
Friska menatap kepergian Nayra yang sedikit berlari tadi dengan tatapan tercengang, tak pernah ia melihat bosnya yang terkenal tenang setenang bongkahan karang di lautan itu bisa juga nampak panik seperti tadi
" tapi benarkah dia panik...? Kalau mungkin yang lain bagaimana. Ah ...batu karang mana bisa panik " monolognya lagi tentang sosok sedingin Nayra.
" aku terlalu berlebihan...nona nayra pasti baik baik saja " imbuhnya lagi menghilangkan kekhawatiran di hatinya
Sedang Nayra satu jam setelah ia keluar dari gedung perkantorannya kini ia nampak berdiri termangu menatap hamparan tanaman hijau juga ikan ikannya yang berenang kesana kemari, ya...Nayra memutuskan untuk pulang menenangkan diri.
Kini ia berdiri bersandar pada tiang gazebo di taman belakang rumah peninggalan Yandi. Tatapan matanya tampak kosong, wajahnya terlihat memucat.
Terpukul...sangat terpukul dirinya akan pernyataan Katania tadi,
" apa hakku...mereka orang yang berbeda, dia bukan dia " hiburnya sendiri dalam hati, namun tetap saja hatinya tak mau kompromi dengan pikiranya.
Sakit, perih dan terpukul membuat kekuatannya seakan lenyap seketika dari tubuhnya.
" nona nayra..." bi Surti tiba tiba telah ada di sebelahnya dengan nampan berisi makanan dan minuman..
" anda terlihat sangat pucat nona...perlukah saya menelpon dokter deni ?! " tanya bi Surti terlihat khawatir sekali
" tidak bi....aku hanya sedang lelah saja " Nayra menjawab sembari menggeleng
__ADS_1
" tapi wajah anda sangat pucat seperti habis melihat hantu saja, anda seperti syok nona.." sambung bi Surti
" duduklah bik...." Nayra mengajak wanita paryh baya itu duduk di gazebo taman itu.
" bik...mungkinkah di dunia ini ada dua orang yang sama mirip bik ? " tanyana pelan sambil menatap kearah kolam
" nona ada apa...anda bertemu dengan orang yang mirip dengan tuan muda yan nona ?" bi Surti ganti bertanya dan Nayra mengangguk.
" mungkinkah seseorang akan bangkit dari kematian dan melupakan yang telah lalu dalam hidupnya ?! " tanya Nayra lagi
" anda memiliki pengetahuan yang luas tentang agama di banding saya nona, saya yakin anda tahu jawabannya.." bi Surti menjawab dengan menggenggam jemari Nayra. Mengelus rambutnya yang tak tertutup hijab kini.
" anda sangat cantik nona, tuan muda Yandi sangat mencintai anda...jika memang dia bangkit dari kematian dia tidak akan pernah melupakan anda " bi Surti mencoba menenangkan kembali nona mudanya yang terlihat sangat sedih itu.
Nayra pun menurut dan terseny pada wanita paruh baya itu.
🌻🌻🌻
Satu bulan telah berlalu, hari ini adalah hari dimana Nayra berencana untuk mengecek penggarapan proyeknya.
Dia nampak turun dari mobil yang di kendarai oleh Edo bersama Bunga. Hijabnya berkibar tertiup angin. Seseorang nampak mendekat kearahnya
__ADS_1
" selamat siang nona.." sapa mandor proyek itu
" selamat siang pak narko, bagaimana lancar.." tanya Nayra sopan
" alhdulillah nona...sangat lancar, tidak ada kendala yang berarti, semoga lancar sampai selesai nona.." jawab pria paruh baya itu.
" amin.."
" oh ya nona, kemaren tuan renald datang kemari dan menanyakan perihal jadwal anda datang kesini.." pak Narko menyampaikan pesan yang membuat Nayra mengerutkan kening
" bukannya dia sudak kembali ke Kanada beberapa minggu yang lalu ?! " jawabnya
" saya tidak tahu nona...kemarin saya jawab tidak tentu hanya saja sepertinya besok adalah jadwal anda untuk berkunjung.." penjelasan dari pak Narko membuat Nayra mengangguk angguk
" tapi tidak ada masalahkan pak.."
" tidak nona..."
" pak narko...jika dia ada perlu dengan saya mengenai proyek ini, minta menghubungi mbak bunga saja, sama saja kok " Nayra menjelaskan
" kenapa tidak langsung padamu saja...aku ingin bicara denganmu..." suara bariton mengejutkan Nayra. Seketika ia menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
Edo yang melihat itu reflek maju memdekat
" tuan muda....benarkah ini bukan anda tuan muda yan ?! " tanyanya dengan menatap lekat wajah di hadapannya kini.