
Diteras rumah besar itu duduk seorang pria menghadap taman di halaman rumah, seseorang datang dan mengulurkan seangkir kopi padana.
Edo menoleh tapi juga menerimanya. Ya..pria tampan yang duduk di teras itu adalah Edo, ia meminta kepada Rexy agar dirinya saja yang menjaga Nayra.
Ia ingat bagaimana dulu tuan mudanya langsung memintanya menjaga istrinya itu dan ia merasa mempunyai tanggung jawab lebih pada non mudanya itu.
" minumlah..diluar sangat dingin, kota ini juga mempunyai suhu dingin yang ekstrim " kata Zack pada Edo dan Edo pun menerimanya.
" sudah lamakah ikut nona Nayra ?! " tanya Zack pada Edo sembari duduk di kursi sebelah meja.
" sejak tuan mudaku menikahinya lima tahun yang lalu..tapi bersama suaminya hampir setengah dari usiaku " jawab Edo sembari menyesap minumannya
" dia sangat baik, dia bahkan mengatakan kau adalah saudaranya dan memintaku bersikap baik padamu " Zack menyampaikan pada Edo, dan di jawab dengan senyum tipis pria itu.
" mereka adalah pasangan yang sama sama baik, tak pernah sekalipun memperlakukan kami sebagai selain saudara..." jawab Edo sembari menatap jauh kedepan.
" maksudmu...tuan Renald ?! " tanya Zack
__ADS_1
" aku yakin tuan Renald adalah tuan mudan Yan, kami hanya tinggal mencari buktinga saja, andai tuan besar sedang berada disini, mungkin akan sedikit mudah untuk mengetahuinya dengan tes dna " jelas Edo
" tidak mungkin akan ada dua orang yang sama persis tanpa hubungan darah di dunia ini bukan ?! " lanjut Edo dan di angguki oleh Zack.
Zack tak mampu berkomentar banyak, karena ia memang tak tahu banyak tentang masa lalu bosnya. Yang ia tahu adalah, dirinya akan selalu setia pada bosnya itu apapun yang terjadi.
🌻🌻🌻
Di sebuah mansion di negeri seberang, nampak seorang pria paruh baya duduk di sebuah sofa tunggal dengan di kelilingi beberapa orang berjaz hitam. Seorang pria tampan berdarah tionghoa berdiri tepat disisinya.
Beberapa menit kemudian nampak seorang pria masuk dengan sedikit berlari menuju kearahnya.
" duduklah Josep " Tuan Aditya mempersilahkan Josep duduk.
" terimakasih tuan " jawabnya kemudian duduk
" apa yang kau temukan ?! " tanya tuan Aditya.
__ADS_1
" seseorang itu berkaitan langsung dengan dalang yang sebenarnya tuan, pria bernama Agustin itu adalah kaki tangannya. Dia sendiri yang datang padaku, akan tetapi siapa yang sebenarnya memberi perintah dan apa motifnya sangat sulit saya temukan tuan besar " sesal Josep.
" tak apa, setidaknya kita tahu Agustin salah satu dari mereka " ucap tuan Aditya.
" jaga Alan baik baik " perintahnya kemudian
" lanjutkan pekerjaanmu "
" baik tuan...saya mohon diri " pamit Josep dan di angguki oleh tuan Aditya.
" sedikit demi sedikit ini semua akan terbuka liam, mungkinkah mereka ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Yandi ?! " kata Tuan besar Aditya.
" tenanglah papa, kita akan segera mengetahuinya" Liam menenangkan sang mertua, Liam selalu mengikuti tuan besar Aditya di setiap ada kesempatan. Sungguh ia merasa bersalah pada sang mertua.
" aku curiga dengan om Hendra papa, kenapa tiba tiba ia mengundurkan diri dari Ar.co juga menghilang begitu saja " lanjut Liam
" hmmm...Hendra Kurniawan, aku justru melupakaannya. Aku juga sulit menemukan jejak latar belakangnya " jawab tuan besar Aditya dengan tatapan menerawang jauh kedepan
__ADS_1
" sebenarnya apa yang mereka inginkan, kenapa aku merasa...akulah sebenarnya target mereka " ucap tuan Aditya pelan menyampaikan feelingnya.
" papa.." desah liam memegang bahu pria paruh baya itu.