Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
bertekad memiliki


__ADS_3

Di malam yang terasa sepi bagi seorang pria tampan berwajah asing, ia duduk di kursi kebesarannya dengan kaki di angkat keatas meja. Matanya menatap nanar sebuah bingkai foto seorang wanita berhijab.


Entah dari mana ia mampu mendapatkan foto itu, pasalnya sang empunya orang di foto itu kini ia menutup wajahnya dengan cadar.


Memang bukan hal yang sulit bagi seorang William Edgar mengetahui informasi detail tentang seseorang.


" Nayra...." bisiknya pelan dengan menyesap minuman berakohol yang ada di tangannya.


Waktu telah berlalu begitu cepat, tak terasa telah satu tahun William mengagumi sosok seorang Nayra Azzahwa Alzahrani. Sejak hari dimana ia melihat wajah Nayra dengan sempurna, sejak itu pula ia mengklaim wanita itu adalah miliknya.


Meski begitu, bukan hal yang mudah baginya menemui wanita idamannya itu. Seperti halnya sore tadi, rencananya yang telah tersusun rapi untuk bertemu Nayra gagal hingga membuatnya menggila malam ini.


" tuan...semua sudah di lakukan.." jacob asisten pribadinya masuk dan membuat laporan.


" kau yakin...?! " tanyanya dengan mengelua bibir gelas dan matanya masih setia menatap bingkai foto Nayra.


" besok saya yakin...dia tidak akan menolak bertemu dengan anda lagi..." terang Jacob lagi.


" hmmm....sekarang aku akan istirahat.."


" perlukah saya mencarikan...." kata kata Jacob terhenti karena tatapan mengintimidasi seorang William Edgar.


" maaf tuan...saya..."


" keluar kau...." sentak William membuat Jacob segera meluncur keluar dengan cepat.


Ia sungguh tak habis pikir dengan kelakuan sang majikan yang seperti orang yang kehilangan arah. Tak pernah berbisnis properti kini tiba tiba saja meminta membangun sebuah realestate dengan memenangkan YARA, Co sebagai pemenang tendernya sekaligus penggarap proyeknya.


Takpernah sekalipun ia mencari perhatian seorang wanita, tapi kini William di buat seperti cacing kepanasan karena mengharap perhatian seorang Nayra Azzahwa Alzahrani. Ah...Jacob terpaksa mengingat nama panjang wanita itu yang di berikan orang tuanya bukan nama panjang yang di berikan suaminya dan di kenal dikalangan para pebisnis.


Karena kalau sampai ia salah menyebut nama bisa bisa kepalanya yang melayang.


Dan sialnya lagi, dialah yang harus kena imbasnya. Pasalnya dia yang akan menjadi sasaran sang majikan jika sama sekali tak di hiraukan sang wanita, karena kali ini wanita yang di klaim sang majikan adalah miliknya, adalah seorang wanita es batu, minim ekspresi yang dapat dia lihat hanya dari sorot matanya, juga bahkan minim berkata kata pula, apalagi wanita itu seperti tak punya rasa takut sedikitpun hingga dia benar benar sulit ditaklukan.

__ADS_1


Di dalam kamar yang temaram, Nayra nampak berdiri disisi jendela, kedua tangannya ia silangkan di dada dan kepalanya ia sandarkan pada tiang jendela. Sesekali ia nampak menggosok gosok lengannya untuk mengusir dingin.


Matanya menatap kearah langit malam yang bertabur bintang, rambutnya yang sengaja ia gerai ia biarkan melambai tertiup angin.


Ia mengambil nafas panjang, matanya sesekali berkedip pelan.


" ya Illahi robi, jika memang sampai disini jodohku bersamanya...mudahkan aku, ringankan beban di jiwaku " desisnya pelan, tak mampu lagi ia membendung air matanya. Hampir sembilan tahun mencintai dalam diam, dan akhirnya bersama...namun sesingkat itu kebersamaan yang mereka rasakan.


Nayra tak pernah menunjukkan sisi rapuhnya selama ini kepada siapapun, meski keluarganya sekalipun. Ia sadar, dia menanggung beban begitu besar. Ribuan jiwa menggantungkan hidup padanya. Dalam gelap malam ia sering mengadukan perasaannya pada sang penciptanya.


