Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
sangat kesakitan


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak pertemuan pertamanya dengan sosok Renald Revaldy Gautam, Nayra semakin merasakan sakit yang tiada tara di hatinya.


Hatinya begitu perih bila bayangan pria itu bermain di pelupuk matanya.


" cklek.."


Bunga masuk dan mendekati Nayra yang berdiri termangu di pinggir jendela kaca ruangannya, matanya menatap kebawah.


" kau baik baik saja nay...?! " tanya Bunga pada sahabatnya itu terdengar khawatir. Pasalnya sejak pertemuan itu seminggu yang lalu Nayra semakin sering terdiam membisu.


" hmmm....mereka sudah datang ? " tanya Nayra ganti bertanya tanpa menjawab pertanyaan Bunga padanya.


" sudah baru saja...kau yakin akan melakukannya sendiri ? " tanga Bunga, hari ini jadwal Yara.co mengadakan rapat dengan Altco Construction membahas pelaksanaan pengerjaan proyek gabungan mereka.


" bersama mu..." jawab Nayra


" ya aku tahu itu..tapi bertemu dengannya " Bunga tak meneruskan kata katanya


" dia bukan suamiku bukan...mereka hanya memiliki kemiripan kan...??" Nayra sediki terdengar lepas kontrol, namun sejurus kemudian ia terdengar menghela nafas berat.


" kita harus profesional bukan....ini adalah salah satu bukti keberhasilan Yara.co " jawa Nayra, setelahnya Nayra melangkahkan kakinya keluar ruangan di ikuti Bunga.


Nayra sampai dan sedikit pelan membuka pintu yang memang sudah terbuka sedikit.


Jantungnya terasa berdetak lebih cepat melihat pemandangan disana, dua orang sepasang kekasih yang tengah melihat kearah luar jendele kaca terlihat mesra di mata Nayra


"ya Tuhan...ini sangat sakit, dia bukan suamiku, namun kenapa hatiku seakan tak ingin menerima " bisiknya dalam hati, ia berpegangan pada handle pintu karena merasa tubuhnya yang tiba tiba terasa lemas, lututnya terasa kelu.


Bunga seakan mengerti dengan yang terjadi, ia segera membuka pintu lebar lebar dan berdehem pelan.


" ekhmmm..."


" ah..maaf, kami terlena dengan pemandangan luar dari sini " Katania menjawab, sedangkan Renald segera berbalik juga namun ia menatap Nayra yang masih berdiri di ambang pintu dengan tangannya yang nampak erat memegang gagang pintu dengan tak berkedip.


" mari silahkan.." Bunga mempersilahkan kedua tamu mereka itu untuk duduk di sofa.


" anda memiliki ruangan dengan desain dan pemandangan yang romantis nona Nayra.." kata Katania lagi sembari melangkah menuju sofa meninggalkan Renald yang masih beridiri terpaku di tempatnya semula.

__ADS_1


" suamiku yang mendesain dan merencanakan semua ini nona Katania..." jawab Nayra yang awalnya masih berdiri berpegang pada handle pintu memaksa tubuhnya untuk melangkah kedalam. Dan seakan tak menghiraukan tatapan Renald.


Sedikit senyum tersungging di bibir Katania mendengar jawaban dari Nayra yang terdengar bergetar.


" sayang cepatlah kemari..." panggil Katania pada Renald yang masih setia menatap gerak gerik seorang Nayra. Ia menangkap sejuta kesedihan di mata wanitu itu.


Dan entah mengapa hatinya seakan teriris, ada perih yang tak ia mengerti yang kini ia rasakan.


" sayang.." Katania mengulang panggilannya dan barulah Renald mendekat dan duduk disisinya berhadapan dengan Nayra dan juga Bunga.


Bunga nampak sesekali menatap kedua orang di hadapannya itu secara bergantian sembari memersiapkan berkas berkas di meja.


Nayra senidiripun nampak demikian


" maaf nona berdua...kami sengaja datang lebih awal karena waktu kami tidak banyak disini. Seminggu lagi kami harus segera kembali ke kanada untuk mempersiapkan pernikahan kami " terang Katania.


" oh..selamat nona Katania dan selamat juga untuk anda tuan renald " Bunga dengan cepat menyahut.


