
Nayra yang baru saja bangkit dari tidurnya dan mendudukkan bokongnya di atas tempat tidur di buat terperanjat ketika matanya menangkap sesosok tubuh tinggi tegap di depan pintu kamar itu.
" kau !! " pekik Nayra tertahan.
" shuttt...kecilkan suara mu nona " Alan menutup mulutnya dengan jari telunjuknya sembari melangkah mendekat.
" minumlah..." sambungnya sambil menyerahkan sebuah botol kaca berwarna coklat berisis cairan minuman.
Nayra tak lekas menerimanya, matanya menatap pria di hadapannya itu penuh selidik
" ayolah nona..aku sudah mempertaruhkan nyawaku demi bisa mendapatkan obat penawar ini, mereka menyuntikkan sesuatu padamu bukan ?! " ucap Alan melihat Nayra yang seakan meragukan pemberiannya.
" kau tahu nona..sesuatu yang di suntikkan padamu itu mampu membutmu lumpuh permanen jika kau tidak segera meminum penawar ini selama empat puluh delapan jam " terang Alan lagi meyakinkan Nayra, akhirnya wanita berhijab itu menerima dan meminum isi botol pemberian Alan itu.
Nayra merasakan sesuatu yang berbeda dalam tubuhnya, dalam hitungan menit ia merasakan tubuhnya terasa lebih ringan dan kembali segar.
" sebenarnya apa yang mereka suntikkan padaku Alan ? Dan kenapa kau bisa menemukanku disini ?!" tanya Nayra
" nona dari kemaren aku sudah membuntutimu, aku bermaksud mengatakan sesuatu yang aku temukan padamu, aku pikir teman mu itu benar benar mampu menyelamatkanmu, namun ketika aku melihat seseorang mengikuti kalian dan temanmu itu tak menyadarinya aku putuskan mengikuti kalian juga. Ternyata dugaanku benar, pria itu salah seorang dari mereka dan temanmu itu gagal menyelamatkanmu " jawab Alan
" sedang obat itu, aku juga tidak tahu begitu jelas...hanya saja aku pernah melihat seseorang menyuntikkannya kepada om tuan muda Liam sebelum akhirnya ia benar benar lumpuh dan aku semapat mendengar percakapan Puguh dengan seseorang yang membicarakan tentang obat itu beserta penawar itu. Penawar itu aku mencurinya dan menyimpannya sudah lumayan lama....jaga jaga saja kalau kalau aku yang mereka jadikan korban selanjutnya he he he..." Alan menyeringai
" tidak kadaluarsakah ? " Nayra bertanya dengan tatapan menelisik membuat Alan terkejut juga, ia sungguh tak memikirkan itu.
" ah sudahlah...kalaupun kadaluarsa aku bisa apa lagi, toh aku sudah meminumnya " omel Nayra sembari menghembuskan nafas berat.
Sedang Alan tak mampu berkata kata lagi, terus terang iapun bingung harus bagaimana.
__ADS_1
" jika kau mampu nona, malam ini kita akan tahu siapa tuan Mahyong yang sebenarnya mereka maksud " kata Alan setelah ia selesai mengatakan sesuatu yang cukup serius dan panjang lebar pada Nayra.
Katania nampak sedang duduk di sofa besar yang melingkar di ruang keluarga rumah besar itu, ia tak sendiri ada beberapa orang yang turut duduk di sofa besar itu, sementara tak jauh dari sana nampak beberapa orang berperawakan tinggi besar dan berbadan kekar terlihat berdiri dengan sigap.
Perbincangan di antara mereka nampak begitu serius hingga mereka tak menyadari dua pasang mata yang turut mendengarkan perbincangan berbahaya di antara mereka.
Hingga beberapa menit kemudian, suara hentakan kaki dari arah tangga mengejutkan sekaligus membuat perhatian mereka seketika beralih pada sosok yang melangkah dengan angkuhnya menuruni tangga.
" prok prok prok...." terdengar tepuk tangan dari kedua tangan wanita itu
" wow....bravo !! " ucapan Nayra mengiringi tepuk tangannya, langkah demi langkahnya menuruni anak tangga sungguh menunjukkan keangkuhan dan kesombongan seorang wanita yang tak tersentuh.
Setiap langkahnya membuat mereka yang hadir dan menatapnya terperangah sekaligus jengah di buatnya. Wanita itu tak terlihat takut sedikitpun meski ada cukup banyak laki laki berbadan kekar di sana.
