Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
penagkuan Agustin..


__ADS_3

Setelah yakin Yandi terlelap karena pengaruh obat, Nayra melangkah keluar dari ruangan itu setelah sebelumnya ia mencium punggung tangan sang suami.


" badai pasti akan segera berlalu....sayang " bisiknya sangat pelan di telinga Yandi dan kemudian melangkah keluar.


Di luar ruangan telah menunggu Maria, Bunga, Alan juga Edo dan Rexy juga Faris.


Zack dan Lee juga telah nampak berdiri di depan pintu.


Hanya Kris yang tidak terlihat karena ia yang sedang menangani rapat dewan komisaris dinAr.Co.


" nona..." Edo mengangguk mengerti arti tatapan wanita bercadar itu.


Setelah meminta Zack dan Lee untuk tetap tinggal, Nayra melangkah meninggalkan tempat itu menuju basement rumah sakit.


cukup lama mereka dalam perjalanan, hingga mobil yang di kendarai Edo masuk ke dalam pagar sebuah vila.


Mereka nampak turun dari mobil dan Nayra nampak melangkah paling depan, tak ada sedikit tatapan takut di mata wanita itu.


Nayra menghembuskan nafas berat ketika memasuki ruangan itu.


Matanya tertuju pada sesosok tubuh pria yang tekulai terikat di sebuah kursi, mata pria itu perlahan membuka karena pintu utama yang masuk dan membuat cahaya matahari masuk kedalam ruangan.


Nayra mendekat kearah pria itu.


" nona...." terkejut pria itu ketika Nayra telah berdiri di hadapan pria itu. Tatapannya nampak segan.


" kenapa kau tega melakukannya kepada suamiku...tidakkah kau sayang terhadap anak dan istrimu ? " tanya Nayra, pria itu menunduk. Dia adalah perawat yang dipercaya tuan Aditya beberapa waktu yang lalu untuk merawat kondisi sang putra.


" maafkan aku nona...aku terpaksa melakukannya " pria itu menghela nafas berat.


" mereka mengancan akan membuatku kehilangan nyawa jika saya menolak permintaan mereka. Saya mempunyai anak berkebutuhan khusus nona dan istri saya hanya seorang guru honorer. Jika saya tidak ada bagaimana dengan biaya berobat anak saya " pria itu memelas, Nayra menoleh kearah Edo dan Edo mengangguk membenarkan kata kata pria itu.


" siapa yang memerintahmu ?! " tanya Nayra lagi


" jangan khawatir, kau dan keluargamu dalam perlindungan kami jika kamu mau jujur " Nayra memastikan ketika tersirat ketakutan di wajah pria itu.


" saya tidak pernah mengenalnya...dan tidak tahu namanya " jawab pria itu


" inikah orang yang kau maksud ?! " Alan maju menunjukkan sebuah foto di handphonenya.


Pria itu menganguk perlahan dengan pasti


" paman puguh..." ucap Nayra.


" rekam semua pengakuannya Edo, itu akan menjadi bukti tambahan kita " pinta Nayra pada Edo.


" kau jangan khawatir, sebentar lagi anak dan istrimu akan datang kesini. Tetaplah disini, dia akan bertanggung jawab atas keselamatan kalian " kata Nayra sambil pandangannya mengarah kearah Rexy dan Faris. Kedua pria itu mengangguk.


" kau akan menemuinya ?! " tanya Bunga pada Nayra, pasalnya ia mendengar seseorang menghubungi sahabatnya itu dan meminta untuk bertemu.

__ADS_1


" hmmm..." jawab Nayra


" di mana ? aku ikut " Bunga nampak khawatir.


" tidak..kita harus berbagi tugas, kita harus segera menyelesaikan masalah ini agar tidak semakin berlarut larut " kata Nayra


" siapa yang menghubungimu ?! " tanya Bunga.


" Agustin " jawab Nayra lagi.


" aku khawatir padamu Nay "


" tidak, jangan khawatir...aku bersama Edo dan Maria


" tolong kau handle masalah di Yara dan YFC Nga...."


" jangan khawatirkan itu, aku justru sangat khawatir padamu. Mereka sangat licik "


" hmm...aku akan berhati hati , kau meragukanku "


" bukan begitu...lihatlah tubuhmu sangat kecil "


" ck....kau bukan hanya meragukanku tapi kau sudah melecehkanku " omel Nayra. Dan di jawab Bunga dengan mencebikkan bibirnya.


" Alan...aku percaya padamu " kali ini Nayra pamit kepada Alan yang ia percaya untuk membuat pengakuan pria yang mereka tawan itu.


Bersama Edo dan Maria diikuti Bunga mereka keluar dari vila itu. Di luar telah terparkir dua mobil yang baru datang.


" maaf...kau harus kembali sendirian " ucap Nayra pada Bunga.


" tidak masalah....jaga dirimu baik baik, Yandi menunggumu " pesan Bunga sebelum ia masuk kedalam mobil yang ia kendarai sendiri.


