Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
memilikimu seutuhnya....


__ADS_3

Yandi masih berdiri membatu di sisi jendela kamar dengan mata tak berkedip


" kenapa melihatku begitu...??! " tanya nayra sembari duduk di depan meja rias yang sengaja yandi siapkan untuknya beberapa hari lalu


" uhuk uhuk...." yandi tertelan ludahnya sendiri hingga terbatuk batuk dan wajahnya memerah,


nayra segera mendekatinya dan menepuk nepuk punggungnya membuat yandi semakin tersengal sengal karena kesulitan menguasai dirinya sendiri.


" sudah ra..sudah..." terbata bata yandi menghentikan nayra dengan meraih tangan nayra yang ada di punggungnya


" udah enakan....?! " tanya nayra khawatir


" hmmm..." jawab yandi singkat sambil memindai nayra dari atas kebawah


" kenapa....?! " tanya nayra sedikit salah tingkah


" kenapa pakek baju begini....?! " tanya yandi kemudian tak mampu menahan tanya sambil tetap menggenggam jemari nayra


" kenapa memangnya...tidak apa apa, memang maritha saja yang bisa pakek baju begini...." jawab nayra sewot hendak menghindar dari yandi namun gagal karena pria itu yang langsung menariknya hingga ia jatuh di pelukannya.


" kau menggodaku ra...." bisik yandi di telinga nayra hingga membuat gadis itu merinding karena yang memeluknya dari belakang kini.


Yandi semakin mempererat pelukannya ketika ia merasa tak ada penolakan dari nayra.


" bukan aku yang menggodamu...tapi maritha tadi, kau lihat pakaian yang ia kenakan tadi ? Dia sengaja ingin membuatmu tergoda..."


" kau cemburu..?! "


" tidak...."jawab nayra diplomatis, ia tak mungkin mengakui rasa cemburu yang ia rasakan tadi


" maritha atau siapapun tak akan membuatku tergoda ra, itu sudah kubuktikan tujuh tahun ini..." bisik yandi lagi,


tapi kini ia berbicara sembari mengenduskan wajahnya kearah rambut dan leher belakang nayra yang begitu wangi baginya membuat nayra semakin meremang


" tapi kau....tanpa kau menggodaku aku sudah tergoda ra, apalagi kau yang seperti ini, kau menyiksaku ...aku pria normal ra, aku bisa gila kalau kau seperti ini terus di depanku...." yandi terus berkata kata sambil menciumi bahu nayra yang terekspos begitu saja.


Nayra sedikit tersenyum tipis dengan sesekali melipat bibirnya menahan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Ia memang memutuskan menerima dan memberikan apa yang ia jaga selama ini kepada yandi, hingga ia sengaja memakai pakaian kurang bahan itu.


Ia tahu benar tak ada pembenaran sedikitpun dalam ajarannya menunda nunda apa yang sudah menjadi hak seorang pria yang bergelar suami pada seorang wanita yang merupakan istrinya.


" kau bilang akan menunggu sampai aku bisa menerimamu..." cibir nayra, yandi sedikit menghentikan tindakannya meski bibirnya masih terus memciumi bahu nayra.


Ia menarik nafas panjang kemudian membalik nayra hingga keduanya saling berhadapan, kini... yandi menyatukan keningnya dengan kening nayra.


" maaf...ayo, kau terlihat lelah..." ucapnya kemudian hendak membawa nayra ke tempat tidur berukuran big sizenya namun nayra menolaknya,


gadis itu kini berdiri di pinggiran jendela, rambutnya yang mulai mengering sedikit berkibar tertiup angin dan cahaya lampu kamar yang temaram membuat pakainnya menerawang hingga mencetak lekuk lekuk tubuhnya dengan sempurna,


hal itu sungguh tak lepas dari pandangan mata yandi tentunya.


Jakun pria dewasa itu naik turun di buatnya. Ia kemudian mendekat dan memeluk nayra lagi sambil menarik nafas panjang dan menghembuskannya hingga menerpa daun telinga gadis itu.


" aku akan menahannya dan menunggu sampai kau menyerahkannya sendiri padaku..." bisik yandi perlahan


" terserah padamu..tahanlah semampumu..." jawab nayra sambi melipat bibirnya menahan tawa,


akan tetapi kembali yandi membalikkan tubuhnya membuat mereka kembali saling berhadapan, saling menatap satu sama lain.


menyentuh bibir nayra dengan jemarinya dan menatapnya dengan lembut lagi kemudian melabuhkan kembali bibirnya pada bibir nayra, tak ada penolakan sedikitpun, yandi semakin menekankan bibirnya dan satu tangannya sedikit menekan tengkuk nayra..ia sedikit menggigit bibir wanita itu hingga nayra sedikit membuka bibirnya lalu ia dengan leluasa mengeksplorkan lidahnya lebih berani dalam mulut nayra.


