Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
menitipkan...


__ADS_3

Matahari telah lama bersembunyi di peraduan ketika Renald nampak baru saja keluar dari ruang kerjanya di susul oleh Zack dan Lee setelah hampir dua hari penuh ia melakukan semua aktifitasnya dari sana, bahkan untuk makannya Nayra pun harus rela menyuapinya disana, tentu saja dengan diiringi tatapan aneh dari Zack dan lee


" jangan melihat aneh padaku..tanyakan pada bos kalian kenapa makan saja meminta aku menyuapinya. Tidakkah dia takut aku akan mengetahui rahasia perusahaannya " sanggah Nayra menjawab tatapan aneh kedua anak buah Renald itu dengan melirik tajam kearah Renald. Tapi Renald tak bergeming dan tak menanggapinya seolah olah dia tak mendengar apapun., matanya terus menatap layar berkedip di hadapannya.


Renald juga tak menghiraukan bunyi panggilan dari smart phone nya,ia tahu siapa yang terus saja menghubunginya sejak beberapa hari yang lalu itu.


Renald memang memutuskan belum akan menemui Katania sebelum ia menyelesaikan urusannya dengan Nayra.


Malam setelah kejadian dirinya dikerjai sang istri ia harus rela menangguhkan acara balas dendamnya pada Nayra karena dirinya yang harus bekerja keras malakukan berbagai upaya untuk kelancaran pengiriman beberapa barang milik mitra usahanya yang menggunakan jasa ekspedisi miliknya, yang tiba tiba saja terganggu karena beberapa kendala, salah satunya preman preman yang tiba tiba saja meminta bagian lebih darinya.


Tentu saja itu sedikit mempengaruhi kecepatan kinerjanya. Belum lagi ada yang berusaha meretas data data rahasia perusahaan ekspedisi miliknya guna mencari tahu siapa sebenarnya pemilik ekspedisi itu.


Beruntung Zack dan Lee adalah orang orang yang ahli dan berpengalaman di bidang tehknologi itu ,hingga hanya butuh dua hari saja bagi mereka menggagalkas segala rencana sang peretas dan menutup semua akses, kembali membangun benteng pertahanan yang terkunci berlapis lapis untuk mengamankan jati diri seorang Renald Revaldy Gautam sebagai pemilik ekspedisi yang lebih sering melakukan pengiriman di malam hari itu.


" kau cepatlah istirahat aku tidak lama...sebentar aku kembali " pesan Renald pada Nayra di kamar mereka dengan suara terdengar lebih pelan dan penuh perhatian.


" mau kemana ?! Aku ikut.." pinta Nayra, ia sedikit parno melihat Renald keluar di malam hari, teringat pria itu yang tak pulang beberapa hari yang lalu juga setelah keluar malam.


" tidak lama..." jawab Renald


" kau ingin menemui pacarmu itu ?! " Tanya Nayra ketus


Renald menghembuskan nafas berat


" ada yang harus ku sampaikan padanya " jawab Renald kemudian ikut duduk di samping Nayra yang tengah duduk di pinggiran tempat tidur.


" kau belum menceraikan aku, apa yang akan kau sampaikan padanya " oceh Nayra lagi membuat Renald menoleh dan menatapnya tajam.


" kenapa menatapku begitu, benarkan yang aku katakan ?! " kata Nayra lagi, menyulut emosi Renald


" kenapa kau selalu membicarakan perceraian denganku hah " bentak Renald


" aku...hmpt....pmt.." Nayra tak dapat melanjutkan kata katanya karena Renald yang tiba tiba saja membungkam mulutnya dengan bibirnya.


Nayra baru saja mampu bernafas dengan terengah engah karena baru bisa melepaskan diri dari ciuman Renald. Pria itu kini kembali menciumnya.


Awalnya hanya ciuman biasa namun lama lama ciuman itu semakin dalam dan menuntut.


Renald membaringkan Nayra di tempat tidur dengan sangat hati hati sekali, entah sejak kapan keduanya telah sama sama terbaring di sana meski mereka masih menggunakan pakaian yang lengkap


" jangan menyebut nama orang lain, hanya namaku...hanya namaku " bisik Renald di telinga wanita itu teringat akan hari dimana tiba tiba Nayra menyebut nama orang lain dari mulutnya, dengan terus mengendus mesra leher jenjang Nayra, meninggalkan beberapa jejak kismark disana. Tangannya mulai berpetualang masuk kedalam pakaian Nayra bagian atas. Meremas aset bagian atas wanita itu membuat sang pemilik aset berdesis tertahan.

__ADS_1


" Renald..." panggil Nayra tertahan menahan desahannya


" hmmmm..." jawab Renald dengan terus menyusupkan wajahnya di leher wanita itu.


" Renald..." panggil Nayra lagi sedikiy keras


" apa...!!? " jawab Renald dengan mendongak menatap wajah Nayra, hingga terlihat sangat jelas jika laki laki itu tengah menahan hasrat.


" kau bilang kau siap memberikannya jika aku mau " kata Renald merajuk mengira Nayra menolak dirinya.


