Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
rasa khawatir....


__ADS_3

Yandi memeluk erat perut sang istri di atas tempat tidurnya, semakin menarik tubuh sang istri untuk lebih mendekat kepadanya, kemudian meletakkan kepala sang istri pada lengannya yang kekar.


Nayrapun memeluk lengan kekar sang suami yang kini melingkar di perutnya dan mulai mengelus perutnya seakan akan ada anak mereka di sana


" yang...." rengek nayra yang mulai kegelian


" hmmm....." jawab yandi sembari terus mengelus perut nayra sambil memejamkan mata


" geli tahu...ngantuk aku..."


" tidurlah yang..." jawab yandi lagi


" kamu mau...?! " tanya nayra sarkas pada akhirnya membuat yandi membuka matanya menatap sang istri sejenak kemudian mendekatkan kepalanya dan ******* bibirnya dengan hangat dan lembut.


" aku pengen kamu cepet hamil yang....!! " kata yandi kini setelah melepaskan ciumannya pada nayra


" gak tahu kenapa kayak aku ngerasa...ada anak kita disini.." tambahnya lagi kembali mengelus perut nayra kemudian kembali menunduk namun kali ini ia mencium perut sang istri seolah olah mencium sesuatu di sana.


" kalau misalkan terjadi sesuatu padaku...maukah kamu memungguku yang...?! " tanya yandi sambil terus memeluk sang istri


" hmm...." jawab nayra dengan mengangguk


" kalau aku mati....!!!! " yandi belum sempat meneruskan kata katanya tapi nayra sudah memotongnya

__ADS_1


" yan....ngomong apa sich, gak jelas banget kamu..." sentak nayra


" ih...ini bener kali yang, kalau aku mati lebih dulu..kamu jangan nikah lagi ya, aku pingin tetep jadi suami kamu di sana nanti..." sambung yandi sambil menuding keatas dengan dagunya


" ya bawa aku juga kali yan...mana mau aku sendirian.." kali ini nayra merengek manja pada sang suami sambil menghadapkan tubuhnya pada yandi dan memeluknya erat


" mana bisa yang....tunggu giliran kali.." goda yandi mencium pucuk kepala sang istri


" kalau aku yang mati dulu..gimana ?! "gantian nayra bertana sambil mendongak menatap sang suami


" gak bakalan...kamu orang baik, tugas kamu masih banyak, tapi nich ya kalau kamu mati dulu..aku bakalan ngikut kamu..."


" nunggu giliran kali yand...."


" ih...curang, giliran aku suruh nunggu giliran, giliran kamu maunya nyusul..." nayra menjawab sambil memonyongkan bibirnya dan langsung di terima yandi dengan bibirnya pula.


Jadilah keduanya kembali mengarungi bahtera kebahagiaan yang hakiki seorang suami dan istri sembari mencoba meraih keridoan dalam rumah tangga mereka dari-Nya.


Hari telah menjelang pagi ketika yandi terbangun dari tidurnya dan tak menemukan sang istri di sisinya, tadi pagi setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang hamba bersama sang istri ia kembali merebahkan tubuhnya.


Segera bangkit dari pembaringan, ia mencari nayra...


" pagi...muachhh.." tiba tiba nayra masuk ke kamar dan mencium pipinya

__ADS_1


" mandi dulu yang...itu udah aku siapin baju kamu, katanya mau ngecek persiapan peresmian proyek property kamu.."


" oh ya bentar lagi kris datang....aku ikut ya..." rengek nayra


" jangan..wajah kamu pucat banget, istirahat dulu di rumah. Nanti aku usahain bentar aja di sana habis dari sana kita periksa ke dokter siapa tahu kamu hamil..." jawan yandi sembari menangkup kedua pipi nayra.


Nayra mengerucutkan bibirnya, matanya sudah berkaca kac


" eh eh kenapa nangis....!! " yandi terkejut melihat perubahan sang istri


" kamu malu ya ngajakin aku ketemu anak buah kamu disana...makanya kamu gak mau ngajakin aku ?! " tanya nayra sendu


" mana ada...enggak lah yang, aku khawatir sama kamu, habisnya kamu pucat banget gini....aku takut kamu kenapa kenapa ini.." jawab yandi khawatir


" kalau kamu tinggalin aku malah kenapa kenapa..." kali ini nayra menghambur memeluk sang suami, entah kenapa ia merasa sangat berat di tinggalkan yandi kali ini


" aku janji..kalau kamu ngajak aku hari ini, setelahnya nanti kita langsung periksa deh..." rengeknya lagi


" ya udah deh...ganti sana gih...kita berangkat habis sarapan ya.." bujuk yandi dan di jawab anggukan dan senyuman oleh nayra.


" edo...kamu sudah selesaikan semuanya yang aku pinta sama kamu kemaren..?! " terdengar suara yandi menelpon seseorang yang tak lain adalah edo ketika nayra masuk ke walk in closet


" ok bagus...persiapkan dengan benar dan tanpa kesalahan sedikitpun.."

__ADS_1


" aku akan melihat persiapan peresmian proyekku sendiri bersama istriku...minta kris mengurus segalanya di kantor pusat, tidak tidak perlu....aku sendiri yang akan menjaga istriku..kau pastikan saja semua sudah siap seperti yang aku inginkan. Ok..." yandi mengakhiri panggilan telponnya dan terlihat masuk ke dalam kamar mandi.


__ADS_2