
Hari telah menjelang malam ketika terjadi keributan besar di halaman sebuah rumah besar, nampak beberapa orang saling berhadapan dan hampir baku hantam jika saja Nayra tidak segera turun dan menemui mereka.
Lima orang dengan pakaian serba hitam terlihat memaksa masuk rumah besar itu dengan melompati pagar besar rumah itu tanpa kesulitan sama sekali. Namun keadaan berbeda menerima mereka ketika mereka berhasil melompati pagar, di dalam pagar besar itu telah menunggu dengan siap tiga orang berwajah dingin menanti mereka.
Dua orang laki laki berdarah asing juga satu wanita berdarah asing pula. Tak ada sedikitpun tersirat rasa gentar di mata ketiga orang itu meski mereka terlihat jelas kalah jumlah.
" bunga..." teriak Nayra yang setengah berlari hendak mendekat kearah mereka namun Zack segera berdiri menghadangnya ketiaka Nayra baru saja menuruni anak tangga, begitupun dua orang yang lain kini nampak mendekat dan menghadang langkah Nayra di bawah tangga.
" nona...mohon maaf, mohon jangan meninggalkan tempat "pinta Maria dengan menunduk hormat, dan Nayra belum sempat menjawab ketika Edo dan Kris merangsek maju.
" lancang kalian...siapa yang kalian panggil nona ?! " Kris terlihat sangat marah, dan terjadi pergulatan diantaranya dan zack. Satu lawan satu dan nampak jelas keduanya adalah lawan yang tangguh
" hentikan...!! " terdengar suara yang cukup keras terdengar memenuhi ruangan menghentikan perkelahian yang terjadi.
__ADS_1
Dua orang pria tampan nampak menuruni anak tangga dan dengan segera salah satunya mencekal lengan Nayra dan menarik wanita itu kearahnya.
Bunga bersama dengan Rexy dan Faris segera maju mendekat
" jangan lancang tuan Renald....kau tahu siapa wanita dalam dekapanmu itu, dia menantu kedua keluarga besar Aditya Rachman " teriak Kris tak suka, ia memang seakan melihat wajah Yandi pada pria itu namun melihat bagaimana pria itu begitu posesif memeluk Nayra mengingatkannya akan kesetiaannya pada sang sahabat, saudara sekaligus atasannya itu. Yan Aditya Racman.
" itu dulu tuan Kris...sekarang dia adalah nyonya besar Renald Revaldy Gautam, persetan dengan nama keluarga yang kau sebutkan tadi. Dia istriku sekarang " jawab Renald tak kalah keras. Membuat lima orang itu membelalakkan mata.
Nayra hendak melepaskan pelukan Renald pada dirinya namun pria itu sangat kuat memeluknya dan seakan mampu mengunci setiap pergerakannya.
Beberapa saat kemudian terdengar mobil memasuki halaman luas rumah itu setelah sebelumnya mereka memaksa masuk dengan merusak pagar.
Tampak empat orang turun dari mobil kuda itu dan di belakang mereka turut beberapa orang ikut turun mengiringi empat orang itu.
__ADS_1
" kakak...!! " pekik Nayra pelan mengenali dua orang dari mereka melangkah dengan gagahnya kearahnya. Membuat Renald tersenyum kecut.
Segera orang orang itu mengepung tempat itu, Baihaqi Azzahwa Alzahro yang memeliki temperamen lebih keras di banding sang kakak pertama Ashar Azzahwa Alzahro nampak terlihat sangat gusar melihat sang adik perempuan berada dalam dekapan pria yang menurutnya bukan muhrimya itu, meski pria itu mengingatkannya pada sang adik ipar.
Dengan gerakan cepat dan sangat kuat ia hendak merangsek maju meraih Nayra setelah berhasil melewati Maria dan Zack di depannya.
Namun seakan mampu membaca pergerakan pria tampan bertubuh tegap itu, Renald memutar tubuhnya hampir sembilan puluh derajat dengan semakin memeluk Nayra posesif.
" laki laki kurang ajar, lepaskan adikku.." sentaknya dengan geram karena ia tak melihat sirat ketakutan sama sekali di mata pria itu meski ia kini terkepung.
" dia istriku " jawabnya kemudian
" lancang...kami tidak pernah menyasikan pernikahan kalian "
__ADS_1
" terserah dengan pendapat anda...tapi dia istriku, aku sudah menikahinya kemaren " jawab Renald dengan lantang. Kini kedua pria itu saling pandang dengan tatapan saling menghunus.