Terlebih pria paruh baya yang seketika berdiri dari duduknya begitu melihatnya.
Sadar dengan tatapan pria paruh baya itu, Alan melambaikan tangannya dan mengakhiri gerakan tangannya dengan gerakan seperti gerakan memberi hormat.
" brengsek...dasar bocah sialan " umpat pria paruh baya itu pada Alan penuh amarah dan kejengkelan.
" tak kusangka...hanya untuk menjatuhkan satu keluarga saja, kalian perlu membuat kolaborasi sebesar ini ck ck ck...." ejek Nayra membuat mereka semakin meradang.
Namun berbeda dengan semua orang yang ada di sana, tatapan seorang pria yang masih duduk di tempatnya terlihat berbinar dan penuh kekaguman pada sosok Nayra.
Agustin...ya pria itu adalah Agustin, ia menatap tak berkedip pada sosok Nayra. Ia sungguh terpesona dengan aura kesombongan yang menguar dari kehadiran wanita itu.
Kali ini Nayra tak memakai cadarnya, ia sudah berusaha mencarinya dari tadi tapi tetap tak ia temukan. Sehingga Agustin semakin terpesona dan seakan kehilangan kesadarannya karena tatapannya pada wanita itu.
__ADS_1
Sebenarnya sudah lama Agustin mengagumi sosok Nayra Azzahwa Alzahrani. Namun rasa balas budinya pada sang ayah angkat membuatnya mengubur dalam dalam perasaannya pada wanita itu.
Pernah terpirkir olehnya untuk membawanya lari jauh dari negara ini ketika wanita itu seakan terpuruk karena kecelakaan yang membuat sang suami menghilang, namun ia urungkan karena sekali lagi alasan balas budi.
" tuan besar Aditya sangat mempercayaimu paman Puguh, tak disangka kau ternyata salah satu dalang di balik kegaduhan di Ar.co " oceh Nayra dengan penuh percaya diri terus melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.
Melihat Nayra semakin dekat dengan lantai bawah nampak tiga orang segera mendekat hendak menangkap Nayra setelah mendapat kode dari Puguh.
Sebelum Puguh memberi perintah, ia nampak menatap tajam kearah Katania yang berdiri dengan wajah kebingungan.
Wanita itu tampak kebingungan sekali dan sangat kentara di wajahnya, tadi sore saat ia memastikan keadaan Nayra, wanita itu masih tergelak tak berdaya diatas tempat tidur.
Katania merinding mengingat ucapan Yandi padanya tentang wanita berhijab itu.
" kenapa dia terlihat sangat menakutkan dan mengerikan " bisiknya dalam hati tadi ketika melihat Nayra begitu santai dan percaya diri menuruni anak tangga.
Nayra yang melihat tiga orang merangsek maju mendekat kearahnya menyadari situasi yang tengah terjadi.
Dengan reflek tangannya segera berpegangan pada railling tangga dan kakinya menendang dengan kuat pria yang lebih dulu maju di hadapannya.
Seketika pria itu terhuyung merunduk menahan nyeri di dadanya, tak ingin memberi kesempatan pada yang lain, ia kembali melompat kedepan.
Kali ini ia menumpu kedua tanganya pada punggung pria yang kini terhuyung karena tendangannya itu.
Kakinya mengudara dan menendang bergiliran dua pria berikutnya, tak siap dengan gerakan dan tak mengira dengan serangan mengejutkan wanita yang nampak rimpi itu, dua pria itu terjengkang kebelakang.
Dan seakan tak puas dengan tindakannya, dengan menarik kerah pria yang menjadi tumpuannya tadi, Nayra memutar kerah baju pria itu hingga membuat pria itu memutar tubuhnya menghadap kearahnya, dengan cepat Nayra sekali lagi menendang ******** pria itu dengan telak. Seketika pria itu meringis dan jatuh tak sadarkan diri ke lantai.
__ADS_1
" dasar wanita liar...ringkus wanita itu " teriak puguh sangat geram. Tak pernah ia sangka sedikitpun, wanita yang terlihat kecil dan rimpi itu mempunyai kemampuan bela diri setinggi itu hingga ia mampu menaklukkan ketika anak buahnya yang berbadan besar dan bahkan membuat salah satu diantaranya tak sadarkan diri dalam jangka waktu beberapa menit saja.