Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
pertemuan 2


__ADS_3

Mata Renald dan Nayra bertemu, untuk beberapa saat keduanya saling menatap hingga akhirnya Nayra lebih dulu memutus pandangan.


Renald berdecak pelan, ia seakan tak rela wanita itu memutus pandangannya dengannya.


Rapat di mulai karena memang Yara.co yang dimpin Nayra telah memenangkan tender sebelumnya, rapat kali ini hanya saling mengenalkan dua belah pihak yang akan berkolaborasi dalam pengerjaan proyek.


" tuan renald..kami sudah mendengar banyak tentang kulitas dan cara kerja perusahaan anda. Disini kami menekankan proyek ini akan di garap oleh Altco.Construction juga Yara. Co. Kami sangat berharap kita bisa menjadi partner kerja yang solid dan saling mendukung " ucap tuan Abisek selaku pemilik tender.


Rapat berakhir dengan presentasi Nayra yang memukau banyak pihak. Kelihaian Nayra dalam melakukan presentasi memang sudah di akui banyak pihak.


Satu jam kemudian nampak para peserta keluar dari ruang rapat menuju ruang perjamuan.


" nona nayra...." sapa tuan Abisek sembari mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada menyapa Nayra, ia cukup tahu tentang wanita satu ini yang selalu menjaga jarak dengan semua pria.


Dan dari berita yang ia dengar, sulit sekali mendekatinya dalam konteks di luar pekerjaan karena dia yang terkenal dingin dan juga seorang yang berada di belakangnya yang cukup mengerikan , William Edgar.


Nayra menoleh dan juga mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


" ya tuan Abisek...terimakasih anda sudah bersedia memberi kami kepercayaan..." ucap Nayra dengan lembut.


" ah tidak...anda memang pantas di percaya, kami sudah lama ingin bekerjasam dengan perusahaan anda sejak perusahaan anda menyelesaikan kerjasama dengan Edgar.co. Hanya saja kami baru memiliki kesempatan sekarang..." Tuan Abisek bicara panjang lebar


" anda bisa saja tuan..." jawab Nayra terdengar rilex, keduanya terlibat perbincangan hangat dan ringan karena tak hanya mereka berdua Bunga pun turut dalam perbincangan itu.


Edo nampak setia mengawasi nonanya. Beberapa saat kemudian Nayra nampak meninggalkan tempat itu menuju toilet.


Cukup lama ia berada di sana dan nampak keluar sembari menelpon seseorang.


" auwwww..." Nayra sedikit terpekik ketika merasakan tubuhnya menabrak sesuatu.


Matanya melotot ketika seseorang memeluk tubuhnya hingga ia yang tak jadi jatuh.


" maaf..." Nayra segera menarik diri dari pria itu, yang meski mereka telah berjarak tetap menatap tak berkedip Nayra dan berdiri menghalangi jalannya.

__ADS_1


" maaf tuan...." Nayra kembali mengucap kata maaf berharap pria itu menyingkir dari jalannya.


" nona....Nayra..." terdengar pria itu menyebut namanya, Nayra mendongak menatap pria di hadapannya.


Ia benar benar seperti kembali ke masa lalu, saat saat dimana ia yang selalu mendongak menatap Yandi yang notabene jauh lebih tinggi darinya.


Nayra menatap sayu mata pria di hadapannya itu, rasanya ia ingin sekali menghambur kepelukan pria itu menyalurkan segala kerinduannya selama ini yang ia pendam dalam dalam.


" selamat atas kerjasama kita...semoga kita benar benar bisa menjadi rekan kerja yang saling mendukung dan kerjasama kita ini akan saling menguntungkan " kata pria itu membuat Nayra tak berkedip menatapnya.


" biar aku perkenalkan diriku dengan benar pada anda, namaku Renald Revaldy Gautam " sekali lagi pria itu bersuara namun kali ini disertai dengan mengulurkan tangannya.


Nayra mengedipkan matanya pelan, ia terus menatap pria di gadapannya itu dengan lekat..


" nona..." panggil Renald, dan seakan baru tersadar dari keadaan, Nayra memundurkan tubuhnya beberapa langkah kemudian menangkup kedua tangannya di depan dada.


