Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
mengambil keputusan.....


__ADS_3

Rein masih betah berdiri di tepi pantai sembari menatap lurus kedepan, hingga sebuah bayangan wanita yang bergerak mendekat dan ikut berdiri di sampingnya sedikit mengusik konsentrasinya.


" kulihat kau sejak tadi di sini...." ucap bunya yang tak lain pemilik dari bayangan wanita tersebut.


Bunga sedang berlibur disana dan tanpa di duga bertemu dengan rein yang juga berada disana, tapi bedanya kalau bunga di sana dalam rangka berlibur, sedangkan rein dalam rangka melaksanakan tugas patroli.


Ya... rein nggota TNI angkatan laut.


" sedang apa..!? " tanya bunga lagi


" kerja..." jawab rein singkat, keduanya kembali terdiam sesaat.


" kau sangat mencintainya...?! " tanya bunga lagi


" siapa ?! " rein menjawab sekenanya


" tak pernah kuduga kalian akan mencintai wanita yang sama...." kata bunga lagi


" kau, yandi, kris dan irfan....apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana kalian bisa mencintainya bersamaan..." lanjutnya


" dia berbeda...dia sangat istimewa..." jawab rein kemudian


" hmm...yandi sangat mencintainya...." balas bunga juga ikut melihat ke kejauhan pada lautan yang membentang.

__ADS_1


" hmmm...nayra juga mencintainya, mereka saling mencintai sejak awal hanya tidak saling menyadari, akulah yang sebenarnya memaksakan diriku padanya..." ucap yandi semari menghela nafas berat.


Dua orang sama sama terdiam dan sibuk dengan pemikiran mereka sendiri.


" apa mungkin..meski bukan karena maritha yandi akan tetap meninggalkanku ?! " desis bunga


" yandi sudah mencintai nayra sejak di bangku sma, aku tahu dia benar benar kacau karena menyangka nayra menjalin hubungan denganku...." kata rein


" maaf...bukan bermaksud meremehkanmu, aku hanya..." rein merasa tidak enak pada bunga


" santai saja rein..aku tahu maksudmu " jawab bunga.


Sekali lagi keduanya membisu


" entahlah...tak pernah kuduga dia selicik itu..." jawab rein


" iya...aku baru mengetahuinya belakangan..." sambung bunga.


" apa langkah yang akan kau ambil sekarang...?! " tanya bunga


" entahlah...kau sendiri ?! " rein balik bertanya


" tidak ada...hanya mencoba berdamai dengan keadaan, tak ada gunanya aku memaksakan diriku..." bunga menjawab dengan berat membuat rein menoleh pada gadis di sampingnya itu.

__ADS_1


Seorang pria berbadan tegap berkulit putih dan bermata sedikit sipit yang menunjukkan dirinya yang seorang keturunan tionghoa dan juga sangat tampan sedang beridiri di samping jendela kamar mewahnya sembari berpegangan pada pinggiran jendela kamarnya itu.


Pandangannya menatap lurus jauh kedepan menatap hamparan gunung gunung yang nampak menjulang jauh di ketinggian.


Sekali lagi ia nampak menghela nafas, sejenak menatap foto pernikahan yang terpajang di atas nakas samping tempat tidur berukuran king sizenya, kemudian kembali melempar pandangannya kelur jendela.


" maaf....aku harus melakukan ini padamu " bisiknya perlahan tertahan.


( " kau sudah menemukannya..." ) terdengar suaranya bertanya pada seseorang di seberang telephon yang sedang ia pegang sekarang.


( " persiapkan semuanya...segera temukan dia, aku sendiri yang akan membawanya...")


Klikkkk...


terdengar telephon di matikan kemudian pria itu berjalan menuju tempat tidurnya, mengambil foto diatas nakas dan membelai gambar sang pengantin wanita yang terlihat cantik dengan senyum lebarnya di sana.


" aku akan menyelesaikan semua ini lebih cepat...bersabarlah, setelahnya aku akan membawamu pergi dari sini. Kita akan hidup bahagia berdua saja...hanya kau dan aku..."


katanya lembut pada bingkai foto yang ia pegang.


" laura....." bisiknya sekali lagi sambil mencium kemudian memeluk bingkai foto pernikahan dirinya dengan sang istri tersebut.


Beberapa menit kemudian tampak pria itu tertidur sambil memeluk foto pernikahannya itu.

__ADS_1


__ADS_2