
Kata kata nayra sukses menarik perhatian semua yang hadir tanpa terkecuali.
" adik ipar..apa maksudmu, apakah kau masih...." liam seakan tak percaya dengan pendengaraannya.
" pihak kepolisian telah menghentikan pencarian suamimu, itu artinya..!! " liam menggantung kata katanya sendiri, ia berusaha menerka nerka maksud ucapan nayra sekaligus merasa bingung sendiri
bagaimana seharusnya ia bersikap untuk menanggapi adik iparnya ini, yang bahkan ia tak mampu mengartikan sedikitpun dari ekspresi di wajahnya atau sorot matanya saja.
Jangankan sekarang ia yang malah telah menutup hampir seluruh wajahnya dengan cadar, dulu pun saat wanita itu belum bercadar ia bahkan tak pernah mampu untuk sekedar menebak isi hatinya atau pun jalan pikirannya.
Nayra di matanya sungguh gadis tanpa ekspresi atau gadis dingin dengan ekspresi wajah yang sangat datar dan sulit di tebak, begitu tenang , sungguh tipe gadis yang baru ia temui dari sekian banyak wanita yang ia kenal selama ini. Walau ia bukan seorang kasanova, tapi ia pun cukup tampan hingga akan mudah baginya mendapatkan perhatian seorang wanita, bahkan selama ini ia pun masih juga bingung sendiri bagaimana yandi bisa begitu tergila gila padanya.
" maksudku kau jangan menyiksa diri ber..." kembali liam tak melanjutkan kata katanya karena terpotong oleh kalimat nayra
" terimakasih sudah mengkhawatirkan aku...tapi sungguh kakak ipar jangan khawatir, aku baik baik saja..." potong nayra dan membuat liam mengambil nafas berat.
" baiklah terserah padamu saja..." jawabnya kemudian sedikit putus asa menghadapi istri dari adik istrinya ini
__ADS_1
" boleh aku tahu...ada kah yang mendesak hingga kakak datang menemui ku..?! " tanya nayra kemudian
" nayra...." kata liam
" duduk lah kak..." nayra mempersilahkan semua yang hadir untuk duduk.
" ada yang ingin aku bicarakan...kau benar, tapi.." liam tak melanjutkan kata katanya namun ia menatap satu perasatu orang orang di sekitar nayra.
Dan seakan mengerti dengan maksud sang kakak ipar nayra segera bersuara
" sudah aku bilang, jangan terlalu khawatir kakak ipar, tidak ada orang lain disini. Mereka orang orangmu, tentu kau paham kredibilitas mereka terhadapmu...Kau juga tentu sudah sangat mengenal mereka melebihi aku mengenal mereka bukan..?! "
Entah mengapa dua orang pria itu tiba tiba merasa aneh. Hanya di tatap seorang wanita yang bahkan hampir setengah wajahnya tak dapat mereka lihat saja, mereka sudah segugup itu.
" kris tentu kau tau, selain dia asisten pribadi suamiku dia adalah saudara sepupu suamiku dari pihak mama, tidak ada orang yang sangat di percaya yandi selain dia. Kau tentu tahu itu.." lanjutnya
" irfan...dia pemilik satu persen saham di ar.co juga rekan bisnis kita..sedang bunga, dia adalah asisten pribadiku juga merangkap rekan bisnisku juga. Sedang mereka bertiga..." nayra sedikit menarik nafas pelan.
__ADS_1
" sepertinya mereka sedang melaksanakan perintah suamiku untuk menjagaku..tidak mungkin mereka akan mencelakaiku..." lanjutnya kemudian panjang lebar membuat liam kembali mengernyitkan keningnya penasaran akan ucapan nayra tentang suaminya juga sedikit menganga kan bibirnya seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia lihat.
Pasalnya selama ini ia tak pernah mendengar gadis ini banyak bicara, ia sangat irit berbicara kecuali dengan suaminya saja, dan seakan menjadi orang yang berbeda di mata liam saat ia melihat nayra bersama yandi.
" kau tentu tahu...terjadi kekacauan pada dewan direksi karena kabar meninggalnya yandi dan anfalnya papa, terjadi perpecahan juga di tubuh perusahaan atas dukungan siapa yang mereka anggap pantas menjadi pucuk pimpinan perusahaan selanjutnya, sehingga itu sangat mempengaruhi indeks perusahaan kita..."
" perusahaan papa.." nayra menyela karena merasa tudak suka dengan kata kata liam yang seakan mengakuisisi Aditya Rachman Corporation dengan kata ** KITA ** dan liam menjawabnya dengan menghembuskan nafas berat.
" ya..itu maksud ku " jawabnya kemudian.
" aku akan mengambil alih pucuk pimpinan tertinggi menuruti perintah papa menggantikan suamiku..." jawab nayra kemudian dengan sangat tegas dan jelas.
Dan kata kata nayra ini sungguh membuat liam bagai tersambar petir. Bagaimana mungkin dirinya yang seorang menantu laki laki di keluarga ini juga menantu pertama sama sekali tidak di beri wewenang atas perusahaan induk.
" mereka sangat sulit di kendalikan nayra...apalagi tidak ada lagi yandi di sisimu, ini sungguh tidak semudah yang kau bayangkan.. Kau juga terhitung masih baru masuk keluarga ini " jelas liam lagi, tapi kali ini wajahnya tampak sedikit muram dan kurang bersahabat.
Nayra sedikit menyunggingkan senyum tipis di balik cadarnya demi melihat perubahan wajah sang kakak ipar, namum karena wajahnya yang tertutup cadar, maka dapat di pastikan tak akan ada yang tahu akan senyumannya itu bahkan maksud dari senyumannya itu. Kecuali kris yang cukup mengenal banyak nayra.
__ADS_1
Ia dapat mengetahui mimik wajah nayra yang sedikit tersenyum dari sudut sudut matanya yang sedikit terangkat ke atas.
" apa yang sedang kau pikirkan nay...kau sangat mengejutkan..." bisik kris dalam hati dengan terus memperhatikan nayra yang duduk di samping bunga berhadapan langsung dengan liam dan dua orang pria yang datang bersama liam. Edo dan rexy serta faris segera bangkit dari duduknya dan berdiri dengan tegap di belakang nayra.