Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
hari yang mendebarkan....


__ADS_3

" saya terima nikah dan kawinnya nayra azzahwa alzahrani binti wiranto alzahro dengan mas kawin tersebut tunai..." suara yandi terdengar mantap dan sangat percaya diri juga nyaring terdengar di seluruh ruangan.


" sah....?! "


" sah.....!! " teriak para saksi menggema di seluruh ruangan.


Hari yang di janjikan yandi pada nayra pun tiba, yandi benar benar menikahi gadis itu dengan segala kemewahan dan seserahan yang begitu besar, seluruh keluarganya ia boyong agar mereka mengetahui wanita yang selama ini ia dambakan dan berhasil ia persunting meski dengan susah payah ia perjuangkan.


Kedua orang tua nayra yang sebelumnya memang telah mengenal nayra karena mereka berdualah yang telah menginterview nayra dulu nampak berkali kali memeluk gadis itu tadi sebelum dan sesudah akad di gelar kemudian ia di bawa ke kamar hotel yang telah mereka sewa, setelahnya mereka nampak berbincang renyah dengan kedua orang tua nayra yang ternyata juga teman semasa kuliah.


" aku keberatan dengan pernikahan ini...!! " tiba tiba sebuah suara seorang wanita yang tak lain adalah maritha menggema di seluruh ruangan


" yandi..kau tidak bisa meninggalkanku begitu saja, aku sedang mengandung anak mu..." ucapnya sambil berjalan kearah yandi yang sedang berbincang dengan beberapa saudara jauhnya, yandi menoleh tanpa ekspresi kearah maritha


" apa yang kau katakan maritha....putraku tidak mungkin melakukan hal yang memalukan seperti itu.." teriak mama yandi


" sabar sis..." ibu nayra menenangkan


" tapi ini adalah kenyatannya tante..aku minta maaf, aku sangat mencintai yandi hingga saat ia meminta padaku aku tak sanggup menolaknya..." maritha menghiba


" kau sudah sangat keterlaluan maritha..." terdengar suara nayra menarik seluruh perhatian para hadirin, dengan wajah tenang dan ekspresi wajah yang sulit di pahami nayra berjalan mendekat kearah maritha


" plakkk....." sebuah tamparan yang begitu keras mendarat di pipi maritha membuat gadis itu membelalakkan matanya dan ketika ia hendak balik menampar tangannya tertahan karena yandi yang mencekal tangannya juga kris dan irfan yang telah berdiri di antara mereka


" berani kau menyentuhnya...kau akan tahu seburuk apa diriku tha.." yandi menatap maritha dengan begitu tajamnya hingga membuat wanita itu bergidik, tak pernah ia saksikan yandi dengan kemarahan seperti itu.


" kau tidak bisa menikah yan...kau harus bertanggung jawab padaku..."


" tanggung jawab apa yang harus di berikan suamiku padamu ?! " tanya nayra dingin

__ADS_1


" suami.....??! " maritha bertanya dengan suara bergetar


" ya...pria yang kau mintai pertanggung jawaban itu adalah suamiku, kami telah sah menikah dan kau gagal menggagalkan pernikahan kami...."


" tidak malukah kau menikahi pria yang telah menghamili wanita lain....?! " bentak maritha


" kau terlalu banyak berkhayal maritha...sadarlah, yandi tidak pernah mencintaimu, dia menyayangimu sebagai seorang sahabat..." nayra mencoba menyadarkan maritha


" tidak....kau harus bertanggung jawab yan....aku hamil anakmu..."


" teganya kau memfitnah aku seperti ini tha, kau lupakan persahabatan kita yang telah bertahum tahun. Kau sangat tahu aku tidak akan pernah melakukan hal hal yang di larang agama ku...." yandi berkata dengan menatap tajam maritha


" baiklah jika kau memang hamil...dan anak yang kau kandung itu terbukti anak yandi, maka aku sendiri yang akan meminta suamiku bertanggung jawab atasmu...." nayra seakan mengultimatum maritha


" tidak...aku tidak mau menanggung malu sendirian, yandi harus menikahiku lebih dulu...."


