jawab edo


" hmmm...terimakasih, pastikan salah satunya sampai padanya.." lanjut nayra


" baik nona..." kali ini rexy menjawab dan segera berlalu di ikuti faris.

__ADS_1


__ADS_2