Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
memastikan


__ADS_3

Bunga berjalan tergesa menuju ruangannya dengan membawa beberapa berkas yang ia apit di lengan kirinya. Pasalnya ia sedang sibuk dengan persiapan peluncuran beberapa rancangan dirinya juga Nayra satu bulan lagi.


" mbak..itu..." Sinta sang sekretarisnya di * YARA FASHION COLECTION * tak sempat melanjutkan kata katanya karena Bunga yang terburu buru masuk keruangannya.


Dan sesampainya ia di ruangannya ia di kagetkan akan kehadiran seseorang di ruangannya itu


" kauuuuu....disini...?! " pekik Bunga terkejut demi melihat Kris duduk di sofa ruangannya dengan mengangkat satu kakinya kemudian menumpuknya diatas kaki satunya.


Keduanya memang nampak seperti anjing dan kucing di hadapan para karyawan jika mereka bersama, oleh karen itulah tadi Sinta berusaha memberitahu keberadaan Kris di ruanagnnya.


" mana nayra...?! " tanyanya sambil celingukan mencari Nayra


" tidak ada..hanya aku.." jawab Kris cepat dengan masih menatap tajam kearah Bunga, ingatannya tentang Bunga di atas tubuh Kenan kemaren membuatnya panas dingin.


" hanya kamu...apa maksudmu, ada urusan apa kau disini...Nayra memintamu, kenapa dia tak bilang padaku.." kata Bunga dengan mimik wajah tak suka dan terdengar sedikit santai namun masih ketus.


" ada urusan denganmu.." jawab Kris


" urusan apa kau denganku..tidak ada kerjasama di antara kita.." Bunga menjawab asal sambil berjalan kearah mejanya dan meletakkan berkas yang ia bawa di sana. Kris terus mengikutinya dengan matanya.


" berhenti menatapku seperti itu..aku bukan pencuri yang harus kau lihat seperti itu..." Bunga berkata sambil berkacak pinggang, kali ini ia merasa jengkel dengan kelakuan Kris yang terus menatapnya ketus dari tadi. Kris masih diam dan tetap tak bergeming sedikitpun.


" pergi kau dari sini...mengganggu waktu ku saja, dasar.." rutuk Bunga kesal, ia selalu bersikap kasar pada Kris, ia ingat bagaimana Kris bersikap padanya saat ia masih bersama Yandi dulu.


" kau senang menggoda laki laki sekarang....apa itu bakatmu sekarang atau...itu memang bakatmu sudah dari dulu...?! " Kris terdengar bersuara.


" kau..." Bungan melototkan matanya mendengar kata kata sarkas Kris.


" katakan padaku, siapa targetmu..Kenan atau Edo sebenanrnya..."


" bukan urusanmu...tapi yang jelas bukan kau.." jawab Bunga dengan sangat garang.


" memangnya kenapa denganku..?! " Kris bertanya lagi dengan raut muka jutek juga

__ADS_1


" hei..jawab, kenapa bukan aku targetmu..?! "Kris bertanya lagi karena Bunga tak kunjung menjawabnya.


" hei kau jangan berteriak di ruanganku, ini bukan lapangan...pergi sekarang juga atau aku akan membuatmu menyesal karena sudah membuat kekacauan di ruanganku..." Bunga giliran berteriak


" kau jawab pertanyaanku...siapa targetmu, Kenan atau Edo..dan kenapa bukan aku..?! " Kris terus bertanya membuat Bunga seperti sakit kepal.


" mereka semua laki laki targetku...asalkan jangan kau..." jawaban Bunga seakan menohok perasaan Kris. Kris seketika berdiri dan melangkah dengan cepat kearah Bunga


" jaga bicaramu nona...kau ingin menjadi wanita penggoda hah..." sentaknya setelah ia berada dihadapan Bunga.


Kris semakin mendekat kearah Bunga membuat wanita itu seketika melotot lagi dan hendak mengucapkan makian pada kris namun gagal


" cupp...." Kris mencium bibirnya membuatnya terkeju, matanya berkedip kedip bingung dengan apa yang terjadi.


Kris masih terpejam dengam masih ******* bibirnya, sadar dengan apa yang terjadi Bunga segera mendorong dada bidang kris.


Namun sayangnya, Kris seakan menyadari pergerakan Bunga ia dengan cepat memeluknya hingga kini keduanya jatuh kearah sofa dengan posisi Bunga di atasnya.


" kau....dasar sialan, lepaskan aku.." teriak bunga


" hei..otak mesum, minggir kau..." Bunga benar benar marah kali ini, wajahnya memerah. Bisa bisanya pria ini berkata menjijikkan seperti itu.