" apa maksudmu....?! "


" tidak ada....jika kau yakin dia anak yandi maka kau tak perlu khawatir, tapi coba kau baca pesanku lebih dulu....!! " nayra berkata dengan santai


Maritha mengerutkan keningnya menahan marah begitu melihat isi pesan di handphonnya


" kau sungguh perempuan licik nayra, pakaianmu saja yang tertutup sungguh sebenarnya kau wanita ular....asal kalian tahu, wanita ini telah menerima pinangan pria lain namun menikah dengan pria lain lagi hanya karena harta. Kalian sungguh telah dibohongi oleh penampilannya yang sok alim..." racau maritha


" maritha kau....!!!! " kris hendak menampar maritha namun di cegah oleh nayra


" terimaksih karena kau sudah membantuku menyampaikannya, namun jika kau masih punya banyak waktu disini...bagaimana kalau kita lihat sama sama pertunjukkan yang menampilkan dirimu...." tanya nayra mencibir maritha membuatnya merah padam.


" kau akan menyesali perbuatanmu ini nayra...aku tidak akan berhenti sampai disini..." umpat maritha sambil mendorong nayra dengan keras dan berlalu begitu saja, nayra yang hampir terjatuh di tangkap yandi dengan cepat.

__ADS_1


" apa yang sebenarnya terjadi..bisa kau jelaskan pada kami nak yandi..?! " tanya ayah nayra


" yang dia katakan semua tentang dirinya dan saya itu adalah kebohongan ayah..." jelas yandi


" namun jika apa yang di katakan maritha adalah kebenaran yang kau sembunyikan, kau akan kehilangan semuanya yan....aku tidak akan segan segan mengambil nayra darimu.." tiba tiba rein sudah berdiri di antara mereka


" rein ....!! " desis nayra juga keluarganya


" maafkan saya ibu, ayah...saya tidak bisa memenuhi janji saya waktu itu, sungguh itu di luar kemampuanku..." rein berucap sambil sesekali memejamkan mata tanda penyesalan yang begitu dalam ia rasakan dihadapan kedua orang tua nayra.


" saya tahu nasi sudah menjadi bubur...tapi saya akan akan tetap menunggu, hingga waktu saya tiba.." ucap rein lagi lalu sedikit mendekat kearah nayra


" aku sungguh sangat mencintaimu nayra...tak perduli apa tanggapanmu tentangku aku tetap akan menunggumu, seperti janjiku dahulu padamu, akan kubuktikan akulah cintamu yang sebenarnya, akulah takdir yang kau nantikan selama ini...." rein sekali lagi memejamkan matanya sejenak.


Yandi mengepalkan tangannya sangat erat demi mendengar ucapan rein.


" aku tidak akan berhenti menunggumu nayra...maafkan aku telah membuatmu memilih pilihan ini..." tambah rein lagi sebelum akhirnya ia pun meninggalkan acara pernikahan itu dimana ia meninggalkan orang orang dengan pemikiran mereka sendiri sendiri tentang apa yang terjadi barusan.


Yandi berdiri di samping jendela kamarnya, ya...setelah acara pernikahannya tadi yandi memutuskan membawa nayra langsung kerumahnya karena ia tahu maritha dan rein yang masih berada di hotel itu.


Ia menyedekapkan kedua tangannya di dada dengan sesekali menghembuskan nafas berat.


" cklekkk..."


suara pintu kamar mandi terbuka dan seketika darahnya seakan berhenti mengalir, tubuhnya membeku bagai es batu.


Nayra keluar kamar mandi hanya dengan mengenakan dres panjang selutut warna coklat nud tanpa lengan yang mengekspos kulit paha juga pundak mulusnya,


rambutnya yang hitam panjang dan lurus serta basah ia biarkan tergerai, wajahnya terlihat begitu mulus tanpa riasan sedikitpun juga bibirnya yang semerah cerry sungguh membuat yandi tak mampu meski hanya mengedipkan mata, bibirnya sedikit ternganga melihat pemandangan tak biasa di hadapannya itu, ia bingung setengah mati bahkan ia seakan lupa untuk bernafas.

__ADS_1


__ADS_2