Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
maksud tersembunyi


__ADS_3

" kau lihat boy....bagaimana pria tua itu memperlakukan dirimu....dia sungguh takut kau mengambil alih hartanya, hingga kau sama sekali tidak di beri ruang olehnya..." seorang pria paruh baya yang masih sangat tampan dan segar masuk kedalam ruangan kerja liam di mansionnya dengan menggunakan kursi roda ketika liam tengah duduk di kursi kebesarannya memandangi sebuah bingkai foto yang terpajang di meja kerjanya itu.


" aku tidak membutuhkan apapun darinya...aku hanya ingin menghancurkannya...." jawab liam ketus.


Pria baya di atas kursi roda itu yang tidak lain adalah paman liam sendiri, adik dari mendiang sang ayah , terus mendekat kemudian membalik dan menutup foto yang tengah di pandangi liam itu.


" ckkkk.....!!! " decak liam jengkel namun tidak berbuat apa apa karena liam juga sangat menghormati pria tua itu.


" aku tahu..kau tidak membutuhkannya, tapi setidaknya dia menghargaimu lah sedikit, kau menantu pria satu satunya juga menantu tertua keluarga itu, bagaimana mungkin kau sama sekali tidak di beri kuasa apapun...." tambah pria tua itu lagi, seolah memprovokasi liam.


" bulatkan tekadmu son....kau satu satunya putra ayahmu dan satu satunya harapan kami, hanya ada kau yang harus membalas semua yang telah di lakukannya pada keluarga kita tanpa terkecuali....termasuk wanita itu " pria baya itu menekan kalimatnya sembari melirik kearah bingkai foto yang telah ia balik dan ia tutup.


" kau yang membuatku dekat padanya..." jawab liam sembari melempar pandangannya keluar jendela dan menghembuskan nafas berat.


" aku hanya ingin kau mengenalnya, mendapatkannya kemudian menggunakan dia sebagai alat balas dendam kita. Bukan untuk kau cintai...dasar bodoh, kalau mendiang ayahmu tahu sudah pasti dia akan sangat kecewa padamu.....sudahlah lupakan dia, toh sekarang dia sudah pergi darimu. Fokuslah pada niatmu sebelumnya...lihatlah ibumu, kasianilah dia, di penghujung masa tuanya ia malah kehilangan kenangan kenangan berharganya bersama suaminya juga denganmu, karena setengah dari ingatannya yang hilang karena trauma akan apa yang terjadi pada ayahmu " oceh pria tua itu lagi panjang lebar.


" dia juga tidak lebih cantik dari mereka mereka yang ingin mendekatimu...." tambah pria itu lagi namun liam hanya diam tak menyahut, sementara pandangannya masih tetap kearah luar jendela, seakan ada yang sedang ia tunggu dan akan melewati jendela itu.


" kau tahu, kenapa ayahmu tidak pernah memperkenalkan dirimu sebagai pewarisnya satu satunya, bahkan terkesan menjauhkanmu darinya dengan mengirimmu kepadaku....?! " tanya paman liam lagi


" karena ia ingin melindungimu dari rival rival jahat bisnisnya...." seorang pria yang masih terlihat tampan di usianya yang sudah tidak muda lagi tiba tiba menjawab perkataan paman liam. Tama tjahya Sasmitra.


" paman hendra..." liam menolehkan kepalanya kearah sumber suara begitupun tama.


" apa kabar boy..kau baik baik saja ?! " sapa hendra pada tama dan di jawab dengan anggukan oleh pria itu. Tama duduk di kursi roda karena kecelakaan ketika ia tengah berkendara dengan cepat dan sangat panik serta terburu buru karena mendengar berita penembakan kakaknya. Usinya juga terpaut lima tahun lebih muda dari hendra.


Sedangkan hendra adalah salah satu sahabat ayah liam. Lian tjahya sasmitra. Karenanya hendra sering memperlakukan tama seperti anak kecil.

__ADS_1


" termasuk aditya rachman yang juga rival bisnisnya..." tambah hendra lagi.


" apa saja yang kau lakukan, kenapa belum ada kemajuan sama sekali, bahkan besannya gagal kita masukkan penjara..." tama bertanya dengan sedikit berwajah murka


" sabarlah....sepertinya memang banyak yang harus aku persiapkan untuk menyambut nona besar kepercayaan wirhahadi itu..."