" sayang...." bersamaan dengan itu seorang wanita cantik menghampiri keduanya


" kenapa lama sekali...?! " tanyanya dengan suara manja


Kini dua wanita itu saling tatap, namun kemudian Nayra terdengar menghela nafas


" maaf..sakali lagi maaf atas kelancangan saya tadi, senang bekerjasama dengan anda tuan dan nona...permisi " Nayra menjawab dengan tetap menangkup kedua tangannya di dada kemudian berjalan agak miring karena Renald dan Katania yang menghalangi jalan.


Renald menatap kepergian wanita itu dengan matanya, ada sebersit rasa yang hilang ketika wanita itu berlalu meninggalkannya.


" kamu kenapa kesini hm.. ?! " tanya Renald pada wanita yang begelayut manja di lengannya itu mencoba mengusir pikiran anehnya.


" kamu lama....bosen aku nungguin kamu..." jawab Katania sembari memanyunkan bibirnya.


" kamu kenapa bisa bersamanya..?! " cecar Katania lagi


" ya sudah ayo...tadi aku dari toilet lalu tidak sengaja menabrak wanita tadi..." jelas

__ADS_1


" beneran tidak sengaja ? Atau jangan jangan dia..." terka Katania dengan mengernyitkan dahinya


" tidak ada..hanya kebetulan, dia sedang sibuk menelpon sedang aku juga tidak menyadari keberadaannya.." jawab Renald dengan memeluk pundak Katania dan membawanya pergi dari sana.


Seorang wanita yang memperhatikan sejak tadi dari balik dinding nampak matanya berkaca kaca.


" sadarlah nayra...mereka bukanlah orang yang sama, keduanya adalah orang yang berbeda " bisiknya pada diri sendiri.


Nayra menyandarkan tubuhnya pada dinding, cukup lama ia berada di sana dan melakukan itu. Ia mencoba menenangkan jiwanya yang terasa goncang karena kemiripan seorang Renald Revaldy Gautam dengan sang suami Yan Aditya Rachman.


" nayra...sedang apa kau disini.." Bunga tiba tiba datang dan mendekat padanya.


" kau baik baik saja...kenapa begini, kau berkeringat dingin nayra, ada apa...katakan padaku " Bunga terus berucap meski tak ada satu patah katapun sautan dari Nayra.


Bunga semakin khawatir ketika sahabtnya itu semakin menunduk dan diam seribu bahasa.


" kita pulang.." katanya kemudian , menarik nafas panjang dan menghembuskannya.


Kemudian ia nampak melangkah menuju parkiran tempat mobilnya di parkir Edi tadi.


Di parkiran Edo telah siap dengan mobilnya. Nayra segera masuk ke mobil di ikuti Bunga, begitu tergesanya ia hingga ia tak menyadari sepasang mata yang terus mengikutinya dari tadi.


" mau kemana dia...pulangkah ?! " monolog seorang Renald yang juga berada tak jauh dari mobil Nayra tadi berhenti.


Entah kenapa tiba tiba ia sangat penasaran dengan wanita satu ini, segala tingkahnya seakan terus meminta perhatiannya.


Tadi setelah dari toilet ia sempat celingak celinguk mencari sosok wanita bercadar itu namun tak kunjung ia temukan. Hingga akhirnya ia tanpa sengaja melihat langkah wanita itu sedikit terlihat tergesa gesa hendak meninggalkan tempat ini.


Ia pun tanpa sadar mengikutinya. Ternyata benar dugaannya wanita itu hendak meninggalkan acara.


" tuan renald..anda membutuhkan sesuatu ? Mungkin saya bisa membantu anda " sapa seseorang membuat Renald seketika menoleh kearahnya.


Seorang berpakaian seragam berada di dekatnya.

__ADS_1


" oh...aku tidak sedang membutuhkan apa apa, hanga mencari udara segar saja. di dalam sangat penat. Banyak tamu undangan " jawabnya reflek saja, dan pelayan itu nampak mengangguk angguk dan kemudian pamit meninggalkannya disana seorang diri.


Beberapa waktu kemudian ia nampak menelpon seseorang dan telihat Katania datang pedanya berikut orang orangnya.


__ADS_2