Sedang Nayra yang kini tengah memegang laptop di pangkuannya sejenak menghentikan gerakan jarinya namun kemudian melanjutkan kegiatannya lagi.


" terimakasih nona bunga...anda sangat perhatian " jawab Katania.


Nayra mendongak dan menghentikan kegiatannya pada laptop di pangkuannya.


" selamat nona Katania...selamat tuan Renald " katanya kemudian sembari mengangguk pelan.


Sekali lagi senyum nampak tersungging di bibir seorang Katania, sedang Renald mengangguk pelan


" terimakasih nona nayra..." jawabnya kemudian.


Beberapa menit kemudian keempat orang itu nampak terlibat pembicaraan yang sangat serius, hingga hampir dua jam pembahasan itu baru selesai.


Nayra berdiri dan berjalan menuju mejanya, kemudian nampak menelpon seseorang dengan berdiri membelakangi ketiga orang yang masih duduk di sofa.


" cklek..." terdengar pintu terbuka


" yandi...." suara seseorang terdengar di telinga Nayra, namun wanita itu masih tetap berdiam pada posisinya semula dan hanya melirik dengan ekor matanya.

__ADS_1


" yandi...kaukah ini ?! " Kris yang ternyata datang melangkah dengan cepat mendekat kearah sofa.


" renald...renald revaldy gautam, dari altco. Construction Kanada " Katania dengan cepat menjawab Kris yang seketika menghentikan langkahnya demi mendengar jawaban wanita yang duduk di samping Renald.


Matanya menatap Katania dengan mengerutkan keningnya, mata wanita itu seakan mengingatkannya pada seseorang, kemudian kembali beralih kepada Renald dan terakhir kepada Nayra yang masih berdiri membelakangi mereka.


" maaf permisi...." suara Friska mengusir kediaman yang tiba tiba terjadi di ruangan itu.


" silahkan friska..." jawab Nayra kemudian dan berbalik badan kemudian kembali melangkah kearah sofa.


Friska mengangguk pelan kemudian mendekat kearah sofa dan meletakkan serta menata makanan yang ia bawa di meja.


" selamat menikmati nona dan tuan..." sapa Friska yang tatapannya sempat berhenti sejenak pada sosok pria di hadapannya kini kemudian ia menoleh kearah Nayra.


" permisi " pamit Friska kemudian, sembari melangkah keluar ia sedikit memiringkan kepalanya tanda bingung dan memikirkan


akan sesutu.


" kenapa dia bisa biasa saja seperti itu melihat pria yang begitu mirip dengan suaminya, kalau itu aku...pasti aku sudah pingsan dari tadi " monolog Friska dalam hati.


Kris duduk di kursi kosong yang masih tersisa di sana dan matanya masih menatap kearah Renald.


" maaf....wajah anda mengingatkanku akan saudaraku tuan renald " kata Kris kemudian


" tidak masalah tuan...." jawab Renald


" kris...nama saya kris " jawab Kris


" ah iya tuan Kris...tidak masalah tuan kris "


" silahkan di nikmati makan siangnya...mohon maaf saya ada keperluan yang sangat mendesak tidak bisa menemani anda" pamit Nayra hendak berlalu.


Namun Renald berdiri dan mengulurkan tangannya membuat langkah Nayra terhenti.


" nona nayra beberapa waktu lalu aku lupa kita belum berkenalan dengan baik bukan..." katanya


" mohon maaf..." Nayra menangkup kedua tangannya di depan dada sembari mengangguk hormat, paham dengam maksud wanita di hadapannya itu Renald segera menarik tangannya. Katania terus menatap gerak gerik Nayra yang seakan berusaha menyembunyikan perasaannya.

__ADS_1


" anda tidak menemani kami nona nayra ?! " tanya Katania seakan jengah dengan Nayra dan Renald yang masih beridir.


" mohon maaf, kedua orang saudara saya ini sama saja dengan saya.....mereka akan menamani anda, terimakasih atas pengertiannya saya mohon diri " Nayra kembali meminta maaf dan segera berlalu dengan cepat meninggalkan ruangan itu. Sesampainya di luar ruangan sedikit berlari ia menuju lift.


__ADS_2