" nona ada sesuatu di blok c...satu orang terluka " lapor Rexy siang itu ketika Nayra baru selesai menyelesaikan meeting


" lagi..?! " tanya Nayra masih tetap duduk.


" iya nona...."


" apakah korban terluka parah...?! " tanya Nayra lagi lebih serius.


" tidak nona...dia sudah di larikan kerumah sakit " kelas Rexy. Nayra terdengar menghela nafas.


" baik nona...saya permisi " Rexy nampak berlalu meninggalkan ruangan itu ketia Bungan nampak masuk.


" Nay...proyek kita di..." Bunga tergopoh gopoh bicara


" iya aku tahu...aku akan menemuinya " jawab Nayra tanpa menunggu Bunga menyelesaikan kata katanya ia seakan telah tahu maksud pembicaraan sahabatnya itu.


" baiklah..aku akan minta Edo menyiapkan " beberapa detik kemudian Bungan nampak menelpon seseorang.


Gedung perkantoran EDGAR.co


Nayra bersama Bunga diikuti Edo dan Kris nampak memasuki lobi gedung mewah itu, para karyawan segera menunduk sopan kearah mereka, khususnya Nayra.


Beberapa kali datang bersama William dan perlakuan William terhadapnya membuat mereka para karyawan William memperlakukan Nayra seakan gadis itu adalah calon istri bosnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka nampak keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan William


" nona..." sapa Jacob di depan ruagan itu seakan memang sengaja menunggu kehadirannya.


" maaf nona, tapi tuan William hanya ingin bertemu dengan anda, sedangkan kami membutuhkan sesuatu dengan asisten anda...silahkan nona Bunga, tuan tuan..." Jacob mempersilahkan Nayra untuk masuk dan mengajak ketiga orang bersama Nayra untuk mwngikutinya


" tidak bisa...kami " Bunga menolak


" nga..ikuti saja, aku akan baik baik saja, kita harus cepat menyelasaikan urusan ini sebelum semua berlarut larut. Fashion show kita segera akan di gelar " ucap Nayra membuat Bunga menurut.


" saya akan tetap di sini...silahkan nona " Edo berucap dan di angguki oleh Nayra.


" Baiklah..kami pergi dulu.." kali Kris berucap dan di jawab dengan senyuman oleh Nayra.


" cklek...!!" Nayra nampak membuka pintu setelah mengetuknya lebih dulu.


Dan william, meski ia telah mempersapka diri untuk ini, namum tetap saja suara dan kehadiran Nayra di hadapannya membuatnya tertegun dan salah tingkah.


" selamat siang tuan William..." sapa Nayra kemudian.


" selamat siang, duduklah...." jawab William dengan suara terdengar bergetar, matanya masih menatap tak percaya pada wanita yang kini nampak duduk tenang di hadapannya kini.


Nayra menghela nafas pelan demi melihat hal ini. Nayra merasa tak enak untuk memprotes kelakuan pria ini.


Meski ia berlagak memilikinya namun ia tak pernah memaksa kontak fisik dengannya. Dan satu lagi. peran William dalam meningkatkan saham Ar. Co memang nyata bagi seorang Nayra.


Kemengan dirinya atas tender EDGAR. Co membuat keyakinan pasar akan dirinya sangat tinggi dan itu berpengaruh besar pada saham Ar.Co.


" kau ingin makan sesuatu..." William bicara sembari menyiapkan berbagai makanan yang sepertinya memang telah ia persiapkan, dan mulai mampu mengendalikan dirinya


" tidak perlu...saya ingin..."


" tak apa, orang orang ku sudah menyelesaikannya..

__ADS_1


Jangan khawatir.." lanjut william dengan lembut memotong kalimat Nayra sambil ia menyodorkan minuman padanya.


" kau nampak lelah....kumohon jangan terlalu keras pada dirimu, aku mampu memenuhi semua keinginanmu tanpa kau harus bekerja seperti ini..." William bicara seperti ia pemilik wanita di hadapannya ini sembari menatapnya penuh harap. Ya dia selalu seperti itu, meski Nayra berkali kali mengingatkannya.


__ADS_2