" hanya seorang wanita...." jawab tama enteng


" dia berbeda paman, dia yang menggagalkan rencana kita terhadap besan mertuaku itu.." liam menimpali.


" dia jauh di luar dugaanku....." kali ini hendra menjawab sembari duduk di sofa


" kau tidak mengenalnya...?! " lagi tama bertanya seakan tak percaya sembari mengernyitkan keningnya....


" tidak...kemaren pertama kali aku melihatnya. Selama ini aku hanya mendengar namanya saja tanpa ada waktu bertemu..."


" sepertinya kita harus bekerja lebih keras lagi untuk menaklukannya liam..." kali ini pria itu bicara sembari menatap kearah liam yang kini sedang tampak memikirkan sesuatu.


" dia sunggun di luar dugaanku paman..." kata liam sedikit pelan


" dia benar benar berhasil mengembalikan serangan kita dengan sangat benar..."


" hmm...kau benar liam.." jawab hendra


" apa agustin belum menemukan sesuatu..?! " tanya tama tanpa menghiraukan pembicaraan liam dan hendra sebelumnya.


" belum..setiap gerak geriknya seakan di pantau oleh kenan, pria asing itu seakan mencium sesuatu pada agustin yang membahayakan gadis itu...! " jelas hendra lagi

__ADS_1


" apa maksudmu...?! " tanya tama lagi


" sepertinya ia menaruh hati pada gadis itu..." jelas


hendra singkat


" oh ho....sungguh rumit, jadi itu alasannya pria asing itu memilih menyamar sebagai karyawan biasa di Ar. Corporation dan mempercayakan perusahaannya sendiri pada asistennya.....sepertinya sejarah akan terulang kembali ha ha ha...." tama terawa lebar, namum berbeda dengan hendra dan liam. liam menatap bingung kearah pamannya, sedang hendra menatap tak suka padanya.


" mau kemana kau...?! " tanya tama pada hendra ketika melihat pria itu beranjak dari duduknya


" ada yang harua aku pastikan..." jawab hendra


" apa ?! " kali ini liam yang bertanya


" gadis itu...aku seperti tidak asing dengan wajahnya, wajahnya mengingatkanku pasa seseorang.." jelas hendra


" kau tahu wajahnya paman...?!" tanya liam ingin tahu, bukannya tadi hendra mengatakan baru sekali ini bertemu dengan nayra, dan bukankah wanita itu tadi mamakai cadar. Lalu bagaimana hendra bisa melihat wajah nayra


" aku menemukan sebuah foto di ruang hrd, dan itu atas nama dia...sudahlah aku pergi dulu...." pamitnya dan bergegas pergi, sebelum itu nampak ada seringai kecil dan tampak licik di wajah hendra diserai lirikan kepada liam dan tama.


Sedangkan liam, ia merasakan ada kejanggalan pada hendra tapi ia tak tahu apa itu. Yang ia tahu adalah hendra ingin membantu dirinya membalas dendam pada keluarga aditya rachman karena hubungan baiknya dengan orang tuanya di masa lalu.


Di sebuah rumah di belahan bumi lainnya, nampak seorang pria tampan dengan tubuh yang terlihat sedikit kurus namun rahangnya nampak begitu kuat, hidungnya mancung dengan alis yang tebal juga kulit yang bersih dan sehat menggambarkan sebuah ketampanan seorang pria pribumi yang penuh dengan pesona sedang duduk diatas kursi roda sambil menatap hamparan rumput yang menghijau diluar sana juga gunung gunung yang menjulang berderet seakan saling bergandengan dari jendela kamarnya yang ia buka lebar lebar.


Keringat nampak membasahi dahinya. Ia baru terbangun dari tidur siangnya karena sebuah mimpi yang telah berulang ulang hadir dan mengganggu tidurnya, baik itu tidur di siang hari ataukah malam hari.


Seorang wanita berpakaian serba besar dan tertutup yang tak pernah bisa ia pastikan wajahnya berlari semakin menjauh ketika ia berusaha mengejar ingin melihat wajahnya.

__ADS_1


" siapa dia....apa hubungannya denganku, kenapa aku selalu melihatnya dalam mimpiku..." desis pria itu perlahan.


__ADS_2