Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
tetap tenang


__ADS_3

Hampir setengah jam telah berlalu dan wanita cantik itu nampak dengan sabarnya menatap tak berkedip wanita yang terikat pada kursi kayu di hadapannya.


Tampak ada pergerakan dari wanita yang terikat itu.


" selamat sore nona Nayra...." sapa wanita cantik itu dengan wajah sinis dan bibir yang tersenyum miring.


Nayra yang ternyata adalah wanita yang terikat itu mengerjap ngerjapkan matanya, ia seakan tak asing dengan suara yang menyapanya itu.


" Katania " bisik Nayra dalam hati ketika matanya telah mampu menangkap dengan sempurna sosok wanita yang duduk dengan angkuhnya dihadapannya itu. Dengan segera Nayra nampak telah mampu menenangkan dirinya dan mengingat apa yang terjadi padanya.


Ya ...tadi ketika ia keluar dari lift dan berjalan sendirian di lorong hendak menuju apartemen Katania ada yang tiba tiba membekap wajahnya dan ia tak ingat lagi dengan apa yang terjadi padanya. Ia memang sengaja melarang Maria untuk ikut dengannya karena ia pikir ada suaminya diatas dan ia juga berharap bisa bicara baik baik dengan Katania dari hati ke hati sebagai sesama wanita.


Katania menatap tajam wanita dihadapannya itu, ia seakan tak percaya dengan penglihatannya sendiri. Bagaimana mungkin wanita itu nampak biasa saja jika dilihat dari matanya, tidak ada pendar rasa takut sama sekali di mata Nayra meski kini dirinya dalam keadaan terikat, terkepung sendirian di tempat asing.


" Wanita yang aneh.." desis Katania hampir tak terdengar.


Dengan sedikit kode salah satu anak buah Katania mendekat dan melepas lackban di mulut Nayra dengan Kasar, wanita berhijab yang tak lagi bercadar itu nampak meringis.


" selamat sore ...Maritha Maurelia Yelensky " Nayra seakan menjawab salam yang di sampaikan Katania tadi dan sukses membuat wanita cantik itu berdiri dari duduknya sembari membelalakkan matanya.


" siapa yang kau maksud ?! " sentak Katania


" entahlah aku hanya sedang mengingat seseorang saat ini karena melihat matamu " jawab Nayra dengan santai meski tangan dan kakinya masih terikat sempurna.


Katania nampak mengepalkan erat tangannya.

__ADS_1


" cepat siapkan semua..." Katania nampak berbicara dengan seseorang di handsfree yang terpasang di telinganya.


" kita lihat apa kau masih bisa setenang ini setelah ini.." kata Katania dengan menyeringai kearah Nayra.


Beberapa detik kemudian nampak beberapa orang masuk, dan salah satu dari mereka sangat ia kenali.


" Rein...!! " desis Nayra tertahan saat sosok pria tampan dengan tubuh tegapnya berjalan dengan gagahnya kearahnya.


" lepaskan dia Katania...aku sudah menyiapkan semuanya, sebentar lagi aku akan membawanya pergi...dan tepati janjimu, jangan lagi mengganggu kehidupannya lagi " kata Rein dengan menatap sendu kearah Nayra


" ada apa ini Rein, kenapa kau bersama wanita ini ?!" tanya Nayra sangking terkejutnya.


" Nayra....seharusnya ini sudah kulakukan dari dulu, seharusnya aku tidak menyerah begitu saja waktu itu.Jika saja saat iku aku nekat membawamu kau tidak perlu sesulit ini " kata Rein dengan wajah sedih.


" apa maksudmu Rein ?! " Nayra menangkap maksud lain dari Rein


Nayra...ayo kita membangun hubungan kita dari awal lagi seperti dulu..." jelas Rein hendak mendekat kearah Nayra.


" berhenti di sana Rein...kau sadar dengan ucapanmu ? Aku bukan wanita lajang Rein, aku wanita bersuami....ingat itu " sentak Nayra melihat gelagat aneh seorang Rein yang semakin mendekat kearahnya.


Di sisi lain, Katania tersenyum miring.


" cepat Rein bawa dia pergi dari sini, aku pastikan aku juga akan segera membawa Renald pergi dari sini. Dan kita selesai..." kata Katania dengan tegas.


" apa maksudmu Katania...?! " bentak Nayra, kini ada tersirat kepanikan di matanya mendengar ucapan wanita di hadapannya itu.

__ADS_1


" aku akan segera membawa Renald kembali ke Kanada, dan segera meresmikan hubungan kami, aku tidak mau hubungan kami hancur begitu saja karena wanita busuk sepertimu..." sentak Katania dengan wajahnya yang geram, Nayra menggeleng cepat.


" tidak Katania....dia suamiku, kau tidak bisa melakukan itu " jerit Nayra kini membuat Rein juga Katania membulatkan mata keduanya.


" plakk...." Katania menampar dengan keras dan Rein terlambat menghalanginya


" wanita sampah, beraninya kau mengakui tunanganku sebagai suamimu...tidak tahu malu " bentak Katania.


" siapa disini yang tidak tahu malu, Renald adalah suamiku, entah dia memang Renald atau dia adalah orang lain..tapi yang jelas dia sudah menikahiku, dia suamiku " Nayra tak kalah bersuara keras.


" Rein...cepat kau bawa wanita ini pergi dari sini atau kau akan benar benar kehilangan dia karena aku akan benar benar membunuh wanita ini sekarang juga " ancam Katania pada Rein.


Pria tampan itu mendengus menatap kearah Katania demi mendengar ancaman wanita itu.


" jangan berani berani kamu menyentuhnya lagi apalagi di hadapanku " ucap Rein dengan tatapan tajam bagai belati menusuk ulu hati Katania. Wanita itu mengibaskan tangannya tanda tak mau tahu dengan apa yang di ucapkan Rein.


" jangan mendekat Rein, kau tidak halal bagiku...." Nayra panik melihat Rein semakin dekat dengannya dan seakan hendak merengkuh tubuhnya.


Bersamaan dengan itu seseorang mendekat dari arah belakang Nayra dan menyuntikkan sesuatu di bahunya, Nayra menoleh cepat kearahnya karena merasakan sakit di bahu bagian belakangnya.


" apa yang kau suntikkan padaku ?! " tanya Nayra pada orang itu.


" apa mau mu Rein ? " tak mendapat jawaban dari orang itu Nayra beralih menatap Rein.


" maafkan aku Nayra...ini terpaksa aku lakukan, kau harus menjadi milikku. Aku tidak bisa melihatmu bersama orang lain lagi " kata Rein pelan kini mulai menangkup tubuh Nayra yang tiba tiba terasa lemas.

__ADS_1


Nayra sempat menggeleng pelan, merasakan tubuhnya seakan melayang diudara.


" yan...." desisnya pelan hampir tak terdengar sama sekali.


__ADS_2