" boleh aku memintanya sekarang ra....?! " rengek yandi setelah melepaskan ciumannya dengan tatapan mata yang sayu menahan hasrat yang seakan akan telah berada di ubun ubun kepalanya


" hmmmm...." nayra mengangguk malu di buatnya sambil menunduk.


Yandi segera membopong tubuh sintal nayra keatas tempat tidurnya meletakkannya dengan sangat pelan dan hati hati sekali.


Ia mulai menciumi tubuh yang ia kungkung itu setelah sebelumnya membaca doa terlebih dahulu.


Tanpa mereka sadari keduanya telah sama sama tanpa sehelei benangpun, yandi seolah kehilangan semua kesadarannya, membenamkan wajahnya pada dada nayra, menciumnya, mengulumnya hingga membuat gadis itu memejamkan mata mencoba menahan segala perasaan yang bergejolak tiba tiba,


nayra mencoba melepaskan sesuatu yang seakan tak mampu lagi ia tahan dengan membalas segala sentuhan dan kecupan demi kecupan yang di berikan yandi hingga keduanya benar benar saling memberikan dan menerima dan akhirnya keduanya saling berpelukan setelah mampu menggapai samudera kenikmatan yang di karuniakan sang ilahi robbi.


Yandi menarik tubuh polos nayra yang hanya berbalut selimut kedalam pelukannya dan mendekapnya

__ADS_1


" terimakasih..." bisiknya kemudian sembari mencium kening dan kemudian pundak nayra dengan lembut dan sesekali mengelus bahunya


" jangan pakai dulu...aku mau lagi..." bisiknya di telinga nayra hingga membuat gadis yang telah menjadi seorang wanita itu malu dan membenamkan wajahnya didada bidang pria yang telah ia berikan kehormatannya tersebut.


" sakit yan....pelan pelan.." bisik nayra di telinga yandi yang kini kembali membawanya berburu kenikmatan


" iya maaf..." balas yandi pelan,


nayra memejamkan mata ketika yandi mengulum bibirnya dengan hangat dan lembut, kemudian kembali menidurkan nayra kedalam pelukannya dan mendekapnya.


sesekali diciumnya pucuk kepala nayra di genggamnya jemari lentik wanitanya itu


" terimakasih kamu sudah menjaganya selama ini untuk ku...." bisiknya di telinga nayra sembari menciumi pundaknya


" hmmm..." jawab nayra pelan sambil memeluk erat salah satu lengan yandi yang memeluknya


" aku tidak bisa bayangkan, jika kau menikah dengan rein ra...!! "


" kenapa....?! "


" aku tidak akan bisa menerimaya ra...aku pasti akan menjadi pebinor..."


" aishhhh mana ada seperti itu...?! " nayra beralih menatap wajah pria yang telah sah menjadi suaminya itu.


" beneran....dulu setelah kita lulusan, aku pernah menemuinya dan menanyakanmu padanya, kau tahu apa jawabnya...?! "


" apa...?! "


" sangat menjengkelkan , dan karena jawabannya itu aku memutuskan pergi ke Australia.." jelas yandi bersungut sungut


" dia bilang kamu mondok, dan minta doa ku agar janji kalian di masa depan bisa terlaksana.....ingin ku tonjok sekali mulutnya waktu itu, tapi sungguh aku percaya begitu saja kata katanya...." tambah yandi lagi,


nayra menyusupkan kepalanya di dada yandi hingga tercium aroma cool tubuh yandi dan ia sangat suka.


" aku tak pernah berjanji apa apa pada siapapun yan...ada ada saja, sebenarnya apasih yang kalian pikirkan tentang aku. Kalian sepertinya tak pernah perduli padaku tapi kenapa tiba tiba pada aneh nyari perhatian gitu..." tanya nayra sedikit bingung dengan apa yang ia rasa dan alami selama ini tentang yandi dan teman temannya.


Yandi menarik wajah nayra dari dadanya, dan menatapnya lembut

__ADS_1


" mau tahu....?! " tanyanya sambil menarik selimut menutupi tubuh keduanyaდ .•*””*• •*””*•.დ


__ADS_2