
" kau......" pekik pria yang terikat tali itu melotot kearah pria yang baru saja membuka lakban di mulutnya itu dengan kasar, ia ingat...pria di hadapannya ini adalah pria yang membuat janji kencan bersamanya sejak beberapa hari yang lalu dan berhasil membuatnya keluar dari apartemen Agustin kemaren malam.
Beberapa detik bersamaan dengan itu, ia melihat beberapa bayangan tubuh manusia nampak memasuki ruangan. sekali lagi ia membeliakkan matanya tak percaya. Sadarlah ia bahwa dirinya di jebak.
" sialan... kau menjebakku ?! " tanyanya dengan senyum bodoh di bibirnya.
Sementara itu beberapa bayangan tubuh manusia semakin mendekat kearahnga dan sukses membuat jantungnya seperti melompat keluar ketika ia mengenali pemilik bayangan itu.
" tuan muda liam...kaukah itu ?! " tanyanya dengan terpekik tertahan.
" alan wirhahadi....senang bisa berjumpa kembali denganmu, lama kita tak lagi pernah bertemu...bagaimana kabarmu ?! " tanya pria tampan berdarah tionghoa itu sembari duduk di kursi di hadapan Alan. Di belakangnya nampak dua orang pria berdiri dengan tegap
" tuan aditya rachman..." mata Alan semakin membulat sempurna demi melihat seseorang yang juga tiba tiba duduk di kursi samping Liam.
" lama tak jumpa alan..." sapa pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan badannya yang terlihat tegap dan bugar itu, tak ada tanda tanda kalau dia baru saja sehat dari sakit yang sudah menderanya hampir satu tahun belakangan.
" jadi alan, aku dengar kau sempat lari dari menantu perempuan ku...boleh aku tahu kenapa ?! " tanya tuan Wirhahadi Aditya Rachman dengan santai dan tenang sembari menatap pria yang duduk terikat tak berdaya di hadapannya.
" tu tu tuan aditya...aku aku.." Alan tergagap menjawab pertanyaan pria baya itu. Pasalnya ia cukup banyak mendengar tentang kekejama pria itu pada musuh musuhnya.
__ADS_1
" jangan terlalu khawatir..aku sangat mengerti posisimu " suara tuan Aditya terdengar santai dan rilex.
" Liam sepertinya dia sangat haus, minta seseorang memberi dia minua" perintah Tuan Aditya pada Liam dengan tetap setia menatal Alan yang meringkuk seperti tikus got di hadapannya.
" baik pa " jawab Liam sembari mengkode seseorang yang berdiri tidak begitu jauh dari mereka.
Sementara itu, Tuan Aditya Rachman meminta seserang yang tadi melepas lackband Alan untuk melepas ikatan di tangan dan kaki Alan.
" zack...biarkan dia minum " ucap tuan Aditya pada pria itu sembari tersenyum miring
.
Alan segera menenggak minuman itu hingga tandas tak bersisa.
Seisi ruangan itu seketika menatapnya dengan tatapan iba, kecuali tiga orang di hadapan Alan dan dua orang di belakang Liam.
Kelima orang itu menatap tak berkedip kearag Alan yang mulai melepas sendiri tali tali di tubuhnya.
" bisa kau jawab aku sekarang alan ?! " tanta tuan Aditya
__ADS_1
" tuan aditya, sebenarnya aku....akh...akh, kenapa ti ba tiba tubuhku....akh " teriak Alan tiba tiba sembari jatuh terduduk di lantai sembari memegangi bahu dan bagian tubuhnya yang lain bergatian, Alan tiba tiba merasa seluruh tubuh dan persendiannya patah dan seketika ia merasakan sakit yang teramat amat sakit, beberapa kali ia terdengar berteriak menahan sakit.
" ha ha ha...kenapa denganmu alan, kau seperti orang yang kesakitan " ucap tuan Aditya dan terdengar seperti ia menjadi bahan ledekan seisi ruangan itu.
" rasa sakit itu akan terus semakim terasa sakit dan menyebar keseluruh tubuhmu dalam hitungan jam, dan akan berhenti jika aku memberikan ini padamu " tambah tuan Aditya kepada Alan sambil menunjukkan sebuah botol kecil pada Alan. Alan menatap sendu botol itu
" tuan aditya...kumohon " pinta Alan
" kau tahu alan, kau sudah membuat kesalahan besar dengan memutuskan lari dari menantu perempuan ku, dia jelas memiliki hati yang lembut dibanding aku, dia memiliki jiwa pemaaf yang sangat tinggi..tapi kali ini kau bersamaku dan aku tak memiliki stok kesabaran seperti Nayra..." tuan Aditya menatap ak berkedip Alan Wirahadi
" jadi katakan padaku, apa alasnmu merongrong Ar.co selama ini ?! " tuan Aditya Rachman bersuara sadikit keras.
" tuan aku....akh...." teriak Alan lagi.
" aku tak mampu ber ....berka....ta...kata tuan, a....aku mohon " pinta Alan menahan sakit
Zack maju kearah Alan dan meminumkan sedikit dari isi botol kemulut Alan dengan paksa setelah sebelumnya ia mendapat kode dari Liam. Dalam beberapa menit kemudian alan terlihat sedikit tenang.
" tuan terima kasih " jawab Alan ketika ia telah mampu menguasai akal sehatnya lagi
__ADS_1
" jadi..?! " ulang tuan Aditya Rachman bersuara. Alan menundukkan kepalanya.