
Nayra berdiri di pinggir kolam dengan bersandar pada tiang gazebo yang ada di taman belakang rumah besar itu. Ia menatap rembulan yang nampak benderang bertabur bintang di atas sana.
Bulan dan gemintang yang seakan menunggu untuk menyampaikan pesan seorang hamba yang ingin berkirim salam pada sang penciptanya menjadi saksi kebisuannya malam ini.
Pantulan bulan pada kolam yang ada di tengah tengah taman itu, juga gemericik air dan gerak lincah ikan ikan peliharaannya yang biasanya sungguh menarik perhatiannya, saat ini sungguh tak mampu mengalihkan pandangannya pada langit di atas sana. Ia nampak menyedekapkan kedua tangannya di depan dadanya.
Sesaat ia menarik nafas berat dan menghembuskannya dengan perlahan dan berat pula. Ia melepas cadarnya kini dan hanya hijab besarnya yang melambai lambai tertiup angin malam.
Wajahnya yang tak tertutup cadar amat sangat jelas terlihat ketenangan namun menyimpan sejuta perih yang dengan jelas coba ia sembunyikan.
Ia kembali mengingat pembicaraan dengan tim pengacara keluarga yandi tadi siang.
" nona...tuan muda mengalihkan semua aset perusahaannya kepada anda...." jelas tuan george abraham kepala tim pengacara keluarga yandi kepada nayra dengan sangat sopannya.
Goerge memang sangat segan terhadap wanita itu, bahkan sebelum ia menjadi menantu muda keluarga Aditya Rachman sang majikan. Ia sering mencuri curi pandang pada nayra setiap kali ada meeting bersama di perusahaan pusat. Dan ia juga sering kali harus menunduk dalam setiap kali bertemu tatap tak sengaja dengannya.
__ADS_1
" hmmm...." kembali nayra hanya berdehem pelan sembari menghembuskan nafasnya.
" kapan ia mengalihkannya.."
" sudah sejak tiga bulan yang lalu nona..." kali ini edo yang menjawab karena memang dirinyalah yang di perintahkan langsung oleh yandi untuk mengurusnya.
" baiklah aku menerimanya...di mana aku harus tanda tangan ?! " tanya nayra kemudian
" silahkan nona..." tuan george mempersilahkan dan setelah memeriksa dengan seksama dan teliti kemudian merekam pasal demi pasal dan lembar demi lembar nayra membubuhkan tanda tangannya.
" tidak apa apa nona, setelah apa yang terjadi sungguh kami mengerti..." jawab tuan george,
Sunguh ia sangat takjub dengan istri tuan mudanya ini, begitu teliti dan sarat kehati hatian dan penuh dengan misteri yang menakjubkan baginya.
Andai wanita di hadapannya ini bukanlah istri dari putra orang yang memperkerjakan dirinya niscaya ia akan mati matian berusaha memilikinya, apapun resikonya. Tapi kenyataannya sungguh berbanding terbalik dengan khayalannya. Wanita yang tampil dengan sederhana namun menyimpan sejuta pesona di hadapannya itu adalah salah satu yang paling harus ia hormati dan ia jaga.
__ADS_1
Nayra kembali menghembuskan nafasnya perlahan.
" namun ada masalah yang cukup mengguncang di perusahaan induk tuan besar nona.." kata george lagi
" ya..." jawab nayra singkat
" berita kepergian tuan muda dan anfalnya tuan besar cukup membuat indeks perusahaan induk menurun drastis nona, hingga menimbulkan kekacauan di tubuh dewan direksi..." george menjelaskan dengan sesekali menundik seakan tak mampu menatap nayra berlama lama.
" belum lagi peresmian gedung pusat perkantoran bisnis property anda satu minggu lagi " imbuh george lagi
" perlukah kita menundanya nay..?? " kali ini yandi yang bertanya pada nayra dengan penuh kecemasam. Nayra kembali terdiam sejenak.
" teruskan persiapannya...aku sendiri yang akan meresmikan sesuai dengan rencana suamiku..." jawabnya kemudian.
Bunga menggenggam jemari tangan nayra demi mendengar suara nayra yang bergetar begitu menyebut kata suamiku. Nayra mengangguk perlahan kepada bunga seraya sedikit memejamkan mata perlahan sebagai statment bahwa dirinya baik baik saja.
__ADS_1
" baik nona..kami mengerti..." jawab george juga edo hampir bersamaan kemudian tak berapa lama nampak george dan timnya keluar rumah besar itu.