
Liam menatap lekat lekat wajah dihadapannya itu
" liam...." laura kembali memaksa
" sudahlah laura...aku tidak akan membahas ini lagi, aku akan melupakan semua. Tapi berjanjilah tetap bersama ku. Ayo kita tinggalkan tempat ini, kita bangun hidup kita berdua....hanya berdua, kau dan aku.." katanya kemudian sembari menyatukan kening mereka berdua.
Namun laura mendorong tubuh kekar itu kebelakang
" kumohon..beri tahu aku.." pinta laura
" laura kumohon...sudahlah...kau sudah pergi sangat lama, aku tidak mau kau pergi lagi karena masalah ini lagi.." liam sedikit mengeraskan suaranya membuat laura menghela nafas berat, sungguh ia tak mau berpisah lagi.
Flass on
Laura sedang mencari sang suami malam itu karena ketika bangun ia tak lagi menemukan suaminya disisinya.
Berjalan menuruni anak tangga dengan pelan, samar samar ia mendengar suara pembicaraan dari arah ruang kerja liam. Perlahan ia mendekat
" sebentar lagi om....sabarlah " desah liam terdengar putus asa, ia nampak bicara di telpon
" iya aku tahu...om jangan khawatir, aku tidak akan lupa tujuanku menghancurkan keluarga aditya, tapi kumohon biarkan aku ber...." liam tak meneruskan kata katanya karena ia mendengar pintu yang terbuka dan betapa terkejutnya ia begitu melihat siapa yang membuka pintu
" laura ...." desisnya perlahan, dapat ia lihat kekecewaan yang begitu besar di mata wanita itu.
" apa maksudmu menghancurkan keluarga aditya.." tanya laura dengan air mata yang mulai menetes,
liam terdiam membisu di tempatnya berdiri.
Darahnya seakan berhenti mengalir hingga ia tak mampu meski sekedar menjawab pertanyaan laura.
" jadi kau dalang di balik masalah yang terjadi Ar.co selama ini liam....ya Tuhan, betapa bodohnya aku yang terperdaya oleh mu..." tangis laura pun pecah. Malam itu pertama kalinya keduanya terlibat pertengkaran setelah hampir beberapa tahun menikah.
Namun akhirnya liam mampu meredam kemarahan sang istri, akan tetapi laura segera berlari masuk kekamarnya dan mengunci pintu. Tak ia hiraukan liam yang berteriak teriak minta di bukakan pintu. Tak ada satupun pelayan yang berani mendekat. Sungguh mereka terkejut, pasalnya sang majikan tal pernah terlibat pertengkaran sekalipun laura seringkali merajuk dan agak jutek
Tak kunjung mendapat respon dari sang istri akhirnya liam mengalah, ia masuk ke ruang kerjanya lagi memutuskan istirahat di sana dan berharap esok pagi ia mampu melunakkan hati laura lagi.
Namun harapan liam tak sesuai kenyataan, keesokan paginya ketika ia terbangun dari tidurnya ia segera berlari kekamar laura.
__ADS_1
" cklekk " ia merasa lega karena pintu terbuka dan tidak terkunci lagi seperti semalam. Ia pikir laura tak lagi semarah kemaren malam, matanya nanar mencari sang istri namun tak kunjung ia temukan.
Dia mencari kemana mana di area rumah itu tak jua kunjung ia temukan laura, dan tak ada satu pelayan pun yang ia tanya tahu keberadaannya.
Sadarlah ia bahwa laura telah pergi meninggalkannya. Ia terduduk lemas di pinggiran tempat tidur setelah meyakinkan diri bahwa laura memang pergi dengan melihat rekaman cctv di halaman rumahnya.
Flass of
" liam ada yang janggal...ayolah..." laura sedikit melembutkan suaranya, dan berusaha mencoba meyakinkan pria di hadapannya itu.
" kau tidak akan pergi lagi kan jika aku mengatakannya...?! " tanya liam sambil mengernyitkan dahinya. Ia merasa sedikit trauma karena wanita itu tiba tiba menghilang dan meninggalkannya begitu saja setelah perdebatan hebat mereka malam itu.
" jika kau tak memberitahu ku, aku justru akan pergi dan aku pastikan kau tidak akan menemukan aku lagi..." kali ini laura benar benar kehilangan kesabarannya.
" tidak tidak..." liam segera menggeleng seperti anak kecil yang menolak di tinggalkan ibunya.
" jadi...." laura memicingkan matanya.
Liam menghela nafas berat sebelum akhirnya ia pun bersuara.
