Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
masih akan menunggu..


__ADS_3

Nayra segera bangkit dari duduknya begitu mendengar deru suara mesin mobil berhenti di halaman rumahnya yang sangat luas.


Saat ini ia memang sedang berada di rumah orangtuanya guna menyambut kepulangan sang ayah dari pemeriksaan polisi selama hampir dua hari.


Begitu melihat ayahnya turun dari mobil di temani ibu, dua kakak laki lakinya beserta istri mereka masing masing nayra segera menghambur memeluk sang ayah.


Pak wiranto alzahro ayah nayra kemudian balik mendekap sang putri dengan erat. Kemudian ia sedikit berbisik


" teruslah istiqomah sayang..." katanya sambil kemudian mengecup dahi sang putri.


" insyaAllah ayah..." jawab nayra pelan membuat sang ibu tersenyum tipis, ada kesedihan yang coba ia ingin tutupi demi melihat sang putri, sebagai seorang ibu ia pasti bisa merasakan betapa besar kesedihan yang kini di tanggung sang putri satu satunya itu.


Di usia putrinya yang baru akan 27 th, dan masa pernikahan yang baru akan dua tahun. Sang putri telah menjadi seorang janda.


Ashar dan baihaqi kedua kakak laki lakinya itu juga turut mengelus kepala sang adik. Nayra memang menjadi kesayangan keluarganya karena usia mereka yang terpaut jauh, hampir sepuluh tahun,


ditambah kedua kakak iparnya yang juga sangat memanjakannya sebagaimana sang suami mereka yang sangat menyayangi adik perempuan mereka satu satunya, hal itu sungguh menjadikan nayra seperti bayi kecil yang selalu dielus.


Meski demikian didikan sang ayah tetap membuat nayra menjadi seorang wanita sholehah yang mandiri dan kuat. Mungkin itulah salah satu daya tarik nayra yang mampu memikat hampir semua pria yang mengenalnya.


Pemandangan itu sungguh membuat edo dan bunga terperangah, nayra sungguh berbeda ketika berada di antara keluargnya. Ia sungguh bagai kucing kecil yang lucu.

__ADS_1


Ashar azzahwa alzahro kakak laki laki pertama nayra berprofesi sabagai dokter penyakit dalam dan istrinya kayra afanin juga seorang dokter, namun berbeda dari sang suami ia seorang dokter bedah. Keduanya mendirikan rumah sakit sendiri dan cukup besar di kota mereka ini.


Baihaqi azzahwa alzahro kakak laki laki keduanya seorang pengacara sekaligus seorang anggota dewan yang terhormat tingkat provinsi dan cukup di segani di kalangannya karena kejujuran dan dedikasinya yang tinggi terhadap masyarakat, jadi tidak heran jika nayra juga bisa dengan mudah mengetahui kabar kunjungan liam pada seorang anggota dewan juga kepolisian selain dari anak buah edo. Istri baihaqi seorang dosen universitas ternama dikota itu juga bernama sarita nilam.


" ayo kita masuk.." ibu nayra mengingatkan mereka, kemudian mereka nampak masuk kedalam rumah diikuti bunga juga edo. Kris tidak ikut karena harus mengurus kantor dengan pekerjaan yang menumpuk.


Beberapa menit setelah mereka masing masing duduk di dua buah sofa besar yang tertata apik berhadapan di sebuah ruangan yang cukup luas dan di lengkapi televisi dan pernak pernik lainnya, sepertinya itu adalah ruang keluarga nampak ibu nayra mendekat sembari membawa minuman dan makanan ringan.


" ayah akan segera mengurus surat pensiun ayah minggu depan dan akan segera menemui ayah mertuamu..." terdengar suara pak wiranto membuka percakapan.


" ayah tidak apa apa pensiun lebih awal..?! " tanya nayra dan sang ibu nampak duduk di samping menantu perempuan keduanya yang juga baru duduk setelah menaruh makanan ringan pula.


" tidak masalah....hanya kurang satu tahun, ya kan bu..."


" kau masih mencari kabar tentang suamimu...?! " kali ini Ashar yang bertanya


" masih kak...aku yakin yandi selamat, tidak ada jejak sama sekali tentang kematiannya. Aku sudah memastikan dan menyisir sendiri tempat itu, Aku rasa ada yang menyelamatkannya..." jawab nayra panjang lebar membuat bunga sedikit membulatkan matanya. Pasalnya nayra tak pernah mengatakan apapun padanya.


Sedangkan edo yang duduk di sebelah bunga hanya diam tanpa ekspresi.


" apa mungkin semua yang terjadi ada hubungannya dengannya...?! " tanya sang ayah lagi,

__ADS_1


"kecelakaan itu tidak ada keterlibatan kakak ipar, aku sudah pastikan itu ayah... " nayra menjelaskan


" salah satu orang yang berhasil di tangkap edo mengatakan kalau seorang wanitalah yang memerintahnya..." lanjut nayra


" mengenai yang terjadi kepada ayah, aku minta maaf...ini murni dia yang berusaha mengancamku dengan menggunakan ayah " nayra melanjutkan katanya. Pria paruh bayah itu tampak menarik nafas panjang.


" dari dahulu rumah tangga mertuamu selalu di warnai ketidak sukaan orang lain, bahkan sejak mereka masih pacaran. Ada yang mencintai mertua perempuan mu diam diam dan mati matian ingin melihat mereka berpisah...tapi kami tak pernah tahu siapa " ayah nayra berkata sembari menatap nayra yang kini nampak mengernyitkan keningnya


" dulu dia berteman tiga orang, satu keturunan tionghoa, mertua laki lakimu dan seorang keturunan malaysia. Aku tidak mengenalnya. Aku dan ayah mertuamu beda jurusan hanya saja kami sama sam anggota bem.."


" aku takut hal itu menurun pada suamimu..yang tentunya berimbas padamu, karena kau istrinya.."


" aku akan tetap menunggunya ayah...." kata nayra kemudian dengan sendu, ia tak mampu lagi menyembunyikan kesedihannya di hadapan orang tuanya, apa lagi kini ia tak bercadar.


" sampai kapan nay...kau berhak untuk bahagia.." kemudian baihaqi turut berucap, perih rasanya melihat sang adik yang begitu mereka manja harus menjadi wanita kuat karena kini ada beban yang begitu besar di bahunya.


" entahlah kak...aku tak tahu, yang aku tahu aku hanya harus menunggu..." jawab nayra sembari menunduk, kemudian sang ayah nampak mengelus pundaknya.


" mengenai peresmian kantor pusat property yandi aku harap kalian bisa hadir bersama ku...." sambung nayra lagi


" jangan terlalu memaksakan diri nayra...." kali ini Ashar bersuara, kakak laki laki pertama nayra inipun hampir mirip dengan nayra, irit bicara.

__ADS_1


" ada banyak kepala keluarga yang menggantungkan hidup mereka di sana kakak...aku rasa ini adalah amanah yandi padaku...selain itu, aku tahu ini adalah hadiah ulang tahun pernikahan kami yang kedua. Dia berusaha memberikan momen di hari ulang tahun pernikahan kami..." jawab nayra yang di angguki mengerti orang tua juga saudara saudaranya.


__ADS_2