Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
menunjukkan kemampuan.


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan penuh dengan ketegangan ketika nayra mulai memasuki ruangan dan memulai membuka rapat itu.


" indeks saham perusahaan kita terus saja menurun nona..kita harus segera mengukuhkan pucuk pimpinan tertinggi agar kita dapat segera mengatasi hal ini...." direktur hendra irawan menyampaikan permasalahan yang ada,


" ya aku tahu, aku tetap tidak akan menghentikan proses produksi kita, apalagi mengurangai karyawan..." nayra menanggapi dengan serius informasi yang di sampaikan direktur hendra irawan.


" nona..keputusan seperti ini tidak bisa di lakukan dengan gegabah, dan tentunya yang memutuskan adalah pucuk pimpinan yang terpilih..." tambah seorang lagi, direktur .kenan budiman.


" baiklah aku mengerti maksud kalian...." nayra berucap sangat tenang, mengangkat kedua tangannya dan menumpuknya dia atas meja.


" aku..nayra azzahwa alzahrani menantu kedua tuan Wirhahadi Aditya Rachman, istri dari presdir Yan Aditya Rachman mengumumkan bahwa...aku mengambil alih pucuk pimpinan tertinggi Aditya Rachman Corporation menggantikan suamiku...." suara nayra terdengar dengan lantang di ruangan meeting yang cukup besar itu.


Dan cukup menggetarkan siapa siapa yang mendengarkan kata katanya.


" nona..tidakkah ini terlalu cepat, anda masih sangat muda. Beban seberat ini akan mempersulit masa depan anda nona..." kembali direktur hendra menyampaikan argumennya


" terimakasih paman hendra, paman sudah sangat perhatian kepada saya. Paman ada solusi lain mungkin..?! "


" jika mungkin bagaimana kalo kita minta tuan muda liam saja mengambil alih beban berat anda, dan tentu ini akan sedikit meminimalisir keadaan jika jika ada yang kurang setuju dengan anda menggantikan presdir yan..."


" adakah yang tidak setuju paman....?! " nayra terlihat bodoh dengan pertanyaanya di hadapan hendra juga kenan, namun berbeda dengan sebagian orang yang lain. Mereka bergidik ngeri menyaksikan nayra, seakan ada sesuatu yang hendak di tangkap wanita itu dengan pertanyaan bodohnya itu.


" aku mempersilahkan siapa siapa yang tidak setuju dengan kepemimpinanku untuk mengatakannya langsung di hadapanku. Sungguh aku sangat menghormatinya..." kembali nayra berkata sedikit keras.


" nona maksud ku..anda, maaf tapi saya kira saya harus mengatakan ini, penampilan anda saat ini sangat akan menghambat ruang gerak anda. Padahal beban yang akan anda tanggung sangatlah bersat, saya tahu wanita seperti anda seharusnya berada sangat terlindungi, anda adalah wanita yang sangat terhormat, tentunya dengan tanggung jawab ini anda harus bertemu dengan banyak orang...sungguh saya sangat mengkhawatirkan anda nona " kembali direktur hendra berucap pada nayra.

__ADS_1


Liam yang berada di sisinya hanya diam seribu bahasa dengan sesekali menghembuskan nafas berat dan terlihat mengedip ngedipkan matanya dengan sangat pelan.


Kini ia setuju dengan apa yang di katakan maritha tentang wanita di hadapannya itu kepadanya beberapa waktu yang lalu. Satu kata


" MENGERIKAN..."


Masih terekam dengan jelas di kepalanya kata demi kata yang di sampaikan nayra begitu menekanpad dirinya kemaren, juga saat wanita berhijab syar' i itu membanting anak buahnya yang berbadan tinggi dan besar.


Pakaian itu akan menghambat ruang geraknya...ah sungguh bodoh hendra yang mengatakan itu. Pikir liam dalam diam.


Nayra tersenyun dari balik cadarnya


" direktur hendra...." terdengar anwar rosyid direktur pemasaran bersuara namun dilarang nayra dengan menggelengkan kealanya.


" paman hendra..aku bekerja dengan otak dan tubuhku, bukan dengan pakaianku..." jawab nayra kemudian membuat semua yang hadir di sana seketika menunduk seakan menyembunyikan rasa malu mereka.