" kau jangan bergerak terus begini...ada yang bangun di bawah, kau mau aku melakukannya sekarang...ah jangan dulu, setelah menikah saja, sabar ya...." goda Kris, ia sangat senang sekali dengan posisi sedekat ini bersama bunga


" krissssss kubunuh kau...." bunga berteriak kencang dan karena ia tak bisa menggerakkan kedua tangannya ia pun menendang adik Kris membuat pria itu seketika melepaskan pelukannya dan mengerang kesakitan seketika.


" mbak bunga ada apa...?! " Sinta tiba tiba masuk dan sedikit melihat sesuatu yang mengejutkannya meski sebentar karena Bunga yang telah mampu berdiri dengan Kris yang masih meringis tertidur di sofa


" maaf...." kata Sinta kemudian dengan cepat beralu pergi.


" kamu keterlaluan nga....kalau cedera gimana, kamu juga yang repot.."


" cih..salah sendiri mesum, aku gak ada urusan dengan anumu itu, mau cedera kek mau enggak kek bukan urusanku.." ejek Bunga sedikit bergidik mengingat ciuman juga posisi mereka barusan.

__ADS_1


" tentu saja ada...kalau aku tak bisa membuatmu mendesah nikmat karena ini gimana.."


" krissssss...pergi kau dari sini, atau kau benar benar ingin aku mematahkan anumu itu " teriak Bunga lagi


" ambilkan aku sesuatu nga..sumpah ini sakit.." pinta Kris dengan wajah memelas


" plissss...air, aku mau air.." pinta Kris lagi dengan wajah sedihnya dan itu suskes membuat Bunga menurutinya meski dengan berdecak kesal.


" duduk sini...samping aku.." kata Kris sambil menarik tangan Bunga yang menyerahkan botol air minum kebawah hingga membuat gadis itu terduduk di sampingnya.


" nga dengarka aku..plis..jangan dekat dekat dengan pria lain kumohon...." Kris berucap dengan sungguh sungguh dan wajahnya nampak serius


" ada apa denganmu...kau kesambet ?! " tanya Bunga bingung dengan kondisi ini.


Kris yang berkata seperti itu dengan menggenggam jemarinya, dengan menatapnya penuh permohonan seperti....seperti seorang suami yang meminta sesuatu pada istrinya. Dan pikiran itu sukses membuat Bunga menggeleng cepat.


" aku serius nga...kumohon..." Kris mengulangnya lagi


" kenapa.." akhirnya pertanyaan itu meluncur dari mulut bunga, ia sungguh terkejut dengan perubahan sikap Kris.


" karena aku mencintaimu...aku tak bisa melihatmu dekat dengan pria lain, kau yang selalu bersikap baik pada mereka tapi tidak padaku, kau yang tersenyum cantik pada mereka namun bermuka mas padaku..." Kris berucap panjang lebar


" aku sakit nga...hatiku sakit, kumohon dengarkan aku ya. Aku serius aku benar benar serius..." Kris meyakinkan Bunga yang terdiam membatu di sampingnya. Kemudian ia nampak menyisihkan anak rambut di pipi bunga dan


" cuppp...." sekali lagi ia mengecup bibir bunga membuat gadis itu seketika menoleh dan memukul mukul pria itu dengan kasar.


" kau berani beraninya kau...kau pikir aku wanita apa hah...." kali ini Bunga mencubit kecil perut Kris hingga pria itu meringis kesakitan hingga wajahnya memerah


" aku hanya memperingatimu saja...agar kau hanya akan baik padaku....aw...sakti nga...serius ini sakit.." rengeknya membuat bunga tak tega juga akhirnya dan melepas cubitannya. Akan tetapi


" cup..." lagi lagi Kris menciumnya namun kali ini hanya sebentar karena kris segera berlari kearah pintu


" sebagai tanda kau milikku..tunggu aku kerumahmu melamarmu, kita segera menikah. Aku sudah gak tahan lama lama. Yakin nanti malam aku gk bisa tidur mikirin dada kamu..." ucapnya tersenyum di buat semanis mungkin lalu keluar pintu, namun sedetik kemudian ia nampak menyembulkan kepalanya saja dengan sedikit membuka pintu

__ADS_1


" ingat pesanku...hanya kepadaku, hanya aku...muach !! " kris memonyongkan bibirnya memberikan ciuman jarak jauh.


" krissssss.....!! " teriak Bunga gerah.


__ADS_2