" papamu membunuh papaku dan menjadi penyebab mamaku kehilangan setengah dari ingatannya..." liam menjawab dengan wajah muram, sedangkan laura tak percaya hingga mulutnya menganga
" tapi itulah kenyataannya laura...." liam menjawab dengan wajah sendu, ia sungguh bingung dan berada di persimpangan. Ia sangat mencintai laura istrinya, namun bagaimana dengan baktinya kepada orang tuanya.
" kau sungguh sudah memastikan bahwa ini nyata liam..." laura meyakinkan
" tentu saja...aku mengetahuinya dari om tama, dan meski om tama tidak melihatnya sendiri tapi ia mempunya saksi yang dapat di percaya.." jawab liam
" siapa saksinya liam...?! " tanya laura
" salah satu sahabat papa kita sendiri, om hendra..." liam menjelaskan. Laura nampak bingung
" tunggu...om hendra...maksudmu paman hendra ?! " laura mencoba bertanya lebih jelas
" iya..."
" papa tidak pernah bercerita kalau dia bersahabat dengan paman hendra, papa hanya sering membicarakan om lian dan salah satu sahabat baiknya yang meninggal bunuh diri di hari pernikahan papa...." laura berkata dengan ekspresi seperti mengingat sesuatu.
__ADS_1
" liam dengarkan aku..ada yang aneh disini.."
" apa maksudmu laura..."
" nayra menemukan sesuatu tentang paman hendra, hanya saja tiba tiba sulit di lanjutkan, seakan akan ada yang sengaja menutup nutupi sesuatu yang berkaitan dengannya, dan mengetahui gerak nayra " laura berkata lagi
" maksudnya..."
" om hendra disinyalir memiliki saham di Ar,co kurang lebih 15%. Padahal sebelumnya ia hanya memiliki 2 % saja..." laura menghentikan kata katanya, dan liam nampak mendengarkan dengan serius. Sesekali ia nampak mengernyitkan keningnya.
" katika nayra mencoba membuktikannya tiba tiba tak ada data sama sekali yang bisa ia gali, belum kebocoran produck yang baru baru saja juga turut membuat saham Ar.co menurun drastis selain kabar yandi dan papa .." laura melanjutkan kata katanya, sungguh ia tak percaya dengan apa yang di katakan liam tentang orang tuanya.
" menurutmu om hendra ada kaitannya....?! " laura seakan tak percaya dan kembali bertanya.
pasalnya ia belum melakukan apa apa setelah kegagalannya mengacaukan keuangan perusahaan dan pembatalan tender yang mengakibatkan Ar.co membayar denda.
Ia juga belum menginstruksikan apa apa lagi pada hendra juga agustin.
" apa mereka melangkah sendiri...apa maksudnya ini..." desisnya.
" 15% dari mana ia dapatkan..." kepala liam di penuhi pertanyaan.
Perlahan ia merasa tangannya di genggam dengan lembut, ia menoleh.
" ayo kita cari jalan keluarnya bersama, kita cari apa yang sebenarnya terjadi, percayalah padaku....ini ada yang aneh " kata laura sembari menggenggam jemari liam.
" pertama..tak mungkin papa ku membunuh papamu, kedua...aku tak pernah dengar papa menyebut paman hendra adalah sahabatnya.." jelas laura lagi.
" kau pernah dengar nama paman hendra di sebut papamu ?! " tanya laura lagi. Liam menggeleng sambil menatap wajah sang istri.
" aku tak pernah tinggal bersama orang tuaku sejak usiaku dua belas tahun..." jawabnya kemudian
" aku tinggal bersama om tama di belanda...papa dan mama datang beberapa kali setiap bulan untuk melihatku.." tambahnya lagi, laura menatap suaminya dengan wajah sendu. Kemudian reflek ia memeluk erat sang suami.
Namun sungguh pelukan itu menghadirkan sensasi tersendiri pada liam, pasalnya laura tak menyadari selimut yang ia kenakan melorot ketika ia bergerak memeluk liam dan membuat sesuatu milik liam berdiri di bawah sana.
Dan jadilah sesuatu yang di luar percakapan mereka tadi, liam dengan sangat bersemangat mencumbui dan meninggalkan jejak di mana mana pada tubuh laura, membuat wanita itu cemberut dan namum kemudian liam mampu merubah dan membuat wajah itu berubah sayu menahan gairah, kemudian mendesah tertahan yang semakin membuat liam bersemangat.
__ADS_1
Liam terus memacu miliknya dibawah sana hingga akhirnya terkulai lemas di samping laura dan memeluknya erat. Laura pun nampak membalas pelukan sang suami dan berkali kali mencium pipi liam.