Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
seperti es batu


__ADS_3

Nayra nampak memasuki lift di gedung perkantoran tuan Abisek, ketika seorang mengikutinya memasuki lift itu.


Kali ini ia memang sendiri, Bunga sedang berada di Yara. Fashion. Colestion. Melihat siapa yang masuk menyusulnya Nayra menganggukkan kepalanya menyapa.


Renald yang ternyata adalah pria yang turut masuk kedalam lift yang ia naiki nampak sedikit tertegun menatapnya sebelum akhirnya iapun beridiri disisinya.


Ada agenda membahas proyek yang keduanya garap bersama yang akan segera selesai kira kira dua bulan lagi penggarapannya bersama tuan Abisek.


" bagaimana kabarmu...?! " entah mengapa tiba tiba Renald bersikap tak formal pada Nayra. Nayra melirik pria di sampingnya itu sebentar lalu menghela nafas


" baik..terimakasih " jawabnya tetap formal tanpa menoleh pada Renald.


" proyek kerjasama kita akan segera berakhir, semoga semua sesuai dead line..." Renald


" semoga.." Nayra. Kembali jawaban wanita itu membuat seorang Renald mengerutkan keningnya.


" kau marah padaku ?! " tanya Renald kemudian menatap lekat lekat wanita di sisinya itu.

__ADS_1


Nayra menoleh dan menatap tajam kepada pria jangkung di sisinya itu.


" jaga batasan anda tuan, kita tidak pernah ada hubungan lain selain pekerjaan..." jawab Nayra ketus, Renald terdengar kembali menghela nafas.


" maaf seharusnya waktu itu katania tidak..." Renald tak mampu menyelesaikan kata katanya karena keburu dipotong Nayra


" it's okay....no problem " jawab Nayra dan langsung keluar lift karena pintu yang telah terbuka dan menandakan mereka telah sampai pada tujuan.


Setelah pertemuan yang memakan waktu cukup lama, Nayra memutuskan pergi ke mushola yang ada di kantor tuan Abisek itu, selepas shalat ia hendak segera berlalu dari sana namun langkahnya terhenti karena seorang pria yang berdiri menatap tak berkedip dirinya di hadapannya.


Renald memutuskan mengikuti Nayra tanpa sepengetahuan wanita itu, kini ia berdiri terpaku menatap wajah Nayra yang tak tertutup cadar. Nayra lupa melepas cadarnya tadi ketika wudlu.


" minggir kau...dasar tidak sopan " geram Nayra karena Renald yang terus mengikuti arah ia menyembunyikan wajahnya


" kau sangat cantik nayra..." bisiknya semabari mendekat pada wanita itu, tubuh Nayra yang hanya sebatas dadanya memudahkan seorang Renald menguasai dirinya.


" aku seperti tidak asing dengan wajahmu ini..." Renald terus mengikis jarak diantara keduanya, Nayra yang mundur dan terantuk dinding dan karena Renald yang seakan paham akan pergerakannya, ia memegang erat tangannya

__ADS_1


Mata Renald berkedip pelan menatap wajah Nayra dihadapannya itu, tanpa sadar tangannya maju mengelus pipi wanita itu


" lancang..." sentak Nayra kemudian menghentak ************ pria itu dengan lututnya, seketika Renald melepaskannya dan meringis tertahan.


Hendak segera berlalu namun ia sedikit bingung mencari cadarnya. Renald tersenyum miring melihatnya. Entah keberanian dari mana, tiba tiba pria iti mendekat kembali pada Nayra.


" aku dengar...jika seorang pria melihat wajah wanita di balik cadarnya, maka pria itu harus menikahi wanita itu " ucapnya kemudian sembari memasangkan cadar Nayra yang ternyata ada padanya, tadi di tempat wudlu ia menemukannya. Sungguh adegan itu seperti adegan seorang suami yang tengah membimbing istrinya menjalankan perintahNya.


Nayra sungguh di buat speachless olehnya, ia sempat terdiam seperti es batu karena tindakan pria itu, entah mengapa hal itu mengingatkannya pada Yandi ketika dulu mencobakan dirinya memakai cadar.


Sadar dengan keadaannya, Nayra memundurkan tubuhnya segera.


" jaga batasan anda tuan Renald...permisi " jawab Nayra penuh emosi.


" ha ha ha.....kau tersipu nona.." ejek Renald


" seharusnya aku menikahimu bukan ?! " tambahnya lagi.

__ADS_1


Tanpa menjawab Nayra ingin segera berlalu namun Renald masih terus mengikutinya.


Hingga mereka kembali keruang rapat, kehadiran keduanya membuat kesan yang berbeda bagi yang ada di ruangan itu, apalagi wajah Renald yang nampak lebih segar.


__ADS_2