Kata kata hendra dan jawaban dari nayra cukup membuat pria berusia 35 th yang masih betah melajang itu harus cukup berhati hati menyampaikan keberatannya akan kepemimpinan nayra. Karena dalam hati ia tak ingin berada di bawah kuasa wanita yang diam diam ingin ia miliki sudah sejak lama itu. Saat ini sungguh waktu yang tepat untuk mendekatinya dan mendapatkannya pikirnya.


" tidak kah kalian bisa melihat kinerja nona nayra semenjak ia menjadi head of budgetting produck, apa saja permasalahan keuangan perusahaan yang dapat dengan mudah ia atasi dalam jangka waktu relaif singkat waktu itu...?! " kali ini direktur anwar rosyid tak mampu lagi menahan gerah melihat nayra terus di pojokkan.


Padahal selama ini, jangankan mereka yang hanya seorang direktur yang di bayar oleh perusahaan. Pemilik perusahaan bahkan kolega bisnis mereka yang pernah bekerja sama dan mengetahui sepak terjang nayra bersama sang suami sangat mengakui kehebatan menantu perempuan tuan wirhahadi aditya rachman itu.


" tetap saja tuan rosyid..permasalahan ini sangat berbeda, walau bagaimanapun kita harus jeli memilih pimpinan tertinggi.." kali ini direktur agustin menambahkan dengan wajah sedikik pias karena nayra yang menatapnya langsung. Tatapan itu seakan menghujam jantungnya.


Nayra menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskannya dengan cepat.

__ADS_1


" jika dalam waktu dua bulan aku tidak mampu mengembalikan indeks saham perusahaan seperti semula, silahkan kalian siapkan pilihan kalian..." ultimatum nayra kemudian membuat semua yang hadir terperangah.


" dan sebagai langkah pertama ku, catatlah paman puguh..." perintah nayra pada puguh sang sekretaris suaminya


" baik nona..." puguh segera mengiyakan


" tidak ada pemberhentian produksi sama sekali, tidak akan ada pengurangan karyawan selagi ada kinerja kerja yang bagus, aku tidak membedakan siapapun mereka jika mereka memiliki performa yang bagus dalam bekerja aku pasti akan mengapresiasinya dan juga jika sebaliknya....siapapun itu aku tidak akan segan segan untuk memecatnya, apalagi jika hal itu menyangkut kerugian perusahaan aku sungguh akan membuat perhitungan yang setimpal..." sekali lagi statment nayra dengan menatap tajam satu persatu dari mereka membuat siapa saja yang mendengarnya dan di tatap olehnya tiba tiba bergidik ngeri.


" kita sedang dalam masa sulit, kita harus bekerja keras...ada yang ingin di tanyakan..?! " nayra bertanya


" selamat bekerja...jika ada keluhan, temui aku di ruangan ku..." ucap nayra setelah menunggu beberapa menit dan tidak ada jawaban sama sekali.


Nayra berdiri dan hendak melangkah namun berhenti sejenak sembari menatap kearah liam tanpa berkata apapun, kemudian kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan itu. Liam yang baru saja di tatap nayra tiba tiba merasa panas dingin. Ia ingat video yang masuk dalam notif pesannya kemaren malam


" sial...benar benar wanita ular dia..." bisiknya dalam hati, kemudian segera berdiri dan beranjak pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan dongkol.


Beberapa jam setelah rapat selesai, nayra nampak berdiri di pinggir jendela kantornya, ia menyilangkan kedua tangannya di dada sambil sedikit menyandarkan kepalanya pada pinggiran jendela,


menatap keluar jendela dimana ia bisa melihat kepadatan jalan raya yang di penuhi oleh kendaraan yang hilir mudik karena kesibukan dan kepentingan dari masing masing pengendaranya.


" ini sangat sulit yan..sugguh sangat sulit, kau membawaku dalam kerumitanmu, kemudian kau tinggalkan aku sendirian di sana...." bisiknya pelan, sangat pelan


" kau curang...sangat curang.." kembali ia bermonolog pada dirinya sendiri. Dan akhirnya sebuah panggilan membuyarkan lamunannya.


" ayo kita makan nay....aku bawakan makan siang untukmu, aku tahu kau pasti enggan untuk keluar.." suara bunga membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


" kau memang sangat pengertian nga..." sambut nayra sembari mendekat kearab bunga


" tentu saja..." jawab bunga kemudian.


__ADS_2