" maaf...bukan itu, tapi handphone mu dari tadi berdering terus " kata Nayra tak enak hati menghentikan aktifitas pria itu.


" ckk...biarkan saja " omel Renald hendak melanjutkan aktifitasnya tapi lagi lagi di hentikan Nayra


" apa lagi..?! " omel Renald lagi.


" angkat dulu...." pinta Nayra memelas, telinganya sungguh terganggu dengan bunyi nyaring itu.


Dengan menghela nafas berat, Renald menuruti perintah Nayra, ia bangkit dari atas tubuh Nayra dan mengambil smart phone nya.


Kembali pria itu menghela nafas berat.


" Katania ?! " tanya Nayra dan di angguki oleh Renald


Pria itu bergidik ngeri melihat tatapan Nayra padanya.


" besok saja..." jawabnya kemudian lalu membaringkan tubuhnya di sisi Nayra dan tidur membelakangi wanita itu.


Nayra hanya terdiam tanpa ekspresi. Namun sejurus kemudian pria itu menarik tubuhnya agar mendekat kearahnya dan memeluknya dengan posesif.


Jarum jam menunjukkan angka delapan ketika Renald terlihat menuruni anak tangga, ia mendekat kearah Edo yang berdiri di bawah pilar sambil mengutak atik smart phone nya.


" jaga istriku sampai aku kembali, aku percaya padamu " kata Renald pada Edo membuat Edo tercengang. Ia seperti dejavu pada pesan Yandi padanya bertahun tahun yang lalu padanya tentang menjaga Nayra.


Ekspresi keduanya sama di mata Edo


" tuan muda..kaukah itu " bisiknya dengan tatapan mengiringi kepergian Renald yang diikuti tiga orang di belakangnya. Zack, Lee dan Edward.


Ya ketiga orang itu memang masuk dan bergabung dalam bisnis Renald yang tersembunyi itu.


Hubungan Renald dan Edo membaik sejak Edo turut serta menyelesaikan masalahnya dengan preman preman yang memperlambat kinerja ekspedisinya beberapa hari yang lalu. Betapa Renald di buat speaclis dengan segala tindak tanduk Edo yang seakan paham benar dengan dirinya tanpa ia mengucap perintah.

__ADS_1


Renald baru saja meninggalkan pelataran rumah, ketika sepasang mata mengiringi kepergiannya dengan tatapan sendu dan telah berpakaian rapi.


Nayra memutuskan mengikuti Renald, entah kenapa ia merasa khawatir yang berlebihan dengan kepergian pria itu.


Tadi ketika Renald bergegas turun, dirinya memeriksa laporan yang di sampaikan Rexy padanya. Ia menghela nafas ketika membacanya. Tak ada sedikitpun latar belakang yang dapat di korek mengenai Renald. Hanya satu informasi, pria itu di perkenalkan sebagai calon suami Katania Yelensky satu tahun yang lalu.


Matanya tertuju pada dua lembar foto, seorang pria paruh baya berdarah asing nampak berfoto bak ayah dan anak. Dan wanita itu sangat di kenali Nayra


" Maritha..." desisnya pelan


Kemudian di foto lainnya, tetap pria yang sama dengan aura yang sama, hubungan ayah dan anak namun wanita yang berbeda.


" Katania Yelensky dan tuan Yelensky kah ?! " monolog Nayra.


" ada hubungan darahkah di antara dua wanita itu, tapi bukankah Maritha anak tunggal " kembali Nayra bermonolog dengan wajah berkerut.


" ataukah....!!! " mata Nayra berkedip berkali kali dengan wajah agak syok


" nona...sarapannya " sapa Maria seketika membelalakkan matanya menatap Nayra


" nona..anda ?! "


" ikut aku Maria " sambil berlalu dari kamar dan menuruni anak tangga dengan cepat, sungguh gerakan kaki Nayra yang cepat membuat mata Maria tercengang tak berkedip.


" Maria..." panggil Nayra di bawah sana seketika menyadarkan Maria


" ya nona.." jawabnya cepat, dia yang di beri amanat akan keselamatan wanita itu dari sang bos segera menyusul dengan cepat wanita bercadar itu.


Ya Nayra telah siap dengan pakaian syar'inya yang berwarna hitam lengkap dengan Kerudung dan cadar warna serupa. Dan yang membuat Maria semakin tercengang adalah bagaimana wanita dengan pakaian serba besar itu mampu bergerak selincah itu dengan pakaian seperti itu.


Ah sudahlah...wanita di hadapannya itu memang penuh musteri dan kejutan baginya.


" nona.." Edo telah menunggu di depan mobil ketika Nayra telah sampai bersama Maria.


" kita ikuti dia.." jawab Nayra dan di angguki oleh Edo


" nona..." Maria memanggil penuh pertanyaan pada Nayra


" nona...tuan tidak akan memaafkan aku jika ..." Maria tak melanjutkan kata katanya karena terpotong oleh Nayra


" kumohon Maria..." pinta Nayra dan membuat Maria tak mampu lagi menolaknya. Mereka segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


" glamour resident " Maria segera bersuara ketika Edo melihat kearahnya seakan tahu maksud tatapan pria itu.


__ADS_2