
Sebuah gedung megah berdiri dengan kokok dan terlihat angkuh siang itu, nampak kemeriahan terlihat di sana sini, ucapan ucapan dari para rekan bisnis yang berupa bunga bunga dalam rangkaian ikut memenuhi halaman gedung itu, juga para pegawai dengan seragam yang sama hilir mudik dengan kesibukan mereka masing masing.
Tamu tamu undangan sudah mulai memenuhi ballroom gedung tempat acara akan diadakan. Mereka semua nampak memukau dengan pakaian pakaian dan jaz jaz mewah sertaahal mereka.
Membuat siapa saja orang yang tk bisa menghadiri acara itu berdecak terkagum kagum bahkan iri dengan semua yang mereka kenakan.
Bahkan printilan printilan aksesoris yang mereka kenakan sungguh menggelitik jiwa ketidak mampuan orang orang itu. Di parkiran yang begitu luas nampak mobil mobil mewah mereka berjejer dengan rapi memenuhi halaman parkiran.
Para undangan tak ingin melewatkan kesempatan bekerjasama dengan menantu kedua aditya rachman itu, yang sudah sangat cukup mereka dengar bahkan buktikan sepak terjangnya di dunia bisnis bersama sang suami.
Meski kini ia sendiri, namun dengan bendera Ar, corporation yang masih bekibar mengiringinya, mereka yakin akan ketangguhan seorang wanita yang mereka kenal dengan nama Nayra Yan Aditya Rachman itu.
Ya..yandi selalu mengenalkan nama itu kepada semua rekan rekan bisnisnya dahulu.
Seperti halnya hari ini juga, nayra nampak berdiri dengan tegapnya, gamis hitamnya yang nampak begitu mewah lengkap dengan cadar yang juga berwarna hitam mengkilat melengkapi kesyar'i annya.
Seluruh keluargnya juga keluarga sang suami turut membersamai keberadaannya, di belakangnya nampak berdiri dengan siaga orang orang kepercayaan yandi yang dapat di pastikan kini mereka mengabdi sepenuhnya kepada wanita bergaun hitam tertutup itu.
__ADS_1
" terimakasih sudah bersedia memenuhi undangan saya, mohon maaf atas segala ketidak nyamanan yang mungkin anda semua rasakan..." nayra nampak membuka acara setelah sang mc mempersilahkan dirinya. Suaranya terdengar tenang dan mendominasi
" saya nayra yan aditya rachman....membuka dengan resmi tempat ini sebagai induk perusahaan property yang ada di Australia yang kami beri nama * YARA. Corporation *
" nayra disertai sang kakak ipar laura aditya rachman memotong pita tanda di resmikannya tempat itu, di sambut riuh tepuk tangan para undangan serta ucapan selamat.
Tak sedikit juga dari mereka yang saling berbisik membicarakan penampilan nayra saat ini. Nayra yang nampak masih bersama dengan para keluarganya tak luput dari pandangan seorang pria berwajah asing. Yang sedari tadi dia masuk matanya tak mampu ia alihkan dari wanita berhijab syar'i itu.
Ia bahkan belum pernah melihat wajah wanita itu, namum seakan jiwanya telah tertawan olehnya. Ia terus memperhatikan hingga sebuah kesempatan hadir.
Nayra nampak menyapa para undangan dan mempersilahkan mereka mencicipi hidangan tanpa ada seorang pun mengawalnya, yang biasanya ia akan bersama orang lain atau setidaknya bunga.
" nona nayra..." sebuah suara menyapa dengan lembut gendang telinga nayra, membuat wanita itu secara reflek segera menoleh.
Namum ia tak segera menemukan wajah di hadapannya ketika ia menoleh sehingga ia harus sedikit mendongak keatas baru ia menemukan sebuah wajah dengan senyuman lembut, rahang yang tampak kuat dengan hidung yang tinggi juga alis yang tebal, kulit wajah yang putih bersih.
Sungguh wajah yang akan mampu memikat semua wanita mana saja hanya dengan sapaannya itu saja,andai itu bukan nayra.
__ADS_1
Nayra sedikit dejavu dengan hal itu, apalagi pria itu kini sedikit menundukkan wajah juga memiringkan kepalanya kearahnya yang dalam posisi membelakangi pria itu. Sungguh jantungnya seakan melompat jika tadi ia tak segera menyadari bahwa pria tinggi menjulang itu bukanlah yandi.
" william edgar..." kembali mulutnya meluncurka sebuah kalimat sembari menjulurkan tangannya.
Dengan spontan nayra segera memundurkan tubuhnya karena posisi mereka yang teramat dekat saat ini kemudian menangkup kedua tangannya di depan dada.
" maaf....!! " jawabnya kemudian sedikit gelagapan sangking terkejutnya.
" tidak masalah..." jawab william kemudian sambil menarik tangannya kembali.
" boleh aky sedikit berbincang dengan anda nona...." izin william dengan sangant formalnya.
" silahkan tuan...maaf, saya sedikit terkejut tadi " kata nayra setelah mampu menguasai keterkejutannya, sungguh postur tubuh william sangat mengingatkannya pada yandi.
" ah tidak..sayalah yang seharusnya minta maaf karena sudah mengejutkan anda..." sela william dengan lembut, kemudian memgikuti nayra yang duduk di salah satu meja kosong di sana.
Dan pemandangan itu seakan menyulut dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan keduanya.
__ADS_1
Irfan dan kenan Budiman yang turut hadir pada acara itu. Kenan nampak agresif dengan mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan mata tajam di banding irfan yang lebih terkesan kurang nyaman.