Sedang Nayra masuk kedalam mobil yang di kendarai Edo bersama Maria.


Mobil yang dikendarai Edo melaju sedikit kencang, hingga mereka memasuki sebuah kompleks perumahan elit. Dan masuk kedalam pagar perumahan itu.


" tunggu disini...jika dalam waktu satu jam aku tidak keluar kalian susul aku " pinta Nayra


" tapi nona.." Edo menolaknya


" dengarkan aku do....kita ikuti dulu permainan mereka " jawab Nayra dan Edo pun mengangguk dengan berat.


" nona...biarkan aku bersamamu "


" tetap disini maria, ada penghubung antara aku dan kamu kan jika sewaktu waktu aku menghilang " mengingatkan Maria bahwa ada penghubung diantara keduanya untuk merekam apapun yang nanti ia bicarakan di dalam nanti termasuk melacak keberadaannya jika terjadi penculikan lagi.


" baik nona " Maria pun menurut. Nayra turun dari mobil dan masuk kedalam rumah mewah itu sendirian setelah sebelumnya ia mengaktifkan sesuatu di balik hijab hitamnya, diikuti satu orang berbadan kekar di belakangnya.


" nayra....kau sungguh datang !! " pekik seorang pria yang seketika berdiri dan melangkah lebar mendekat kearah Nayra. Nayra menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" jaga batasanmu Agustin, aku bukan muhrimmu " kata Nayra dengan cepat ketika melihat Agustin begitu dekat dengannya dengan kedua jemari tangan membuka tanda menahan langkah Agustin. Pria itu menghela nafas.


( tidak mudah memang mendekati wanita ini ) ucap Agustin dalam hati.


" maafkan aku...aku sangat tidak percaya dan sekaligus bahagia dengan kehadiranmu ini, duduklah Nayra "


Nayra menurut, ia mengikuti langkah Agusti duduk di sofa ruang tengah.


Keduanya duduk dalam jarak yang jauh.


" ada apa Agustin...kenapa memintaku datang, apa yang inging kau katakan padaku " tanya Nayra kemudian setelah mereka telah sama sama duduk."


" ikutlah denganku Nayra, kita tinggalkan tempat ini " Agusti langsung berucap to the point.


Nayra mengerutkan keningnya tak percaya dengan apa yang telinganya dengar.


" apa maksudmu Agustin ?! "


" menikahlah denganku Nayra, tinggalkan keluarga Yandi. Aku tidak tahan lagi melihat kau selalu menjadi tameng keluarga itu " kara Agustin


" aku mencintaimu Nayra...." pengakuan Agustin dan cukup membuat Nayra membelalakkan matanya.


" sejak pertama aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu "


" aku akan membawamu pergi jauh dari sini, hanya kita berdua " lanjut Agustin dengan tatapan mata penuh keyakinan.


" Agustin..." Nayra seakan tak mampu berkata kata, pengakuan Agustin cukup membuatnya terkejut.


" masalah tidak akan berhenti menerpa keluarga itu, dendam ayahku terlalu dalam pada keluarga Aditya Rachman. Itulah sebabnya aku ingin membawamu bersamaku, Yandi tak cukup mampu melindungimu Nayra " Agustin berucap berapi api.


" aku tidak mau kau di jadikan alat balas dendam ayahku terhadap keluarga Aditya, cukup kecelakaan itu menyakitimu " tanpa sadar Agustin membuat pengakuan dihadapan Nayra.


Nayra menghela nafas, ditatapyna pria di hadapannya itu.


" terimakasih atas perasaanmu padaku Agustin.....tapi percayalah, apa yang kau rasakan padaku aku juga merasakannya pada suamiku " Nayra memberi pengertian pada pria di hadapannya itu. Walau bagaimana ia pernah mempunyai hubungan baik dengan pria itu.


" tidak Nayra...aku tidak akan bisa melihat kau hancur bersama keluarga itu, aku sangat mencintaimu Nayra. Aku rela meninggalkan ayahku demi bersamamu....aku mohon, ikut bersamaku " pinta Agusti dengan wajah penuh permohonan.


" jangan ngawur Agustin, aku percaya kau pria baik baik. Kau tidak mungkin memaksakan kehendakmu pada seorang yang kau cintai bukan "


" nayra " desis Agustin.


" ayahku benar benar akan menghancurkan keluarga Aditya hingga tek tersisa. Yandi akan segera mati...setelah itu kehancuran Wirhahadi Aditya Rachman akan menyusul "


" kalian sungguh dalang di balik semua yang terjadi pada keluarga kami ?! "


" bukan keluargamu Nayra, tapi keluarga Aditya " bentak Agustin dengan ucapan Nayra yang memposisikan dirinya sebagai bagian dari keluarga Aditya Rachman.


Nayra menatap tak berkedip pria di hadapannya itu.

__ADS_1


__ADS_2