
Liam baru saja memasuki sebuah gedung bertingkat, dengan cepat dan bermuka masam ia melangkah menuju lift, sekeluarnya dari lift dia di papak seorang pria tampan yang segera membungkuk padanya menyapa
" tuan..." sapa dion assisten pribadi liam
" hmmm.....jangan ada yang masuk keruanganku tanpa perintahku..." jawab liam sebelum tubuhnya hilang di telan pintu kantornya.
" baik tuan..." dion tetap menjawab meski ia yakin sang majikan tidak akan mendengarnya apalagi menjawabnya.
Di dalam ruangan liam menghamburkan segala apa yang ada di atas meja kerjanya.
" dasar wanita kurang ajar....beraninya dia mempermalukanku...." suaranya terdengar bergetar sembari giginya gemerutuk menahan amarah.
" nayra azzahwa alzahrani....kau tidak akan bisa menghalangi keinginanku..." desisnya perlahan. Liam mengepalkan tangannya dengan erat.
" aku akan benar benar menghancurkan keluarga aditya rachman sampai keakar akarnya....termasuk kau nayra, jangan salahkan aku karena kau sendiri yang sudah menempatkan dirimu pada posisi untuk di hancurkan oleh ku...." ucapnya sambil memaku kedua tangannya pada pinggir.an meja dan tubuhnya sedikit membungkuk kebawah.
" kau sudah kembali liam...?! " tampak seorang wanita cantik yang tak lagi muda keluar dari ruangan istirahat liam yang ada di ruangan itu dan nampak terkejut dengan apa yang ia lihat.
" ada apa ini liam...?! "
" tidak ada apa apa mami, kapan mami datang...ayo kita keluar...." jawab liam sedikit gugup tidak menyangka kalau sang mami akan datang.
" tapi ini..." wanita tua itu masih bersikeras menanyakan perihal yang terjadi.
" dion...siapkan mobil ku, mengenai yang kemaren...pending dulu..suruh orang untuk membersihkan ruanganku " liam bicara di telpon yang ada di pojok mejanya yang belum sempat terkena imbas kemarahannya pada sang aissten kemudian merangkul sang mami dan membawanya keluar.
Liam sungguh pria yang patuh dan hormat kepada orang tuanya, meski ia terkenal dengan temperamental yang tinggi.
Namun ia selalu lunak di hadapan sang mami dan satu wanita lagi...laura Aditya Rachman sang istri.
Pukul 08.00 pagi gedung perkantoran Aditya Rachman Corporation
__ADS_1
Seorang wanita berbalut jubah syar' i warna hitam, begitupun dengan kerudung dan cadar yang ia kenakan dengan warna yang sama nampak keluar dari mobil di depan gedung tersebut. Kacamata hitam pun seakan turut melengkapi penampilannya yang tertutup kali ini.
Sempurna sudah wanita itu menutup seluruh tubuhnya bahkan wajahnya, jika tak ada kris dan bunga di sampingnya tentu tak akan ada yang mengira dia adalah nayra.
Dengan sopan dan lembutnya nayra menyapa hampir seluruh karyawan perusahaan yang ada di lobi saat itu dengan menganggukkan kepalanya yang di sembut mereka dengan mengangguk pula sembari tersenyum ramah.
" nona nayra kah itu...ya Tuhan sempurna sekali Tuhan menciptakannya....." bisik bisik para karyawan
" sudah cantik.....tertutup pula...semoga Tuhan selalu memuliakan dia meski suaminya sudah tiada.." jawab yang lain
" tutup mulutmu....aku dengar dia belum bisa menerima kepergian suaminya..."
" ya Tuhan....benarkah....sungguh kasihan, baru dua tahun mereka menikah dan belum dikaruniai anak, sekarang presdir yan sudah meninggal....presdir yan terlihat sangat mencintai istrinya dan sangat memanjakannya, sudah tentu nona nayra akan sulit menerima kenyataan, ya kan...." timpal yang lain dengan wajah sedih pula.
" akan ada rapat besar besaran para dewan direksi hari ini kalau aku tidak salah dengar, dan terjadi kekacauan di antara mereka mengenai dukungan siapa yang pantas memurut mereka yang akan menggantikan presdir yan...." bisik bisik yang lain
" memang siapa kandidatnya..."
" hahhhh.....tuan muda liam bukannya sudah memegang peranan lain di perusahaan ayahnya...?! "
" entah lah....tapi aku dengar dengar juga, nona nayra akan mengambil alih pucuk pimpinan tertinggi perusahaan ini. Dulu kan tuan muda liam gagal menyelamatkan perusahaan ini, kalau saja nona nayra tidak segera melakukan resolusi keuangan perusahaan sudah barang tentu ar,co ini sudah hancur...."
" ya ...aku ingat, kemudian presdir yan datang bersama assitennya tuan kris membuat gebrakan
baru mengembalikan kejayaan ar.co ini..."
" mereka sepertinya memang pasangan yang cocok, bahkan sebelum mereka menikahkan...?!"
" he'e " yang lain menambahkan.
" aku dengar dengar juga katanya presdir yan sudah sangat lama mencintai nona nayra, bahkan saat mereka masih sma..."
__ADS_1
" wowwwww.....cinta yang luar biasa..."
" padahal nona nayra kan terkenal gadis yang sangat dingin kan...."
" iya...itu memang sudah kita buktikan sendirikan "
" iya..tapi kurasa nona nayra hanya dingin kepada orang lain,bukan presdir yan " yang lain mengiyakan.
" iya juga sih...aku liatnya juga gitu, sungguh pasangan yang unik, satunya well come banget satunya kayak es batu..."
Tentunya bisik bisik para karyawan di lobi perusahaan sama sekali tidak di dengar yang empunya sedang di bicarakan, karena ia yang kini tengah berjalan kearah lift khusus para dewan direksi.
Selepasnya itu nayra segera masuk ke dalam lift seteah sebelumnya berhenti sejenak si depan pintu masuk lift, mengedipkan mata perlahan dan menghembuskan nafas dengan berat.
Kenangan berasama sang suami menari nari di pelupuk matanya.
" Ya Illahi robbi....beri aku kemudahan...." desisnya dengan sangat pelan.
" keluar dari lift nayra dan kris serta bunga langsung menuju ruang rapat yang sudah di penuhi para peserta rapat.
Suasana terasa sangat menegangkan ketika nayra memasuki ruangan, ia melihat Liam ada di antara mereka berasama direktur pengembangan yang katanya adalah sahabat lama sang mertua.
Direktur Hendra Irawan.
Nayra tidak banyak tahu tentang orang itu yang katanya juga memiliki saham lumayan di perusahaan ini, hampir 15%.
Untuk sesaat nayra menatap mereka tanpa melepas kacamatanya,dan baru sedetik kemudian ia baru melepaskan kacamatanya. Sungguh penampilannya ini membuat seisi ruangan terdiam membisu dengan pemikiran mereka masing masing.
" apakah ia seorang *******...." mungkin itu juga ada di salah satu pikiran mereka.
" selamatbpagi, terimakasih sudah bersedia hadir. mari kita mulai..." kata nayra kemudian mempersilahkan pada semua yang hadir.
__ADS_1